Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENINGKATAN KUALITAS TIDUR DENGAN BENSON’S RELAXATION TECHNIQUES DI POSYANDU LANSIA SERUNI 29 JEBRES SURAKARTA Salsabilla, Celine; Aulia Putri Maharani; Awalisa Mey Dentasari; Azaima Qurata’Ayyun; Bielsa Agla Azzahra; Dimas Aditya; Rifai Joko Pramono; Hapsari Cahyaningrum
Empowerment Journal Vol. 4 No. 2 (2024): September
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30787/empowerment.v4i2.1458

Abstract

Pada tahap perkembangan lanjut usia, banyak sel tubuh yang hilang. Ini menyebabkan metabolisme sel tubuh menurun, yang mengakibatkan penurunan fungsi tubuh, perubahan komposisi tubuh, dan penurunan kesehatan dan kekuatan fisik. Sulit untuk tidur, sering terbangun di malam hari, dan merasa tidak segar saat bangun tidur adalah salah satu masalah yang muncul. Terapi farmakologis biasa digunakan untuk mengatasi permasalahan diatas, namun pemberian obat yang diberikan secara berlebihan akan berdampak pada kondisi kesehatan lansia. Untuk itu diperlukan terapi non farmakologis yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas tidur lansia yang efektif dan aman, salah satunya adalah Benson’s Relaxation Techniques. Teknik relaksasi ini dipilih selain untuk meningkatkan aktivitas spiritual pasien juga untuk mengatasi masalah ketidaknyamanan, salah satunya kualitas tidur yang terganggu. Tujuan pengabdian ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan wawasan lansia mengenai permasalahan yang mugkin saja terjadi pada lansia khususnya mengenai gangguan terhadap kualitas tidur dan bagaiaman cara pencegahannya menggunakan magement Benson’s Relaxation Techniques. Metode yang digunakan adalah edukasi penyuluhan, diskusi, pelatihan, demonstrasi, dan evaluasi yang dilaksanakan di Posyandu Lansia Seruni 29 pada 09 Maret 2024 dengan media Leaflet. Hasil pengabdian ini para seluruh lansia yang mengikuti kegiatan 100% mengalami peningkatan wawasan dan pengetahuan mengenai gangguan kuliatitas tidur dan management penggunakan Benson’s Relaxation Techniques. Diharapkan para lansia mampu menerapkan dan mempraktikkan sendiri sebagai homeprogram
Pengaruh Pemberian Krim Ekstrak Buah Delima (Punica granatum L.) terhadap Kadar Interleukin-10: Studi Eksperimen pada Tikus Wistar yang Dipapar UVB Aulia Putri Maharani; Chodidjah
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 4 No. 1 (2026): February : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin (ACCEPTED)
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v4i1.1095

Abstract

Paparan sinar ultraviolet B (UV-B) diketahui dapat memicu photoaging serta meningkatkan risiko gangguan kulit melalui peningkatan reactive oxygen species yang menimbulkan stres oksidatif dan respons inflamasi. Interleukin-10 (IL-10) merupakan sitokin antiinflamasi yang berperan penting dalam regulasi respons imun dan perlindungan jaringan terhadap kerusakan akibat inflamasi. Pemanfaatan antioksidan alami, salah satunya buah delima (Punica granatum L.), berpotensi menjadi strategi protektif terhadap dampak paparan UV-B. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian krim ekstrak buah delima terhadap kadar IL-10 pada tikus Wistar yang dipapar UV-B. Penelitian eksperimental sejati dengan desain post-test only control group menggunakan 25 ekor tikus yang dibagi menjadi lima kelompok, yaitu kontrol sehat, kontrol UV-B, kelompok retinoid, serta kelompok krim ekstrak buah delima konsentrasi 10% dan 20%. Paparan UV-B diberikan tiga kali per minggu dengan total dosis 840 mJ/m² selama satu minggu. Kadar IL-10 diukur menggunakan metode ELISA dan dianalisis dengan uji one way ANOVA dilanjutkan post hoc Tukey. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan bermakna kadar IL-10 antar kelompok (p<0,001). Kelompok UV-B tanpa terapi memiliki kadar IL-10 terendah, sedangkan pemberian krim ekstrak buah delima terutama konsentrasi 20% meningkatkan kadar IL-10 mendekati kondisi normal. Temuan ini menunjukkan bahwa krim ekstrak buah delima berpotensi sebagai agen antiinflamasi topikal untuk melindungi kulit dari efek inflamasi akibat paparan UV-B.