Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi dan Tantangan Kurikulum Merdeka di Era Digitalisasi SMPN 1 Suranenggala Novanissya, Alma; Firdaus, M. Rizky; Mania, Ayu Apri; Purwati, Widia; J, Jaja
Madani: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol 2, No 7 (2024): Madani, Vol 2. No. 7, 2024
Publisher : Penerbit Yayasan Daarul Huda Kruengmane

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.12738881

Abstract

Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum intakulikuler yang beragam. Di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik mempunyai waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Implementasi Kurikulum Merdeka menuntut satuan Pendidikan setiap jenjang agar memberikan fasilitas yang menunjang keberhasilan dalam pembelajaran. Adapun ciri dari Kurikulum Merdeka adalah: (1) Berbasis Proyek dan Karakter; (2) Fokus Pada Materi Esensial; dan (3) Fleksibilitas bagi Guru dan Siswa. Akan tetapi permasalahan sering di alami oleh para pendidik maupun pesrta didik. Para guru sebagai pendidik sering mengalami masalah dalam penerapan kurikulum dalam proses pembelajaran. Hal ini disebabkan suatu kurikulum belum benar-benar dipahami dan diterapkan dengan baik, sudah muncuk kebijakan baru tentang perubahan kurikulum. Penelitan ini bertujuan untuk mengetahui implementasi dan tantangan kurikulum merdeka melalui pandangan peserta didik SMPN 1 Suranenggala. Metode penelitan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik pengumpulan data kusioner yakni dengan cara memberikan pertanyaan untuk dijawab oleh responden dengan media google form. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi dan tantangan kurikulum merdeka di era digitalisasi SMPN 1 Suranenggala dalam penyediaan sarana dan prasarananya yang mendukung dan memadai untuk pembelajaran di sekolah. Dari adanya teknologi digital yang dapat digunakan agar peserta didik lebih menguasai pembelajaran sesuai dengan kurikulum merdeka yang berfokus pada karakteristik dan dapat menciptakan hal baru melalui proyek yang dapat mengasah kemampuan peserta didik agar mempunyai pengetahuan baik materi maupun praktek dalam terlaksananya kurikulum merdeka di era digitalisasi.
Representasi Nilai Sosial dan Pembentukan Karakter dalam Novel Hujan Bulan Juni Karya Sapardi Djoko Damono: Analisis Thomas Lickona Mania, Ayu Apri; Rozak, Abdul; Nurzaman, Bela
GERAM (Gerakan Aktif Menulis) Vol. 14 No. 2 (2026): GERAM (Gerakan Aktif Menulis)
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Islam Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/geram.2026.28991

Abstract

This study aims to analyze the representation of social values in Hujan Bulan Juni, a novel by Sapardi Djoko Damono, through Thomas Lickona’s character education framework. A descriptive qualitative approach was employed using close reading and content analysis of the novel’s narrative, dialogues, and event descriptions. The data were analyzed through the stages of identification, coding, classification, interpretation, and conclusion drawing based on the three components of morality: moral knowing, moral feeling, and moral action. The findings reveal that the cultural conflict between Javanese and Minahasan identities, religious differences, and family expectations constitute the primary factors shaping the representation of social values in the novel. Moral knowing is reflected in the protagonists’ awareness of cultural norms, religious values, and social responsibilities. Moral feeling is expressed through anxiety, inner conflict, and emotional struggles arising from the tension between personal desires and social expectations. Meanwhile, moral action is manifested in respect for elders, commitment, compassion, and efforts to sustain interpersonal relationships. These findings indicate that social values in Hujan Bulan Juni function not merely as moral messages but as a process of character formation emerging through the interaction between individuals and social structures. This study contributes to literary sociology by integrating Goldmann’s concept of world vision with Lickona’s character education framework to explain the internalization of social values in the narrative structure of Indonesian literature.