Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektifitas Pemberian Proprioceptive Neuromuscular Facilitation Rhythmic Initiation dan Repeated Stretch pada Kasus Bell's Palsy Sinistra: A Case Study Safitri, Eri Fersiana; Wijianto, W; Sukatwo, S
Academic Physiotherapy Conference Proceeding 2024: Academic Physiotherapy Conference Proceeding
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Bell's palsy merupakan suatu kondisi yang melibatkan kelumpuhan saraf kranial ketujuh atau Facial Nerve. Insiden tahunan Bell's palsy adalah 15-30 kasus per 100.000 orang. Saraf wajah memiliki fungsi sensorik maupun motorik, gejala pada Bell's palsy dapat berupa defisit motorik dan sensorik seperti kelemahan otot wajah, tidak simetris wajah, kehilangan ekspresi wajah dan kemampuan fungsional seperti makan dan berbicara, serta kehilangan rasa pengecapan 2/3 anterior lidah. Case Presentation: Pasien wanita berusia 34 tahun dengan diagnosis medis Bell's palsy sinistra dengan keluhan wajah merot, tidak dapat menutup mata, tersenyum, mengerutkan dahi dan bersiul secara sempurna. Management and Outcome: Pemberian PNF dengan Teknik Rhythmic Initiation dan Repeated stretch sebanyak 4 kali dalam 2 minggu. Bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot, kemampuan fungsional dan inisiasi gerakan pada wajah. Evaluasi kekuatan otot menggunakan MMT dan kemampuan fungsional wajah menggunakan Ugo Fisch Discussion: Intervensi PNF dengan Teknik Rhythmic initiation dan Repeated stretch merangsang terjadinya kontraksi gerakan pada otot wajah serta otot wajah terfasilitasi ketika terjadinya gerakan. Teknik PNF wajah membantu menstimulasi otot-otot wajah yang melemah dengan prinsip iradiasi. Conclusion: Pemberian Teknik Proprioceptive Neuromuscular Facilitation efektif dalam meningkatkan kekuatan otot yang diukur menggunakan MMT wajah dan peningkatan kemampuan fungsional wajah diukur menggunakan Ugo Fisch.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget Terhadap Gejala Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) Naufal, Adnan Faris; Safitri, Eri Fersiana; Nurulinsani, Atikah; Darojati, Hafizhah Putri Ilma; Pristianto, Arif; Susilo, Taufik Eko; Awanis, Almas
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5036

Abstract

Latar Belakang: Durasi penggunaan gadget yang disarankan untuk anak usia 4-6 tahun oleh American Academy of Pediatrics adalah tidak lebih dari 1 jam per hari. Menggunakan gadget dalam jangka waktu lama dapat menimbulkan masalah bagi anak, seperti meningkatkan risiko gejala ADHD. Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD) didefinisikan sebagai gangguan perkembangan yang ditandai dengan kurangnya perhatian, hiperaktif, dan impulsif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun. Metode Penelitian: Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini adalah 73 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah ADHD RS-5 dan kuesioner durasi penggunaan gadget. Pengolahan data menggunakan analisis bivariat dan univariat. Hasil Penelitian: Hasil korelasi menggunakan uji Spearman rho diperoleh nilai r sebesar 0,427 dengan nilai p sebesar 0,000 (p<0,05). Kesimpulan: Sehingga dapat diartikan bahwa ada hubungan antara lama penggunaan gadget dengan gejala ADHD pada anak usia 4-6 tahun dan memiliki hubungan yang sedang karena koefisien korelasinya sebesar 0,427.