Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH NO 7 TAHUN 2021 TENTANG RETRIBUSI JASA UMUM STUDI KASUS RETRIBUSI PELAYANAN PERSAMPAHAN KEBERSIHAN PADA PASAR INDUK AMUNTAI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Riadi, Selamat; Ahdiat, Riswandi; Hidayatullah, Gusti Muhammad
Al Iidara Balad Vol. 5 No. 1 (2023): Al Iidara Balad
Publisher : PPPM STIA Amuntai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36658/aliidarabalad.5.1.51

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kebijakan tersebut berjalan dan apa faktor yang menghambat implementasi kebijakan retribusi pelayanan persampahan kebersihan di pasar induk Amuntai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data dari hasil observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan peraturan daerah no 7 tahun 2021 tentang retribusi jasa umum studi kasus retribusi pelayanan persampahan kebersihan pada pasar induk Amuntai kabupaten Hulu Sungai Utara sudah cukup baik hal ini dilihat dari indikator-indikator : Kemampuan Organisasi, Informasi, Dukungan. dan Pembagian Potensi. Sedangkan kendala yang dihadapi yaitu : Adanya pemungutan pembayaran (iuran), kurangnya kesadaran masyarakat dalam mematuhi kebijakan retribuasi, dan kurangnya sumber daya SDM serta sarana dan prasarana masih kurang
IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NOMOR 10 TAHUN 2017 TENTANG PENANGGULANGAN KABUT ASAP DI KABUPATEN HULU SUNGAI UTARA Ahdiat, Riswandi; Afrilla, Putri Ningsih Alva Nindi
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 3 No. 5 (2024): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Mei 2024
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v3i5.2814

Abstract

Penelitian dilatar belakangi fenomena yaitu; Pertama Masyarakat yang kurang mengetahui UU penanggulanagan kabut asap; Kedua Kurangnya pengawasan Masyarakat dalam upaya pencegahan pembakaran lahan; Ketiga Himbauan dari pemerintah terkait bahaya kabut asap masih kurang cepat dari permasalahan terjadi; keempat Tidak ada solusi dari pemerintah kepada masyarakat tentang penanggulangan kabut asap. Tujuan Penelitian agar mengetahui Bagaimana implementasi, mengetahu faktor penghambat dan upaya dalam mengatasinya. Metode digunakan adalah kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data diambil melalui penarikan sample secara purposive sampling berjumlah 14 orang. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dan uji kredibilitas data dengan tahap reduksi data, Tahap Penyajian Data/Analisis Data Setelah Pengumpulan Data, Tahap Penarikan Kesimpulan dan Verifikasi. Implementasi peraturan daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang penangulangan kabut asap berjalan dengan cukup baik, dilihat dari indikator pertama Tujuan dari bahwa sudah terimplementasi; kedua Ukuran keberhasilan kurang terimplmentasi; ketiga sumber daya manusia cukup terimplementasi; keempat Sumber daya anggaran masih kurang terimplementasi; Kelima sumber daya waktu pelaksanaan sudah terimplementasi. Faktor penghambat dari implementasi peraturan daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang penangulangan kabut asap ini ada empat faktor yaitu pertama faktor sarana prasarana pemadaman karhutla kurang memadai; Kedua faktor akses jalan susah ditempuh; ketiga kesulitan mencari sumber daya air; keempat kesadaran masyarakat kurang. Upaya dalam menatasi Faktor penghambat dari implementasi peraturan daerah Nomor 10 Tahun 2017 tentang penangulangan kabut asap ini yaitu dengan; pertama bekerjasama dengan BPBD Provinsi dan instansi terkait kedua membawa air menggunakan tong dan tas air; ketiga Membawa Air dari Hydrant, Keempat melakukan sosialisasi dan himbauan. Untuk meningkatkan implementasi Peraturan daerah nomor 10 Tahun 2017 disarankan kepada Satpol PP dan Pemadam Kebakaran dapat berpartisipasi sesuai tupoksinya,; BPBD sebagai implementor agar meminta anggaran kepada pemerintah daerah untuk anggaran sarana prasarana, memaksimalkan sosialisasi serta membuat program subsidi obat rumput; Kepolisian, TNI/BABINSA diharapkan membantu sosialisasi serta memaksimalkan penjagaan dan menyelidiki siapa dalangnya; BPK dan MPA diharapkan bisa ikut membantu dalampemadaman karhutla; Masyarakat agar bisa lebih sadar akibat dari karhutla tentang bahaya kabut.
MANAGEMENT OF THE PALAMPITAN PUBLIC PASSENGER TRANSPORT TERMINAL AT THE TRANSPORT DEPARTMENT OF NORTH HULU SUNGAI REGENCY RAMADHANI, HAJI MUKTI; Ahdiat, Riswandi; Salehah, Siti
Dharmawangsa: International Journal of the Social Sciences, Education and Humanitis Vol 7, No 1 (2026): Social Sciences, Education and Humanities
Publisher : Universitas Dharmawangsa Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/ijsseh.v7i1.8460

Abstract

Management is a process of helping to formulate a policy and organizational goals or processes that provide oversight to something involved in the implementation and achievement of goals. Based on initial observations of the management of the Palampitan public passenger car terminal, there are problems, namely, the facilities at the terminal are not supported, the terminal yard is not clean enough, human resources are lacking, and the budget for managing the terminal is very minimal. Based on the above, this study aims to determine the management of the Palampitan public passenger car terminal, inhibiting factors and efforts made in improving the management of the Palampitan public passenger car terminal at the Department of Transportation of North Hulu Sungai Utara.This study used a qualitative research method with a qualitative descriptive research type. Data collection techniques used are interviews, observation, and documentation. Sources of data were taken through the withdrawal of informants by purposive sampling of 10 people. After the data is collected, it is then analyzed using techniques including data reduction, data presentation and verification or drawing conclusions.The results of the study show that the management of thePalampitan public passenger car terminal cannot be said to be good. Indicators that are not good can be seen from indicators of program accuracy, maintenance of public facilities and supporting facilities, officers working according to their duties, officers working according to their responsibilities, working with discipline, efficient implementation, monitoring of terminal orderliness, and the monitoring system at the terminal. In addition, the driving factor for the management of the Palampitan public passenger car terminal is data accuracy and non-overlapping. The inhibiting factors are the lack of human resources, the lack of budget for the terminal, the inadequate facilities and the lack of supervision. Efforts have been made to improve terminal maintenance which has not been maximized and to increase the budget to maximize terminal facilities.In order to optimize the management of the terminal, it is expected that the head of the Department of Transportation should provide guidance to subordinates so that they can work more responsibly, be disciplined and pay more attention to the Palampitan public passenger car terminal. The head of the transportation and terminal section needs to carry out monitoring, evaluation and reporting of activities to ensure that the implementation of activities at the terminal stays on track according to program planning. For the driver to pay more attention to his service, especially in terms of bringing city transportation and pay attention to the safety of passengers.Keywords: The Palampitan Public Passenger Transport Terminal, The Transport Department