Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Teknoinfo

Konversi Citra Kartu Nama ke Teks Menggunakan Teknik OCR dan Jaro-Winkler Distance Dewinta Zulhida Putri; Diyah Puspitaningrum; Yudi Setiawan
Jurnal Teknoinfo Vol 12, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v12i1.35

Abstract

Kartu nama memiliki data yang dapat disimpan ke dalam database kontak smartphone, seperti nama, jabatan, instansi, nomor ponsel, nomor telepon, nomor fax, alamat pertama, alamat kedua dan e-mail. Penelitian ini bertujuan membangun aplikasi yang dapat memindahkan data kartu nama dari foto ke database kontak smartphone dengan konversi citra kartu nama ke teks dengan melakukan ekstraksi teks dan pengelompokan data. Algoritma yang digunakan untuk ekstraksi teks adalah Optical Character Recognition (OCR). Teks yang sudah diekstraksi kemudian akan dikelompokan menggunakan algoritma Jaro-Winkler Distance. Pengujian sistem yang dilakukan dengan menggunakan data kartu nama yang beralamat di Provinsi Bengkulu sebanyak 50 buah dengan berbagai jenis tulisan dan background. Aplikasi dirancang dengan Bahasa pemrograman Java dengan IDE Android Studio dan library Tesseract. Hasil akhir dari sistem adalah data kontak yang tersimpan di database smartphone. Hasil uji coba sistem yang dilakukan didapatkan nilai akurasi rata-rata dari lima kali percobaan adalah 76% untuk data nama, 74% untuk data jabatan, 56% untuk data instansi, 82% untuk data nomor ponsel, 86% untuk data nomor telepon, 78% untuk data alamat, dan 88% untuk data e-mail.Kata Kunci : Konversi Citra, Ekstraksi Teks, Kartu Nama, Optical Character Recognition (OCR), JaroWinkler Distance
Pemetaan Kelompok Sebaran Titik Gempa Bumi Mentawai Dengan Metode K-Medoids Clustering Yudi Setiawan; Safroni Aziz Suprianto; Andang Wijanarko; Dyah Setyo Rini; Mochammad Yusa
Jurnal Teknoinfo Vol 16, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Teknokrat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33365/jti.v16i1.932

Abstract

Secara geologis Kepulauan Indonesia berada pada jalur penumjaman lempeng bumi, seperti penunjaman Lempeng Samudra Indo-Australia dengan Lempeng Benua Eurasia yang memanjang dari pantai barat Sumatera hingga pantai selatan Jawa terus ke timur sampai Nusa Tenggara.  Jalur penunjaman lempeng bumi di wilayah Kepulauan Indonesia merupakan jalur penyebab gempa tektonik yang mana bersifat regional dan umumnya kerusakan yang ditimbulkan sangat parah. Sebagian jalur gempa bumi tersebut berada di laut sehingga sangat berpotensi menimbulkan bencana tsunami . Di Indonesia sendiri, Daerah yang sangat rawan terjadinya gempa bumi dari dasar laut adalah Kepulauan Mentawai di Sumatera Barat.  Pada tahun 2010 Mentawai mengalami sejumlah gempa, yaitu gempa berkekuatan 6,8 SR pada 5 Maret 2010, disusul 6.5 SR pada 5 Mei 2010 dan terakhir gempa berkekuatan 7,8 SR pada 25 oktober 2010 yang diikuti dengan bencana tsunami. United States Geological Survey (USGS) adalah sebuah agensi ilmiah pemerintah Amerika Serikat yang didirikan pada 3 Maret 1879. Organisasi ini memiliki empat disiplin ilmiah utama, yaitu biologi, geografi, geologi, dan air. Salah satu program dari USGS adalah memonitor aktivitas gempa bumi di seluruh dunia, tak terkecuali data gempa kepulauan mentawai yang disediakan dalam bentuk datasheet. Dengan adanya kemajuan teknologi saat ini, dibutuhkan suatu sistem yang dapat memberikan informasi mengenai pemetaan kelompok sebaran titik gempa bumi mentawai dengan clustering gempa bumi. Penelitian ini bertujuan untuk Membangun Sistem Informasi yang dapat melakukan pemetaan pola sebaran gempa bumi mentawai tahun 2010 – 2019 dan juga bertujuan untuk mengimplementasikan metode K-Medoid Clustering untuk menganalisis dan memetakan pola Sebaran gempa bumi mentawai tahun 2010 – 2019. Untuk memetakan pola sebaran gempa bumi tersebut digunakan dua (2) parameter yaitu kedalaman dan kekuatan gempa bumi dengan menggunakan metode K-Medoid Clustering. Luaran yang dihasilkan berupa layout peta hasil perhitungan dari metode K-Medoids Clustering selama sepuluh (10) tahun yaitu tahun 2010 – 2019 yang terdapat sebanyak 1356 data. Selain itu terdapat juga luaran yang dihasilkan berupa tampilan diagram batang dan diagram lingkaran.