Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ANAK MENURUT UU NOMOR NOMOR 35 TAHUN 2014 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK Salam, Shinta Nurhidayati; Wagiman, Haryati; Akib, Israwati; Sugiati, Andi; Situmorang, Benny Harry Leksmon
JOURNAL OF TRAINING AND COMMUNITY SERVICE ADPERTISI (JTCSA) Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : ADPERTISI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (524.432 KB)

Abstract

Perlindungan Hukum terhadap hak-hak anak di Kabupaten Gowa masih rendah.Hal ini dapat dilihat dari beberapa kasus kekerasan terhadap anak di KabupatenGowa. Kasus yang terbaru adalah adanya kasus anak di Gowa yang di congkelmatanya demi pesugihan yang dilakukan oleh kedua orang tua korban. Hal inimemberikan gambaran perlunya peranan setiap tingkat masyarakat untukmemberikan perlindungan terhadap anak. Dimana pada hakekatnya upayaperlindungan terhadap anak dari diskriminasi dan kekerasan wajib dilakukanoleh negara, pemerintah, orang tua, keluarga, dan masyarakat tanpamembedakan ras, suku, agama, dan budaya sesuai dengan UU No. 35 Tahun2014. Untuk itu, tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di desa MataAllo, untuk memberikan sosialisasi dan edukasi tentang perlindungan hukumatas hak anak, agar tidak lagi terjadi kekerasan terhadap anak. Hasil dari kegiatanini menunjukkan bahwa telah terjadi peningkatan pemahaman peserta akan apayang menjadi hak-hak anak dan sanksi hukumnya.
Analysis of Religious Values as the Foundation of a Simple Life among the Bajo Community Taheriah, Nuragifah; Salam, Shinta Nurhidayati
Jurnal Hukum Volkgeist Vol. 9 No. 2 (2025): JUNE
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/volkgeist.v9i2.7738

Abstract

The life of the Bajo community is inseparable from the sea, characterized by simplicity and guided by religious values, specifically Islam, which is the faith of the Bajo people in Indonesia. According to data from the Central Bureau of Statistics, the religious composition in Indonesia consists of 87.2% Islam. This study examines the simple lifestyle of the Bajo community as a manifestation of religious values in their daily lives. The research was conducted in Bajo settlements in Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur, Kabupaten Bone, and Desa Samabahari, Kecamatan Kaledupa, Kabupaten Wakatobi. The study employed both primary and secondary data. Data collection techniques included literature review and field studies through direct interviews. Data were analyzed qualitatively. The analysis reveals that the simplicity of the Bajo community is closely related to the living norms within their society. These include religious norms manifested in contentment with what they have; moral norms reflected in maintaining traditions while upholding religious values; norms of courtesy demonstrated through hard work and mutual respect, fostering social harmony; and legal norms, evidenced by living within their means and avoiding excess. In conclusion, simplicity in the life of the Bajo community is not merely a lifestyle but represents a deeply rooted religious value that permeates every aspect of their existence. It ensures balance in their relationship with nature, fellow humans, and God in the utilization of marine resources.
Tinjauan Hukum Mengenai Praktek Dumping oleh Cina ke Berbagai Negara Termasuk Implikasinya yang Ditimbulkan Baik dari Dalam Maupun Luar Negeri Salam, Shinta Nurhidayati
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 3 (2022): October 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i3.3845

Abstract

AbstrakTujuan penelitian adalah untuk mengetahui akibat-akibat yang ditimbulkan dari praktek dumping oleh Cina ke berbagai negara termasuk implikasi yang ditimbulkan baik dari dalam maupun luar negeri, serta bagaimana formulasi hukum dari praktek dumping itu sendiri. Penelitian yang dilakukan menggunakan data sekunder, yang diperoleh dalam bentuk literatur yang berkaitan dalam rumusan masalah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kasus Dumping terjadi akibat dari surplus barang dalam negeri, dan pencapaian pangsa pasar seluas-luasnya. Untuk mengatasi masalah tersebut ada dua hal yang dapat dilakukan yaitu, secara internasional ketika terjadi hubungan bisnis maka diperlukan kecermatan dalam berkontrak, selain itu adanya itikad baik dari para pihak, dan mematuhi prinsip-prinsip hukum. Secara nasional, ketika terjadi praktek Dumping pemerintah turut campur tangan dalam pemberian subsidi.Kata Kunci: Praktek Dumping, Tindakan secara Internasional, Tindakan secara  Nasional
STATUS HUKUM MASYARAKAT SUKU BAJO DI KELURAHAN BAJOE KEC. TANETE RIATTANG TIMUR KABUPATEN BONE Taheriah, Nuragifah; Salam, Safrin; Salam, Shinta Nurhidayati
Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum Vol 8 No 2 (2025): Rechtsregel : Jurnal Ilmu Hukum
Publisher : Program Studi Hukum Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/rjih.v8i2.56543

Abstract

Indonesia, as an archipelagic state, possesses the second-longest coastline in the world, with more than 70% of its population residing in coastal areas. Among these coastal communities, the Bajo people are renowned for their long-standing maritime culture and reputation as skilled seafarers. Social transformation has shifted much of the Bajo population from a nomadic life at sea to permanent settlements along the coast, including Kampung Bajo in Bajoe Village, Tanete Riattang Timur District, Bone Regency. This transition raises critical questions regarding the certainty of their legal status. This study examines the legal status of the Bajo community in Kampung Bajo, Bajoe Village, Tanete Riattang Timur District, Bone Regency. Employing a socio-legal research approach within the framework of empirical legal studies, the research utilizes both primary and secondary data, gathered through interviews with local government officials and community leaders, and complemented by literature review. The data were analyzed qualitatively. The findings indicate that within the classification of three types of coastal communities, the Bajo in Kampung Bajo fall into the category of Traditional Communities. Although they continue to uphold traditional values in settlement and fishing practices, their customary institutions no longer exist.