Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Percepatan Pematahan Dormansi Benih Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC) Dengan Aplikasi Zat Pengatur Tumbuh dan Perlakuan Osmoconditioning Khairil Anwar Tanjung
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 1 No. 3 (2024): September : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v1i3.115

Abstract

Andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC.) merupakan salah satu tanaman rempah yang banyak ditemui di daerah sekitar Sumatera Utara. Dalah satu permasalahan dalam budidaya tanaman ini adalah kesulitan benihnya yang cenderung sulit berkecambah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dari aplikasi zat pengatur tumbuh dan perlakuan osmoconditioning serta kombinasinya untuk mempercepat pematahan dormansi benih andaliman (Zanthoxylum acanthopodium DC. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor, faktor pertama adalah zat pengatur tumbuh (Z) dengan 6 taraf sedangkan faktor kedua adalah perlakuan osmoconditioning dengan Polyethylene Glycol (PEG) 6000 (O) dengan 4 taraf. Parameter yang diamati adalah laju perkecambahan dan daya berkecambah benih. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa aplikasi zat pengatur tumbuh dapat mempercepat perkecambahan benih andaliman. Hal ini dapat ditunjukkan dengan nilai pengamatan pada semua parameter yang berbeda nyata dengan kontrol (tanpa aplikasi ZPT). Dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa zat pengatur tumbuh yang mempercepat pematahan dormansi terbaik adalah Giberelin 500 ppm, walaupun perbandingan dengan ZPT lainnya tidak berbeda nyata. Sementara itu, perlakuan osmoconditioning dengan PEG 6000 juga ternyata mampu mempercepat pematahan dormansi benih andaliman yang ditunjukkan dengan peningkatan sebagian besar parameter yang diamati. Konsentrasi PEG 6000 terbaik pada perlakuan osmoconditioning untuk mempercepat pemecahan dormansi benih andaliman adalah konsentrasi 3%.
Pemanfaatan lahan pekarangan rumah dengan penanaman tanaman obat obatan (apotik hidup) di Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Tanjung, Khairil Anwar; Ani, Nurma; Ahmad, Hafiz
Jurnal Derma Pengabdian Dosen Perguruan Tinggi (Jurnal DEPUTI) Vol. 4 No. 2 (2024): Juli 2024
Publisher : LPPM Universitas Al-Azhar medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/deputi.v4i2.364

Abstract

Pekarangan rumah warga Desa Manunggal Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang masih banyak yang berupa lahan kosong. Lahan tersebut sebenarnya dapat dimanfaatkan untuk budidaya tanaman, dimana salah satu jenis tanaman yang berpotensi untuk dibudidayakan adalah tanaman obat (apotik hidup) atau yang saat ini lebih dikenal dengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA). Dengan kegiatan Pengabdian ini diharapkan masyarakat Desa Manunggal mampu membudidayakan tanaman obat yang dapat digunakan sebagai pengobatan pertama sebelum berobat ke pelayanan kesehatan. Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pemanfaatan lahan kosong di pekarangan rumah dan cara budidaya tanaman obat keluarga (TOGA) serta meningkatkan kesadaran dan semangat masyarakat Desa Manunggal dalam mengembangkan pemanfaatan tanaman obat secara mandiri. Metode yang digunakan adalah survei, wawancara dan diskusi, serta penyuluhan dan sosialisasi
Pemberian Kotoran Jangkrik dan Zat Pengatur Tumbuh Dapat Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L. ) Rival Firnanda; Khairil Anwar Tanjung; Farida Hariani; Aisyah Lubis
Jurnal Agrofolium Vol. 4 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54123/agrofolium.v4i1.343

Abstract

Shallot (Allium ascalonicum L.) is a type of plant that is used as a cooking spice in Southeast Asia and other parts of the world. This study aims to determine the effect of cricket droppings and growth regulators and the interaction of cricket droppings and growth regulators on the growth and production of shallots (Allium ascalonicum L.). This research was conducted from March to May 2023. This study used a Factorial Randomized Block Design with 2 factors studied and 3 repetitions where the first factor was cricket droppings (J) which consisted of 4 levels, namely J0 = without cricket droppings, J1 = 1.2 kg per plot, J2 = 2.4 kg per plot, J3 = 3.6 kg per plot. The second factor was growth regulators (Z) which consisted of 3 levels, namely Z0 = without growth regulators, Z1 = 2 ml liter-1 of water per plot, Z2 = 4 ml liter-1 of water per plot. The results showed that the application of cricket droppings had a very significant effect on all observed parameters such as plant height, number of leaves per clump, number of tillers per clump, number of tubers per clump and fresh weight of tubers per clump. The application of growth regulators did not significantly affect all observed parameters such as plant height, number of leaves per hill, number of tillers per hill, number of tubers per hill and fresh tuber weight per hill. Meanwhile, the interaction between cricket droppings and growth regulators did not significantly affect all observed parameters.
Pertumbuhan Dan Produksi Pakcoy (Brassica Rapa L. ) Akibat Pemberian Kompos Dan Pupuk Organik Cair Kulit Nenas Khairil Anwar Tanjung; Aisyah Lubis; Farida Hairani; Juliana
Jurnal Agrofolium Vol. 4 No. 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Al Azhar Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kompos dan pupuk organik cair kulit nanas serta interaksinya untuk meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanamman pakcoy (brassica rapa l. ). Penelitian dilaksanakan di Jl. Setia Makmur Kelurahan Sunggal Kanan Kecamatan Sunggal Provinsi Sumatera Utara. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus sampai Oktober 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial dengan 2 faktor yang diteliti dan 3 ulangan dimana faktor pertama adalah pemberian pupuk kompos (K) yang terdiri dari 3 taraf yaitu K0 = tanpa perlakuan (kontrol), K1 = 1.5 kg plot-1, dan K2 = 3 kg plot-1. Faktor kedua pemberian pupuk organik cair kulit nanas (N) terdiri dari 4 taraf yaitu N0 = tanpa perlakuan (kontrol), N1 = 15 ml liter-1 air, N2 = 30 ml liter-1 air, dan N3 = 45 ml liter-1 air. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), berat segar tanaman per sampel (g), dan berat segar tanaman per plot (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk kompos berpengaruh nyata terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah daun, dan berat segar tanaman per plot. Pemberian pupuk organik cair kulit nanas berpengaruh nyata terhadap parameter jumlah daun, dan berat segar tanaman per plot, berpegaruh tidak nyata terhadap parameter tinggi tanaman. Interaksi pemberian pemberian pupuk kompos dan pupuk organik cair kulit nanas berpengaruh tidak nyata pada semua parameter pengamatan.
Efektivitas Putresin dalam Meningkatkan Viabilitas Benih Padi (Oryza sativa L.) yang Mengalami Deteriorasi Khairil Anwar Tanjung
Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis Vol. 2 No. 3 (2025): September : Botani : Publikasi Ilmu Tanaman dan Agribisnis
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/botani.v2i3.418

Abstract

Physiological quality deterioration during storage is a major factor contributing to the reduced germination capacity of rice seeds. Revitalization treatments are therefore essential to restore seed viability and promote optimal seedling development. One promising approach involves the application of plant growth regulators (PGRs) from the polyamine group, such as putrescine. This study aimed to assess the effectiveness of varying concentrations and soaking durations of putrescine in improving the viability of deteriorated rice seeds. The experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with two factors: putrescine concentrations (0 ppm/ soaking in distilled water only, putrescine 15 ppm, putrescine 20 ppm, and putrescine 25 ppm) and soaking durations (3, 6, and 9 hours). The parameters evaluated included germination percentage and germination rate. Results indicated that treatment with 20 ppm putrescine combined with a 6-hour soaking period yielded the most significant improvement in seed viability. These findings suggest that putrescine treatment can effectively restore the physiological quality of rice seeds affected by storage-induced deterioration.
Increasing Papaya Seed Viability By Osmoconditioning Treatment With Polyethylene Glycol (PEG) 6000 Khairil Anwar Tanjung; Ade Fitriadi
INFOKUM Vol. 13 No. 02 (2025): Infokum
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58471/infokum.v13i02.2754

Abstract

Papaya (Carica papaya L.) is a plant that has high economic value, although its distribution is limited. One of the obstacles in increasing papaya production is the limited availability of seeds caused by a decrease in seed quality due to less than optimal storage. Seed viability is thought to be able to be increased through osmoconditioning techniques using Polyethylene Glycol (PEG) 6000. This study aims to evaluate the effect of osmoconditioning with PEG 6000 on the viability of papaya seeds (Carica papaya L.). The experimental design used was a Randomized Block Design with two treatment factors repeated three times. The first factor is the concentration of PEG 6000 consisting of 0%, 2%, 4%, and 6%. The second factor is the soaking time, which is 4 hours, 8 hours, and 12 hours. The results showed that osmoconditioning treatment with PEG 6000 had a significant effect on the viability of Papaya seeds (Carica papaya L.). The most effective concentration of PEG 6000 is 4%, while the optimal soaking time is 6 hours.