Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Exploring Inappropriate Discourse Markers on Students Argumentative Essay: A Discourse Study Hasanah, Rifatul; Basya, Dihliza; ., Ismaili; Sabartono, Ribut
Jurnal Educazione : Jurnal Pendidikan, Pembelajaran dan Bimbingan dan konseling Vol. 10 No. 2 (2022): November
Publisher : FKIP Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/edu.v10i2.2035

Abstract

Effective usage of DMs can help both readers and writers to understand better.Many researchers point out that DMs are important thing in writing, but in another situation, there are still many students using inappropriate DMs in their writing. The goal of this study is to know inappropriate Discourse markers on their essay and also to know what are the factors behind it by studying argumentative essay using Fraser taxonomy and conducting interview.The result argumentative essay, it is found misused discourse markers and overused discourse markers. Total number of inappropriate DMs on students’ argumentative essay are 26 markers. Based on the interview, the researcher found some factors; lack of knowledge, lack of instruction and lack of the awareness about discourse markers.From the result of this study, it indicated that the students’ knowledge about discourse markers were limited. Besides, their essayswere less coherent and cohesive. As conclusion, limitation and recommendation were then discussed.
PEMILU DI ERA DIGITAL: ANTARA HARAPAN, TRANSPARANSI DAN ANCAMAN DISINFORMASI Hasanah, Rifatul; Sopiani, Sopiani; Asmara, Pita
Journal of Social and Education Vol. 2 No. 2 (2026): Journal of Social and Education
Publisher : Lembaga Riset dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66909/lrp.salut.v2i2.200

Abstract

Penelitian ini mengkaji perkembangan sistem pemilu di era digital yang telah menghadirkan paradigma baru dalam proses demokrasi di Indonesia. Digitalisasi pemilu meningkatkan transparansi, efisiensi, dan partisipasi masyarakat, namun menimbulkan tantangan seperti penyebaran disinformasi, kerentanan keamanan cyber, dan kesenjangan akses digital. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi tantangan utama  penyelenggaraan pemilu digital serta merumuskan strategi untuk menghadapinya, dalam peningkatan keamanan data, perbaikan infrastruktur digital, dan optimalisasi peran generasi muda. Dengan metode studi literatur, penelitian ini menganalisis berbagai sumber ilmiah dan dokumen kebijakan terkait penyelenggaraan pemilu di era digital. Adapun yang diperoleh dari penelitian ini mengungkapkan tantangan krusial sistem pemilu digital, meliputi maraknya informasi palsu, kerentanan keamanan sistem, ketimpangan akses teknologi, kendala teknis dalam sistem rekapitulasi, masalah transparansi dan akuntabilitas, serta pelanggaran pemilu masih tinggi. Sebagai solusi, penelitian merekomendasikan implementasikan teknologi seperti AI dan blockchain, peningkatan keamanan server dan perlindungan data, penguatan sistem deteksi serangan cyber, serta peningkatan prosedur pengawasan multi-lembaga. Penelitian ini juga menyoroti peran strategis generasi Z, mayoritas pemilih digital native dalam mewujudkan pemilu berintegritas di era digital. Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan kontribusi terhadap pengembangan kebijakan pemilu yang adaptif terhadap tantangan digital, menjadi referensi bagi penyelenggara pemilu, pemerintah, dan akademisi dalam merancang sistem pemilu yang aman, inklusif, dan partisipatif.