Penelitian ini bertempat di desa Bunder, kecamatan Kabat, kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Fokus penelitian mengurai dinamika konflik otoritas antara Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dengan pemerintah Desa. HIPPA sebagai organisasi independen yang bertujuan untuk membantu para petani dalam pengelolaan distribusi air, dan perbaikan infrastruktur saluran irigasi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan etnografi untuk memahami permasalahan di lapangan seputar konflik otoritas dan mengurai pendefinisian risiko di masyarakat. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa konflik mulai muncul ketika otoritas pemerintah desa mulai diberi jalan untuk memantau sistem kepengurusan HIPPA. Aliran dana hasil usaha yang cukup besar dari HIPPA menuju pemerintah Desa melatarbelakangi munculnya kesadaran subjektif pengurus HIPPA serta petani desa Bunder yang mulai mempertanyakan independensi organisasinya. Pendefinisian risiko juga menjadi titik tolak identifikasi permasalahan ini dan digunakan sebagai kacamata penelitian. Meskipun terdapat konflik otoritas, solidaritas antar petani yang kuat memengaruhi HIPPA dalam menyikapi konflik tersebut. Respon HIPPA dalam menghadapi konflik otoritas dengan pemerintah desa sangat mencerminkan pemahaman akan eksistensi konsensus dalam sebuah himpunan masyarakat terlepas dari konflik yang terbangun. Sikap yang diambil HIPPA sudah mencerminkan upaya nyata dalam memecahkan konflik, dengan solusi pragmatis dan keinginan untuk tetap menjaga keselarasan dengan pemerintah desa, sambil memastikan solidaritas antar petani tetap terjaga.
Copyrights © 2023