Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Terapi Kreatif Dengan Teknik The Talk Show Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Pada Warga Binaan Sosial Di Panti Sosial Bina Karya Wanita Kedoya Jakarta Barat N. Saleh, Husnul Hasanah; Kahar, Amalia SJ; Taslim, Viva Hadyasri; Umairah, Siti
Indonesian Journal of Innovation Science and Knowledge Vol. 1 No. 3 (2024): IJISK 2024
Publisher : Fakultas Pendidikan Ilmu Keguruan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/ijisk.v1i3.133

Abstract

Tujuan artikel ini adalah untuk mengetahui efektivitas terapi kreatif dengan teknik the talk show untuk mmeningkatkan kepercayaan diri pada warga binaan sosial di panti sosial bina karya wanita, kedoya Jakarta Barat. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode kualitatif, Data klien dikumpulkan melalui serangkaian observasi, wawancara kepada subjek dan pegawai Panti yang bertanggung jawab dengan para WBS, Kemudian diperkuat dengan peneliti memberikan beberapa tes psikologi seperti Tes Intelegensi, Kepribadian Tes Inventory dan di dukung oleh pre-test dan pos-test skala kepercayaan diri. Hasil Penelitian meengungkapkan bahwa 10 WBS di Panti Sosial Bina Karya Wanita Kedoya Jakarta Barat memiliki sikap ragu-ragu, tidak percaya diri, takut gagal, berpikir negatif, mudah menyerah, merasa tidak berharga serta terlihat pola pikir irrasional. Hasil tersebut didukung oleh hasil pre-test skala kepercayaan diri dengan rata-rata skor 94,7 termasuk dalam kategori kepercayaan diri rendah dilihat menggunakan analisis data pattern matching.Setelah mendapatkan terapi kreatif dengan teknik talk show pada 10 Warga binaan sosial di Panti Sosial Bina Karya Wanita didapatkan perubahan perilaku seperti memiliki keyakinan diri, menjadi percaya diri, Berani menghadapi kegagalan, lebih berpikir positif, lebih mau berjuang, merasa berharga dan menjadi berpikir rasional. Hasil tersebut didukung oleh hasil post-test skala kepercayaan diri dengan rata-rata skor 53 termasuk dalam kategori kepercayaan diri tinggi.
Perbedaan Subjective Well-Being pada Guru Sekolah Luar Biasa Berstatus Honorer dan Pegawai Negeri Sipil di Ternate Taslim, Viva Hadyasri; Dabi, Syam Ardhy Dabi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 4 No. 2 (2024): irje 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v4i2.724

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan dari Subjective Well-Being guru SLB yang berstatus Honorer dan PNS di kota Ternate. guru SLB Honorer memiliki tugas dan tanggungjawab yang sama dengan guru SLB yang berstatus PNS. Namun guru honorer dengan tugas yang sama mendapatkan kesejahteraan finansial yang bisa dikatakan kurang dibandingkan dengan guru SLB yang berstatus PNS. Penelitian ini melibatkan 68 guru SLB dengan sebaran 34 dari Guru SLB Honorer dan 34 dari Guru SLB PNS di kota Ternate. Berdasarkan tabel dari uji analisis Mann Whitney U diperoleh indeks perbedaan Mann whitney U = 323,500 dengan taraf signifikansi p = 0,002 ( p < 0,05). Artinya terdapat perbedaan subjective well being antara guru SLB honorer dan ASN. (two tailed). Jika menggunakan hasil hipotesis berarah (one tailed), ada perbedaan subjective well being antara guru SLB honorer dan ASN, guru SLB ASN memiliki subjective well being lebih tinggi daripada guru SLB honorer. Dapat dibuktikan dengan hasil Mean Rank ASN =  41,99 yang lebih tinggi dari hasil Mean Rank honorer = 27,01.
Perbedaan Tingkat Stres Pada Generasi X dan Generasi Z Kota Ternate Hamid, Abdul; Taslim, Viva Hadyasri
Innovative: Journal Of Social Science Research Vol. 4 No. 1 (2024): Innovative: Journal Of Social Science Research
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/innovative.v4i1.9028

Abstract

Generasi adalah sekelompok orang yang memiliki kesamaan tahun lahir, umur, lokasi dan juga pengalaman historis atau kejadian-kejadian dalam individu tersebut yang sama yang memiliki pengaruh seignifikan dalam fase pertumbuhan mereka. Hal ini juga mempengaruhi cara setiap generasi merespon stres. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran tingkat perbedaan stres pada generasi X dan Generasi Z di Kota Ternate. Jenis Penelitian ini adalah Penelitian Kuantitatif dengan metode Pengambilan sampel menggunakan Teknik Pengumpulan Proposif Random Samping Maka dari itu pada penelitian ini subjek penelitian adalah Generasi X dan Generasi Z di Kota Ternate. Teknik Pengumpulan data menggunakan skala stres. Sedangkan teknik analisis data menggunakan metode Uji T dengan hasil signifikan p<0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifkan antara tingkat stres pada Generasi X dan Generasi Z.
Peran Literasi Kesehatan Mental Terhadap Resiliensi Pada Generasi Z dan Generasi Milenial di Masyarakat Pesisir Husnul, Hasanah; Taslim, Viva Hadyasri; Dabi, Syam Ardhy Dabi
Indonesian Research Journal on Education Vol. 6 No. 1 (2026): Irje 2026
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/irje.v6i1.3953

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh literasi kesehatan mental terhadap resiliensi pada Generasi Milenial dan Generasi Z di masyarakat pesisir Kota Ternate, Maluku Utara. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain regresi linier. Populasi penelitian adalah generasi z dan Generasi Milenial yang tinggal di wilayah pesisir, dengan sampel 145 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Mental Health Literacy Scale (MHLS) dan Connor-Davidson Resilience Scale-10 (CD-RISC-10). Analisis data dilakukan menggunakan uji normalitas, korelasi Pearson, dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan literasi kesehatan mental berhubungan positif dan signifikan dengan resiliensi (r = 0,272; p = 0,001), dengan pengaruh sebesar 7,4%. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi literasi kesehatan mental, semakin tinggi tingkat resiliensi individu, meskipun sebagian besar dipengaruhi faktor lain. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan literasi kesehatan mental untuk meningkatkan ketahanan mental generasi muda di masyarakat pesisir. Kata kunci: literasi kesehatan mental, resiliensi, generasi milenial, generasi Z, masyarakat pesisir.