Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perilaku Sosial Emosional Pada Anak Usia Dini Nurul Fadilah Hsb; Khadijah; Jasmine Dwi Aulia; Najwa Kholida; Fadiza Syafira Nst
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 1 No. 5 (2024): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v1i5.1279

Abstract

Anak usia Dini AUD merupakan anak yang berusia dari 0-6 thn pada tahap ini anak usia dini mempunyai perkembangan fisik, kognitif, emosional dan sosial. Pendidikan anak usia dini sangat penting karena memberikan landasan yang kuat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak selanjutnya program pendidikan anak usia dini biasanya mencakup kegiatan yang merangsang perkembangan motorik, bahasa, sosial, dan kognitif melalui interaksi.  Pertumbuhan Sosial Emosional Anak Keduanya ialah dua aspek yang berbeda, tetapi tak dapat dipisahkan. Dengan istilah berlainan, pembicaraan mengenai pertumbuhan emosional perlu dikaitkan Perkembangan sosial anak. Demikian juga sebaliknya, membicarakan pembangunan Kegiatan sosial anak harus melibatkan perkembangan emosi anak. perkembangan awal Anak-anak dipengaruhi oleh beragam latar belakang sosial dan budaya, termasuk keluarga, lingkungan pengajaran, komunitas dan masyarakat luas.
PERAN MUSIK DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN SOSIAL DAN EMOSIONAL ANAK USIA DINI Jasmine Dwi Aulia; Najwa Kholida; Nurul Fadilah Hsb; Hilda Zahra Lubis
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 12 No. 7 (2025): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v12i7.10991

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran musik dalam meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak usia dini. Menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif, penelitian dilakukan di RA Darun Najwa dengan melibatkan 15 anak berusia 5–6 tahun sebagai sampel. Data diperoleh melalui observasi selama lima sesi menggunakan instrumen berbasis empat kategori: Belum Berkembang (BB), Mulai Berkembang (MB), Berkembang Sesuai Harapan (BSH), dan Berkembang Sangat Baik (BSB). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas anak berada pada kategori BSH, terutama pada indikator kemampuan bekerja sama dengan teman (45%). Musik terbukti efektif dalam mengembangkan keterampilan sosial, seperti berbagi alat musik dan memahami peran dalam kelompok. Selain itu, musik juga membantu anak mengenali dan mengelola emosi, meskipun pengembangan empati dan pengendalian emosi memerlukan pendekatan intensif. Kesimpulannya, kegiatan bermain musik secara terstruktur dapat mendukung perkembangan sosial dan emosional anak usia dini secara signifikan. Sebagai saran, integrasi musik dalam kurikulum PAUD perlu dilakukan secara sistematis. Pelatihan bagi guru dalam penggunaan musik sebagai media pembelajaran serta kolaborasi dengan orang tua menjadi langkah strategis untuk mengoptimalkan manfaat musik dalam perkembangan anak.