Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Review Eutrofikasi: Risiko dalam Kesuburan Lingkungan Perairan dan Upaya Penanggulangannya Yusal, Muh. Sri; Hasyim, Ahmad; Hastuti, Hastuti; Arif, Arwin; Pratomo, Ryan Humardani Syam
Jurnal Kesehatan Lingkungan Indonesia Vol 24, No 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Master Program of Environmental Health, Faculty of Public Health, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jkli.24.1.124-135

Abstract

Latar Belakang: Eutrofikasi merupakan pengayaan unsur hara perairan yang berdampak buruk terhadap kualitas air. Keberadaan unsur nutrisi dan beberapa senyawa di badan perairan disebabkan oleh keberagaman aktivitas manusia yang disebut sebagai aktivitas antropogenik yang mengancam eksistensi ekosistem perairan. Literatur review ini mengkaji tentang resiko eutrofikasi dalam kesuburan perairan, penyebab terjadinya eutrofikasi, dampak, serta solusi penanganannya.Metode: Studi literatur ini merupakan hasil review dari 25 artikel ilmiah dan selebihnya berasal dari buku, monograf dan Research report. Penelusuran database artikel melalui Science Direct, Geogle Scholar, dan Mendeley. Beberapa artikel ilmiah yang relevan dari hasil  penelusuran dipilih berdasarkan tema yang berkorelasi dengan eutrofikasi ataupun berhubungan dengan kata kunci pada literatur review. Beberapa kata kuncinya yaitu Eutrofikasi, Status tropik, Unsur hara organik, Limbah, Kualitas perairan, Parameter Fisika-Kimia lingkungan, Kajian ekologis, Fosfor dan Nitrat, dan Blooming alga. Literasi artikel ilmiah merupakan hasil pencarian dari jurnal internasional, jurnal internasional bereputasi, dan jurnal nasional bereputasi. Pada umumnya artikel tersebut diperoleh dari berbagai penerbit, seperti Springer, Elsevier, MDPI, Taylor and Francis, serta ATMOS.Hasil: Pencetus utama eutrofikasi adalah keberagaman aktivitas manusia yang menghasilkan limbah antrophogenik, seperti pemakaian pupuk dan pestisida, kotoran ternak, budidaya ikan, dan limbah domestik. Dampak utama eutrofikasi adalah penurunan tingkat biodiversitas atau kepunahan biota perairan akibat perubahan lingkungan, penurunan kualitas perairan dan keterpurukan estetika lingkungan, penurunan kandungan DO perairan dan kondisi anoxia. Hasil metabolisme bakteri anaerob juga menghasilkan bau yang tidak menyenangkan. Penggunaan teknologi yang ramah lingkungan adalah langkah efektif pencegahan eutrofikasi.Simpulan: Limbah antropogenik merupakan penyebab utama terjadinya eutrofikasi yang membawa dampak buruk bagi perairan. Upaya efektif dalam penanggulangan etrofikasi adalah penggunaan teknologi pengolahan limbah yang efisien dan ramah lingkungan (artificial wetland), mengontrol dan mereduksi kandungan senyawa limbah organik dari sumbernya secara ekonomis dan berkelanjutan. Langkah strategis lainnya adalah pengurangan konsentrasi bahan pencemar limbah cair berdasarkan peraturan pemerintah dan pendekatan sosio-ekologis melalui partisipasi masyarakat.  ABSTRACTTitle: Review of Eutrophication: Risks in Aquatic Environmental Fertility and Mitigation EffortsBackground: Eutrophication is enrichment of aquatic nutrients adversely affects water quality. The presence of nutrients and compounds in water bodies is caused by variety of human activities referred to as anthropogenic activities threaten the existence of aquatic ecosystems. This literature review examines the risks of eutrophication in aquatic fertility, eutrophication causes, impacts, and solutions.Methods: This literature study is a review of 25 scientific articles and rest come from books, monographs and research reports. The article database was searched through Science Direct, Google Scholar, and Mendeley. Several relevant scientific articles from search results were selected based on themes correlated with eutrophication or related keywords in review. Some of keywords are Eutrophication, Tropic status, Organic nutrients, Waste, Water quality, physico-chemical parameters, Ecological studies, Phosphorus and Nitrate, and Algal blooms. Scientific articles is Searches from international journals, reputable international journals, and reputable national journals. In general, the articles were obtained from various publishers, such as Springer, Elsevier, MDPI, Taylor and Francis, and ATMOS.Results: Eutrophication main driver is diversity of human activities generate anthrophogenic waste, such as fertilisers and pesticides use, livestock manure, fish farming, and domestic waste. Eutrophication main impacts are decreased biodiversity levels or extinction of aquatic biota due to environmental changes, decreased water quality and environmental aesthetics deterioration, decreased DO of waters and anoxia conditions. Metabolic products of anaerobic bacteria produce unpleasant odours. Environmentally friendly technology use an effective measure to prevent eutrophication.Conclusion: Anthropogenic effluents are main cause of eutrophication which has adverse effects on water bodies. Effective efforts in eutrophication prevention are the use of efficient and environmentally friendly sewage treatment technology (artificial wetland), controlling and reducing organic waste compounds content from source in an economical and sustainable manner. Another strategic is reduce concentration of effluent pollutants based on government regulations and socio-ecological approach through community participation.  
Pengaruh Penerapan Strategi Active Learning Tipe Peer Lesson Berbantuan Power Point Terhadap Hasil Belajar Biologi Siswa Kurnianti, Adha; Arif, Arwin
Jurnal Studi Guru dan Pembelajaran Vol. 8 No. 3 (2025): September - Desember 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/jsgp.8.3.2025.6493

Abstract

Studi ini bermaksud untuk menentukan efektifitas implementasi strategi active learning tipe peer lesson berbantuan power point terhadap hasil belajar biologi siswa. Jenis studi ini yaitu Quasi Eksperimen dengan tahap pretest,dan posttes non equivalent control group design. Variabel independen dari penelitian adalah metode pembelajaran aktif jenis peer lesson dan  variable dependen adalah hasil belajar. Populasi penelitian ini mencakup semua siswa kelas XI IPA SMAN 8 Gowa yang berjumlah 117 siswa yang terbagi kedalam 3 kelas, dengan sampel sebanyak 70 siswa terbagi dalam 2 kelas yaitu kelas IPA2 dan kelas IPA3. pengumpulan informasi dilakukan dengan memberikan kuis atau ujian soal pilihan ganda sebanyak 20 nomor baik sebelum (pretest) maupun sesudah (posttest) pemberian perlakuan. Teknik analisis data secara deskriptif maupun melalui inferensial dengan uji-T.  Berdasarkan hasil analisis data deskriptif diperoleh bahwa kelas kontrol diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 58,89 dan posttest sebesar 79,51 dengan persentase KKM 85,71% dan pada kelas eksperimen diperoleh nilai rata-rata pretest sebesar 60,77 dan posttest sebesar 89,63 dengan persentase KKM 88,57%.Sementara itu, dalam Uji Hipotesis T-test, nilai sig<a diketahui nilai Sig (2 tailed) sebesar 0,000< a = 0,05, maka sebagaimana hasil pengambilan keputusan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa implementasi strategi active learning tipe peer lesson berbantuan power point memiliki dampak yang signifikan terhadap hasil belajar siswa.sehingga dapat direkomendasikan untuk dimanfaatkan oleh guru atau siswa dalam proses belajar-mengajar disekolah.
Kelompok Usaha Perhutanan Sosial Lagoceng Gula Aren Melalui Smart Technologi Di Desa Libureng Kabupaten Barru Arif, Arwin; Rahim, Sumarni Abdul; Muhlis, Muhlis; Kurnianti, Adha
Journal Of Human And Education (JAHE) Vol. 4 No. 6 (2024): Journal of Human And Education (JAHE)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jh.v4i6.1950

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di salah satu daerah di Kabupaten Barru Provinsi Sulawesi Selatan yang memiliki potensi tumbuhnya pohon aren dalam jumlah banyak yaitu Desa Libureng dengan topografi wilayah pegunungan dengan tingkat kelembaban udara yang cukup tinggi, hal tersebut menjadi pemicu banyaknya pohon aren yang tumbuh liar di daerah tersebut, dengan komposisi vegetasi yang rapat sehingga menimbulkan komunitas yang besar dan mudah bertambah. Kondisi ini dimanfaatkan oleh masyarakat di Desa Libureng untuk bekerja sebagai petani pembuat gula aren yang diwariskan oleh orang tua mereka. Beberapa produk olahan dari nira aren yang telah dibuat oleh masyarakat dalam hal ini Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) Lagoceng antara lain gula merah batok, minuman khas daerah “tuak manis” dan gula aren (gula aren) terbaru namun produksinya masih terbatas. Dengan potensi tersebut tidak menutup kemungkinan daerah mitra ini memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan sebagai sentra produksi gula aren dan inovasi olahan gula aren yang bernilai jual tinggi melalui sentuhan teknologi cerdas yang dapat meningkatkan produksi dan pemasaran produk di pasar modern maupun pasar daring/digital marketing. Tiga area permasalahan prioritas yang ingin diselesaikan oleh mitra adalah produksi, manajemen usaha, dan pemasaran. Hasil pelatihan dan pendampingan yang telah dilakukan oleh tim pengabdi kepada mitra diikuti oleh 20 orang anggota kelompok usaha Perhutanan Sosial Gula Aren (KUPS) Lagoceng, mereka sangat antusias mengikuti pelatihan ini, dan tingkat pemahaman tercapai sebesar 80%. Dimulai dari pemberian materi oleh tim pengabdi yang dibagi dalam 2 sesi kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung dengan menggunakan alat bantu yang dibawa oleh tim pengabdi dari program hibah DRTPM Kemendikbudristek, mereka semua mengikuti dan semakin termotivasi untuk mendorong kemajuan produksi gula aren dengan hasil diversifikasi produk. Pendampingan dan pengendalian usaha mitra ini akan terus dilakukan demi keberlanjutan usaha agar dapat mandiri dan berdampak pada kesejahteraan pelaku usaha gula aren dengan produk gula semut.