Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JURNAL HUTAN TROPIS

UNSUR HARA TANAH DAN JARINGAN TANAMAN KEHUTANAN JENIS CEPAT TUMBUH DAN LAMBAT TUMBUH Soil Nutrient Element and Forestry plant tissue of fast growing and slow growing species Bahidin Laode Mpapa; Iwan Sudarmaji
Jurnal Hutan Tropis Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Hutan Tropis Volume 6 Nomer 1 Edisi Maret 2018
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (615.917 KB) | DOI: 10.20527/jht.v6i1.5102

Abstract

This research aims to know the nutrient content of the place is growing and forestry plant tissue jabon and teak species. This study used a randomized complete design with one-way classification. Based on the results obtained, it can be conclude that; macro and micro nutrient elements on the ground (A) and tissue plant (B) of jabon species, in contrast to the extent of 5% on the real (K, Fe, Mn), in contrast to the very real on a level of 1% (C organic, N total, P, Ca, Mg, Cu) as well as different are not real (Na) with each content i.e.  A: C organic (2.15%), N-total (0.23%), P (2%), K (0.26%), Ca (11.24%), Mg (2.19%), Na (0.01 ppm), Fe (17 ppm), Cu (1.67 ppm), Mn (25.33 ppm), Zn (1 ppm) and Al (62 ppm). B:  C organic (37.42%), N total (0.96%), P (0.06%), K (0.51%), Ca (0.74%), Mg (0.10%), Na (14 ppm), Fe (95.33 ppm), Cu (20.33 ppm), Mn (50.33 ppm), Zn (130 ppm) and Al (71.67 ppm). As for the teak species, different levels of 5% on the real (P, Mg), in contrast to the very real on a level of 1% (C organic, N total, K, Ca, Fe, and Zn) as well as different are not real (Na, Cu, Mn and Al) and each content i.e. A: C organic (2.14%), N total (0.20  %), P (2.33%), K (0.07%), Ca (10.92%), Mg (2.91%), Na (0.01 ppm), Fe (24 ppm), Cu (2 ppm), Mn (53.67 ppm), Zn (1 ppm) and Al (37.67 ppm). B: C organic (37.33%), N total (0.91%), P (0.08%), K (1.43%), Ca (0.83%), Mg (0.14%), Na (1 ppm), Fe (72.67 ppm), Cu (10 ppm), Mn (41,67 ppm), Zn (117,33 ppm) and Al (36,67 ppm).Keywords : Nutrient soil; plant tissue; jabon; teak.ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan hara tempat tumbuh dan jaringan tanaman kehutanan jenis jabon dan jati.  Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan klasifikasi satu arah. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat di simpulkan bahwa; unsur hara makro dan mikro pada tanah (A) dan jaringan tanaman (B) jenis jabon  berbeda nyata pada taraf 5 % (K, Fe, Mn), berbeda sangat nyata pada taraf 1 % (C organik, N total, P, Ca, Mg, Cu) serta berbeda tidak nyata (Na) dengan masing-masing kandungan yaitu  untuk A : C organik (2,15 %), N total (0,23 %), P (2 %), K (0,26 %), Ca (11,24 %), Mg (2,19 %), Na (0,01 ppm), Fe (17 ppm), Cu (1,67 ppm), Mn (25,33 ppm), Zn (1 ppm) dan Al (62 ppm). B: C organik (37,42 %), N total (0,96 %), P (0,06 %), K (0,51 %), Ca (0,74 %), Mg (0,10 %), Na (14 ppm), Fe (95,33 ppm), Cu (20,33 ppm), Mn (50,33 ppm), Zn (130 ppm) dan Al (71,67 ppm). Sedangkan untuk jenis jati  berbeda nyata pada taraf 5 % (P, Mg ), berbeda sangat nyata pada taraf 1 % (C organik, N total, K, Ca, Fe, dan Zn) serta berbeda tidak nyata (Na, Cu, Mn dan Al) dengan masing-masing kandungan  yaitu  A : C organik (2,14 %), N total (0,20 %), P (2,33 %), K (0,07 %), Ca (10,92 %), Mg (2,91 %), Na (0,01 ppm), Fe (24 ppm), Cu (2 ppm), Mn (53,67 ppm), Zn (1 ppm) dan Al (37,67 ppm). B : C organik (37,33 %), N total (0,91 %), P (0,08 %), K (1,43 %), Ca (0,83 %), Mg (0,14 %), Na (1 ppm), Fe (72,67 ppm), Cu (10 ppm), Mn (41,67 ppm), Zn (117,33 ppm) dan Al (36,67 ppm).Kata kunci: Unsur hara tanah; jaringan tanaman; jabon; jati.
IDENTIFIKASI KESEHATAN POHON HUTAN KOTA DAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KABUPATEN BANGGAI Bahidin Laode Mpapa; Rahmandani Lasamadi
Jurnal Hutan Tropis Vol 10, No 3 (2022): Jurnal Hutan Tropis Volume 10 Nomer 3 Edisi November 2022
Publisher : Lambung Mangkurat University-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jht.v10i3.14962

Abstract

Hutan kota dan ruang terbuka hijau di Kabupaten Banggai ditumbuhi berbagai jenis pohon yang memiliki fungsi konservasi dan fungsi lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesehatan pohon yang meliputi tipe kerusakan, lokasi kerusakan pohon dan kelas keparahan pohon. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus – Oktober tahun 2021 di hutan kota Desa Boyou Kecamatan Luwuk Utara dan Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong Kecamatan Luwuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan metode Forest Health Monitory (FHM). Metode survei dilakukan guna mengetahui kondisi fisik pohon atau keadaan visual keseluruhan pohon. Metode FHM dilakukan untuk mengetahui kesehatan pohon. Data yang diperoleh dari penilaian kerusakan dihitung nilai indeks kerusakannya (NIK) dengan kode dan bobot NIK. Hasil perhitungan akhir dapat diketahui NIK (Kelas sehat, kelas ringan, kelas sedang dan kelas berat). Berdasarkan hasil pengamatan di hutan kota, ditemukan 5 lokasi kerusakan, 8 tipe kerusakan, kelas keparahan berkode 1 sampai 5 serta nilai indeks keparahan berkategori rusak ringan, sedang dan sehat. Sedangkan di ruang terbuka hijau ditemukan 2 lokasi kerusakan, 4 tipe kerusakan, kelas keparahan berkode 1 sampai 2 serta nilai indeks keparahan berkategori rusak ringan  dan sehat.Hutan kota dan ruang terbuka hijau di Kabupaten Banggai ditumbuhi berbagai jenispohonyangmemiliki fungsikonservasidanfungsilainnya.Penelitianinibertujuanuntukmengetahui kesehatan pohon yang meliputi tipe kerusakan, lokasi kerusakan pohon dan kelaskeparahan pohon. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Agustus–Oktober tahun 2021 di hutankota Desa Boyou Kecamatan Luwuk Utara dan Ruang Terbuka Hijau Teluk Lalong KecamatanLuwuk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survei dan metodeForestHealth Monitory (FHM). Metode survei dilakukan guna mengetahui kondisi fisik pohon ataukeadaanvisualkeseluruhanpohon.MetodeFHM dilakukanuntuk mengetahuikesehatanpohon.Data yang diperoleh dari penilaian kerusakan dihitung nilai indekskerusakannya (NIK)dengan kode dan bobot NIK. Hasil perhitungan akhir dapat diketahui NIK (Kelas sehat, kelasringan, kelas sedang dan kelas berat).Berdasarkan hasilpengamatan dihutan kota,ditemukan5 lokasi kerusakan, 8 tipe kerusakan,kelas keparahanberkode 1 sampai 5 serta nilai indekskeparahan berkategori rusak ringan, sedangdan sehat. Sedangkan di ruang terbuka hijauditemukan 2 lokasi kerusakan, 4 tipe kerusakan,kelas keparahan berkode 1 sampai 2 serta nilaiindeks keparahan berkategori rusakringandan sehat.