Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Aman Calistung sebagai Media Belajar Membaca dan Berhitung Anak-anak di Desa Babulu Selatan, Malaka Cardo, Oligarus; Oes, Theodosia Adriani; Ta’u, Joaninha Terlita De Fatima; Gaba, Phelipus Archidion Umbu; Mea, Ana Odilia; Atamani, Febryanti; Manek, Alfonsius Afong; Nuban, Diana A; Finmeta, Aldian Imanuel; Mawar, Elias Ronaldo; Kolo, Weldiardus; Loe, Febiyanti Bere; Bau, Yohanes Rinaldy; Dale, Aprilyane Hartini; Sahan, Meylisa Yuliastuti
Jurnal Pengabdian Sains dan Humaniora Vol. 3 No. 1 (2024): Edisi Mei 2024
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan-Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/jpsh.3.1.2024.1-11

Abstract

Dalam upaya menjalankan tri dharma perguruan tinggi, Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang melaksanakan kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik – Pengabdian pada Masyarakat (KKNT-PPM) di setiap desa di seluruh wilayah Provinsi Nusa Tenggaran Timur (NTT). Salah satu lokasi KKN PPM pada tahun 2023 ialah Desa Babulu Selatan, Kabupaten Malaka. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan mahasiswa dan mahasisiwi pengalaman belajar secara nyata dengan masyarakat, bersentuhan langsung dengan masalah mereka dan memecahkannya. Salah satu masalah yang dihadapi masyarakat ialah masih ada anak-anak usia sekolah dasar yang belum memiliki kemampuan membaca, menulis dan berhitung dengan baik. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, mahasiswa melakukan pelatihan Calistung setiap dua kali seminggu dan menyelenggarakan lomba. Untuk menganalisis penampilan peserta, mahasiswa menyiapkan rubrik penilaian membaca, menulis dan berhitung. Sedangkan untuk mengetahui persepsi mereka terhadap pelatihan tersebut, mahasiswa menyebarluaskan angket. Data penampilan peserta lomba dianalisis dengan menggunakan skala skor yang terentang dari 0-100, sedangkan data persepsi dihitung dari jumlah jawaban positif dibagi jumlah peserta pelatihan dikali 100%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemampuan peserta lomba dikategorikan baik sekali. Hasil ini ternyata sejalan dengan hasil analisis persepsi bahwa mereka sangat senang dngan pelatihan tersebut. Hasil ini mengindikasikan bahwa Calistung perlu diterapkan secara sistematis di tingkat pendidikan SD.
Pengembangan Kemampuan Kreatif Produktif Siswa SMA Fides Kefamenanu melalui Pelatihan Jurnalistik Sahan, Anselmus; Sahan, Meylisa Yuliastuti; Kamlasi, Imanuel; Wisrance, Maria Wihelmina; Tenis, Wilfridus; Manu, Hendrik O
Bakti Cendana Vol 7 No 2 (2024): Bakti Cendana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32938/bc.7.2.2024.125-137

Abstract

The implementation of this PkM was carried out using socialization, lecture, training (workshops), and guidance methods. After giving the training, the students were presented with a questionnaire containing 7 questions to find out their perceptions of the benefits of the training for the development of their creative-productive abilities. Their answers were analyzed using descriptive qualitative, namely the number of answers divided by the number of students multiplied by 100%. The results of the data analysis showed that 50 (or: 26%) respondents were very capable, 88 (or; 47%) were able, 47 (or: 25%) were less able and 4 (or: 2%) were unable. This shows that all respondents have benefited from journalistic training which is useful for developing creative-productive critical thinking skills. In addition, there are two digital journalistic skills that they are good at, namely using a laptop/computer (17 answers or 63%) and publishing works via Instagram (15 answers or 56%). This happens because they have been familiar with various digital technology tools and used them well. These results have implications for the use of digital technology facilities in subsequent journalistic training and teaching and learning processes in the classroom.
Eksplorasi Manajemen Privasi Komunikasi Mahasiswa Melalui Buku Harian Dan Instagram Sahan, Meylisa Yuliastuti; Gual, Yoseph Andreas; Bello, Maria Florencia Yunita
WACANA: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Volume 24, No. 1 June 2025
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/wacana.v24i1.4553

Abstract

Internet-based social media platforms, such as Instagram, provide users with new spaces for self-expression, often blurring the boundaries of personal privacy. Before the digital era, personal diaries served as private outlets for emotional expression and self-reflection. This study explores how university students manage privacy boundaries when disclosing personal information through both digital (Instagram) and traditional (diary) media. Using Communication Privacy Management Theory as the analytical framework, this qualitative research involved document analysis of student diaries and in-depth interviews with ten Communication Science students. The results indicate three distinct privacy strategies: (1) those who use diaries exclusively for emotional release, (2) those who prefer Instagram’s “close friends” feature for semi-private sharing, and (3) those who selectively switch between both platforms based on content sensitivity. The study highlights the role of media characteristics in shaping privacy decisions and underscores the importance of digital literacy in navigating personal boundaries in a connected world.
Peningkatan Layanan Publik Melalui Pembuatan Pondok Literasi Di Desa Ria Bao Kabupaten Lembata Sahan, Meylisa Yuliastuti; Alfan, Hyasintus; Virginia, Rosalia; Seran, Carolus Baromeus; Bei, Michaela Longa
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Edisi Januari - Maret
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya tingkat literasi di Desa Ria Bao, Kecamatan Nagawutung, Kabupaten Lembata, menjadi hambatan signifikasi bagi perkembangan individu dan kemajuan sosial-ekonomi masyarakat. Kondisi ini diperparah oleh minimnya akses terhadap bahan bacaan, kurangnya fasilitas pendidikan nonformal, serta terbatasnya ruang pembelajaran komunitas. Untuk menjawab tantangan ini, penelitian ini mengembangkan program “Pondok Literasi” sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan budaya literasi di tingkat desa. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan analisis untuk menggambarkan, memaknai, dan menginterpretasikan fenomena yang terjadi secara komprehensif. Tahapan pengabdian meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan refleksi, yang dirancang secara sistematis guna memastikan hasil yang sesuai dengan kebutuhan lokal. Implementasi program ini menghasilkan peningkatan akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan menciptakan ruang belajar yang inklusif. Temuan ini menunjukan bahwa Pondok Literasi tidak hanya berkontribusi pada pengembangan literasi individu, tetapi juga pada pemberdayaan komunitas secara berkelanjutan. Hasil penelitian ini menegaskan pentingnya inovasi berbasis kebutuhan lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat pedesaan melalui literasi.
MEMBANGUN INTERAKSI POSITIF DAN RESPONSIF PADA PEMERINTAH DESA LIWULAGAN MELALUI MEDIA BERUPA PAPAN INFORMASI DAN KOTAK SARAN Dulin, Gabriel Lagi; Sahan, Meylisa Yuliastuti; H. Molan, Kristianus Simon
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Juli
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i2.4767

Abstract

The village government has an important role in realizing transparent, accountable, and participatory governance. One effort that can be made is to build positive and responsive interactions between the village government and the community. This study aims to describe how information boards and suggestion boxes can be used to strengthen two-way communication between the Liwulagan Village government and its residents. Information boards are used as a means of conveying information about village programs, activity agendas, and accountability reports, while suggestion boxes are a medium for the community to convey aspirations, criticisms, and suggestions directly. The implementation of activities is carried out through field practice, where the team together with the village government installs information boards and places suggestion boxes in strategic locations in the village. The results of observations show that this media is able to increase community participation and encourage the village government to respond more quickly to the needs of residents. However, challenges such as lack of community awareness in providing input and limited resources still need to be overcome. Overall, the use of information boards and suggestion boxes has proven effective in building positive communication and strengthening relations between the village government and the community in Liwulagan Village. Keywords: Interaction, Village Government, Information Boards, Suggestion Boxes, Community Participation.
Optimalisasi Irigasi Pertanian Melalui Implementasi Spiral Water Pump terhadap Produktivitas Petani di Desa Weihura Liwun, Emilianus Harun; Fernandez, Antonius Toni; Takeleb, Blandina B. Rosa; Boymau, Veronika A.; Dacosta, Nini Fandriana; Rodrigues, Servatius; Sahan, Meylisa Yuliastuti
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) Edisi September - Desembe
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v5i4.4249

Abstract

Dalam upaya menjalankan tri dharma perguruan tinggi Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang bersama kegiatan Community Outreach Program (COP) Internasional Universitas Petra-Pengabdian kepada masyarakatdi luar jangkuan di seluruh wilayah indonesia. Salah satu lokasi kegiatan Community Outreach Program adalah Desa Weihura Kabupaten Sumba Barat Daya. Salah satu masalah yang dialami masyarakat Desa Weihura adalah irigasi. Masyarakat masih menggunakan mesin diesel atau mesin yang menggunakan bahan bakar sehingga mengeluarkan banyak biaya untufk membeli bahan bakar guna proses memompa air dari sungai kesawah. Sehingga untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, mahasiswa merancanag sebuah alat teknologi berupa Spiral Water Pump untuk mengatasi masalah yang dihadapi oleh masyarakat Desa Weihura. Program ini menggunakan tiga metode pengerjaan yaitu identifkasi masalah, pemasangan spiral water pump dan evaluasi. Dari program kerja yang dijalankan telah diperoleh hasil Pertama, dari hasil observasi kelompok menemukan bahwa masyrakat desa Weihura berprofesi sebagai petani, meskipun ada yang berprofesi sebagai petani, meskipun ada yang berprofesi sebagai guru dan petugas kesehatan namun, pekerjaan pokok mereka setalah pulang dari kantor atau sekolah adalah bertani. Kedua, dari fakta yang ditemukan kelompok bersepakat untuk mengatasi masalah pertanian dengan merancang Spiral Water Pump yang dapat digunakan masyrakat untuk mengalirkan air dari sungai menuju arah pertanian masyrakat desa Weihura. Ketiga, dalam proses ini dibutuhkan komunikasi yang tepat sasaran, agar segala perencanaan dapat terlaksanakan dengan baik.
Folklore Storytelling: A Study into the Effectiveness of Traditional Short Story for Enhancing Vocabulary Development in EFL Learners Ke Lomi, Aplonia Nelci; Aleksius, Madar; Sahan, Meylisa Yuliastuti
Register Journal Vol. 17 No. 2 (2024): REGISTER JOURNAL
Publisher : UIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/register.v17i2.279-300

Abstract

This study explores the effectiveness of integrating traditional short stories into English as a Foreign Language (EFL) instruction to enhance vocabulary development among eighth-grade students in South Amarasi. Employing a mixed-methods design, the research assesses the impact of storytelling on vocabulary acquisition by administrating pre-test and post-test assessments to 26 junior high school students.  The results indicate a significant 20% improvement in vocabulary knowledge following the intervention.  Qualitative insights gathered from teacher interviews reveal several critical findings. Teachers reported challenges in integrating cultural values into the teaching, particularly due to limited resources. Nonetheless, they confirmed that storytelling and visual media are instrumental in enhancing vocabulary acquisition and cultural awareness among students. The use of traditional stories not only makes learning more engaging but also helps students relate new vocabulary to their cultural backgrounds. The research highlights the pedagogical benefits of storytelling in EFL instruction and suggests that this approach effectively supports both vocabulary development and cultural literacy. The study recommends further research with larger sample sizes and cross-cultural comparisons to gain a deeper understanding of the long-term effects of storytelling on language proficiency and cultural literacy, especially in similar suburban Indonesian contexts.
Perilaku Komunikasi Terhadap Anak Down Syndrome Bello, Maria Florencia Yunita; Sahan, Meylisa Yuliastuti; Satu, Innosensia E. I. N.
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i4.15159

Abstract

Penelitian ini dibuat dengan tujuan untuk mengetahui perilaku komunikasi anak dengan down syndrome di panti asuhan bakti luhur kupang. Peran biarawati dalam mengasuh dan mendidik anak down syndrome tentu saja berbeda dengan anak down syndrome yang diasuh langsung oleh orangtua mereka sendiri. Metode penelitian yang digunakanadalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peran biarawati sebagai pengasuh dalam meningkatkan kemandirian yang mempengaruhi perilaku komunikasi setiap anak down syndrome di panti asuhan bakti luhur. Bagaimana mereka membimbing, membina, mendidik, memotivasi, menjadi teladan, menasihati, dan melatih anak. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa peningkatan komunikasi anak down syndrome dalam aspek self help dan self care, dan secara umum kemandirian dalam daily living skill.
Peran Lowewini dalam Pemberdayaan dan Peningkatan Partisipasi Perempuan NTT Melalui Instagram @lowewini Sahan, Meylisa Yuliastuti
Jurnal Kewarganegaraan Vol 6 No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v6i2.4000

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menggali peran komunitas Lowewini dalam melakukan pemerdayaan dan peningkatan partisipasi perempuan Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pembangunan sosial dan budaya dan menganalisis peran Lowewini dari paradigma wacana kritis Sara Mills dan implikasi peran komunitas tersebut dalam dalam memahami fenomena praktek budaya patriarki di propinsi ini. Karena penelitian ini berhubungan dengan kegiatan Lowewini, peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode ini berusaha menelusuri postingan Lowewini di Instagram, melakukan studi dokumentasi dan wawancara dengan pendiri dan anggota komunitas tersebut. Untuk menganalisis informasi yang diperoleh, peneliti menggunakan pendekatan wacana kritis Sara Mills. Hasil analisis data menunjukkan bahwa peran komunitas Lowewini benar-benar telah membangkitkan semangat para anggotanya dalam membangun kehidupan bersama dan menunjukkan jati dirinya sebagai makhluk ciptaan Allah yang bebas dari praktek patriarki di tengah masyarakat NTT. Karena itu, Pemerintah Daerah Propinsi NTT perlu mengukuhkan Lowewini dalam sebuah keputusan politis sebagai komunitas perempuan NTT yang mampu melindungi semua perempuan di propinsi ini dan memiliki peran penting untuk membebaskan kaumnya dari praktek patriarki yang keliru selama ini.Kata Kunci: Lowewini, Nusa Tenggara, Aksi, Perempuan AbstractThis study aims to explore the role of the Lowewini community in empowering and increasing the participation of women in East Nusa Tenggara (NTT) in social and cultural development and to analyze the role of Lowewini from Sara Mills' critical discourse paradigm and the implications of the community's role in understanding the phenomenon of patriarchal cultural practices in the province. this. Because this research is related to Lowewini's activities, the researcher uses a qualitative descriptive method. This method seeks to trace Lowewini's posts on Instagram, conduct documentation studies and interviews with the founders and members of the community. To analyze the information obtained, the researcher used Sara Mills' critical discourse approach. The results of data analysis show that the role of the Lowewini community has really raised the spirit of its members in building a life together and showing their identity as God's creatures that are free from patriarchal practices in the NTT community. Therefore, the Regional Government of NTT Province needs to confirm Lowewini in a political decision as a NTT women's community that is able to protect all women in this province and has an important role in liberating her people from the wrong patriarchal practices so far.Keyywords: Lowewini, East Nusa Tenggara, Act, Woman