Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rekonsiliasi Konflik Otoritas Antara Pemerintah Desa Dengan Himpunan Petani Pemakai Air Desa Bunder Kamiliyana, Ayu Asih; Rohman, Lisa Aziza; Nirwana, Putri
Jurnal Sosialisasi: Jurnal Hasil Pemikiran, Penelitian dan Pengembangan Keilmuan Sosiologi Pendidikan Volume 10, No 3 November 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/sosialisasi.v1i3.53953

Abstract

Penelitian ini bertempat di desa Bunder, kecamatan Kabat, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Fokus penelitian mengurai dinamika konflik otoritas antara Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dengan pemerintah Desa.  HIPPA sebagai organisasi independen yang bertujuan untuk membantu para petani dalam pengelolaan distribusi air, dan perbaikan infrastruktur saluran irigasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan etnografi untuk memahami permasalahan di lapangan seputar konflik otoritas dan mengurai pendefinisian risiko di masyarakat. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konflik mulai muncul ketika otoritas pemerintah desa mulai diberi jalan untuk memantau sistem kepengurusan HIPPA. Aliran dana hasil usaha yang cukup besar dari HIPPA menuju pemerintah Desa melatarbelakangi munculnya kesadaran subjektif pengurus HIPPA serta petani desa Bunder yang mulai mempertanyakan independensi organisasinya. Pendefinisian risiko juga menjadi titik tolak identifikasi permasalahan ini dan digunakan sebagai kacamata penelitian.  Meskipun terdapat konflik otoritas, solidaritas antar petani yang kuat memengaruhi HIPPA dalam menyikapi konflik tersebut. Respon HIPPA dalam menghadapi konflik otoritas dengan pemerintah desa sangat mencerminkan pemahaman akan eksistensi konsensus dalam sebuah himpunan masyarakat terlepas dari konflik yang terbangun. Sikap yang diambil HIPPA sudah mencerminkan upaya nyata dalam memecahkan konflik, dengan solusi pragmatis dan keinginan untuk tetap menjaga keselarasan dengan pemerintah desa, sambil memastikan solidaritas antar petani tetap terjaga. 
Representasi Ruang Pembebasan dan Pemberdayaan: Telaah Sosiologis pada Agensi Sozo Creative Lab dalam Perspektif Development of Freedom Amartya Sen Kamiliyana, Ayu Asih; Salsabilla, Nazwa Reina
Titian: Jurnal Ilmu Humaniora Vol. 9 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/titian.v9i1.44671

Abstract

This article discusses the Sozo Creative Lab's Creative Team Agency as a representation of a space of liberation and empowerment in the perspective of Development as Freedom by Amartya Sen. Starting from the phenomenon of increasing participation of the younger generation in the creative economy sector, this research examines how student groups are able to create alternative spaces that are not only economically oriented but also rich in values of autonomy, creativity, and capability development. Using a qualitative method with a phenomenological approach, data was obtained through observation and in-depth interviews. The study results show that Sozo Creative Lab as a creative agency can develop and utilize its capabilities as a representative embodiment of substantive freedom and social opportunity aspects as well as economic facilities as a form of instrumental freedom. The creative and collaborative process they undergo reflects a human development model that empowers, expands life choices, and demonstrates that development is not always about economic growth, but rather about how individuals are able to control their lives meaningfully.  Abstrak Artikel ini membahas tentang Agensi Tim Kreatif Sozo Creative Lab sebagai representasi ruang pembebasan dan pemberdayaan dalam perspektif Development as Freedom oleh Amartya Sen. Berangkat dari fenomena maraknya partisipasi generasi muda dalam sektor ekonomi kreatif, penelitian ini menelaah bagaimana kelompok mahasiswa mampu menciptakan ruang alternatif yang bukan hanya bertujuan ekonomis, tetapi juga sarat nilai-nilai otonomi, kreativitas, dan pembangunan kapabilitas dalam kacamata sosiologi pembangunan. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, data diperoleh melalui observasi dan wawancara mendalam. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sozo Creative Lab sebagai agensi kreatif mampu mengembangkan serta menggunakan kemampuannya sebagai perwujudan representatif dari kebebasan substantif dan aspek peluang sosial serta fasilitas ekonomi sebagai bentuk kebebasan instrumental. Proses kreatif dan kolaboratif yang mereka jalani mencerminkan model pembangunan manusia yang memberdayakan, memperluas pilihan hidup, serta memperlihatkan bahwa pembangunan tidak selalu soal pertumbuhan ekonomi, melainkan soal bagaimana individu mampu mengontrol kehidupannya secara bermakna.
Implikasi Perkembangan AI terhadap Keberlanjutan Sumber Daya Desainer Grafis dalam Lingkup Masyarakat Industri 5.0 Kamiliyana, Ayu Asih; Lusiani, Silvia; Kamalia, Silvi Cahyaning
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 4 No 1: April (2024)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v4i1.420

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk industri kreatif. Sejak diperkenalkan pada Konferensi Dartmouth tahun 1955, AI telah menunjukkan potensinya dalam membantu manusia melalui pembelajaran, pemecahan masalah, dan penalaran. Di industri desain grafis, AI mempermudah tugas-tugas rutin seperti pengeditan gambar dan pembuatan template, serta mendukung penciptaan karya seni inovatif melalui analisis data yang mendalam dan kemampuan belajar yang berkelanjutan. Penggunaan AI memungkinkan desainer untuk mengeksplorasi ide kreatif lebih jauh dan menciptakan karya yang relevan dengan tren pasar.Namun, adopsi AI juga menimbulkan tantangan, terutama terkait etika dan keaslian karya seni. Desainer grafis perlu menyesuaikan diri dengan teknologi ini sambil tetap mempertahankan sentuhan pribadi mereka. Perkembangan AI memicu diskusi tentang masa depan pekerjaan kreatif, di mana adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan menjadi semakin penting. Di era Industri 5.0, AI diharapkan menjadi mitra kolaboratif yang meningkatkan produktivitas dan efisiensi, sementara desainer fokus pada aspek kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak AI terhadap pekerjaan desainer grafis dalam konteks Industri 5.0, mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi, serta mengevaluasi keberlanjutan karir desainer grafis dalam jangka panjang. Penelitian ini juga mengeksplorasi dampak sosial AI terhadap illustrator, termasuk implikasi terhadap identitas profesional dan kesejahteraan psikologis. Dari hasil penelitian, diharapkan dapat disusun rekomendasi strategi adaptasi bagi desainer grafis dan ilustrator untuk mengoptimalkan penggunaan AI dalam pekerjaan mereka dan beradaptasi dengan perubahan teknologi ini. Kolaborasi antara manusia dan AI diharapkan menciptakan sinergi yang menghasilkan karya inovatif dan menginspirasi, memperkaya industri kreatif secara keseluruhan. Meskipun AI memiliki potensi besar untuk memperluas cakrawala kreatif desainer, manusia tetap diperlukan untuk mengembangkan keterampilan baru dalam menggunakan teknologi ini dan memastikan penggunaannya secara etis. AI diharapkan menjadi mitra kolaboratif yang membuka peluang baru bagi desainer grafis untuk berinovasi dan menciptakan karya yang lebih inspiratif, sambil mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dan kreativitas dalam era Industri 5.0.