Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sinergi Pemerintah-Elit Lokal Dalam Membangun Damai Di Bondowso Husni, Amin Said
The Sociology of Islam Vol. 5 No. 2 (2022): December
Publisher : Prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/jsi.2022.5.2.107-125

Abstract

Penelitian ini fokus mengkaji kolaborasi pemerintah daerah Bondowoso dengan para elit lokal sebagai pemimpin informal dalam mewujudkan harmoni keagamaan di Bondowoso pada rentang waktu 2008 hingga saat ini. Terutama dalam konteks relasi antar umat beragama (inter-religious relations) maupun di internal umat beragama (intra-religious relations). Pada rentang waktu tersebut, potensi ketegangan dalam relasi beragama umat beragama di Bondowoso cukup terbuka. Terutama menyangkut isu Sunni dan Syi’ah. Namun, potensi tersebut berhasil dicegah berubah menjadi konflik kekerasan sehingga yang tercipta adalah situasi harmonis dan damai. Sinergi kedua entitas struktur pemerintah dan aktor lokal dalam merawat harmoni beragama menarik bila ditelusuri dari dua fokus utama. Pertama, berkaitan dengan bagaimana potret harmoni keagamaan yang berlangsung di Bondowoso sejak tahun 2008 ; kedua, bagaimana strategi pemerintah Bondowoso membangun perdamaian dalam perspektif pembangunan perdamaian campuran pada rentang waktu tersebut. Berpijak pada dua fokus tersebut, penelitian ini bertujuan memahami potret relasi harmoni keagamaan di Bondowoso sejak tahun 2008, serta strategi yang dijalankan pemerintah Bondowoso dalam membangun perdamaian dalam perspektif pembangunan perdamaian campuran. Untuk menjawab fokus penelitian, penelitian ini menggunakan perspektif perdamaian campuran (hybrid peace) sebagai lensa analisis. Perdamaian campuran merupakan tren dalam analisis permbangunan perdamaian yang berorientasi pada titik temu nilai global seperti demokrasi dan segala institusinya termasuk pemerintah daerah dengan aktor-aktor lokal seperti para tokoh agama sebagai salah satu elit lokal yang menentukan dalam mewujudkan harmoni keagamaan. Untuk menghasilkan satu temuan yang dalam dengan deskripsi yang kaya (thick description), penelitian ini memanfaatkan metode penelitian kualitatif. Kata Kunci: Harmoni – Perdamaian – Konflik – Lokal - Pemerintah
Purifying the Heart, Unveiling the Truth: Understanding Al-Ghazālī's Epistemology Husni, Amin Said; Bahar, Moh. Syaeful; Harnadi, Dodik
Journal of Pesantren and Diniyah Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Journal of Pesantren and Diniyah Studies
Publisher : Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah Provinsi Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63245/jpds.v2i1.32

Abstract

Al-Ghazālī is one of the foremost thinkers in the tradition of Islamic thought. His life story has inspired many historians worldwide to document his journey. His interdisciplinary thinking has given rise to numerous works that explore his contributions from various scholarly perspectives. Although his ideas culminated in a philosophical product that diverged from the tradition of earlier philosophers, Al-Ghazālī could not entirely avoid employing philosophical logic in developing a philosophy of knowledge oriented towards unveiling the ultimate truth. This paper seeks to uncover Al-Ghazālī's philosophy of knowledge, particularly within the ontology and epistemology he developed. His philosophy of knowledge is rooted in a theological affirmation of God's oneness. Building upon this ontological foundation, Al-Ghazālī posits a single source of knowledge. Consequently, he opposes the compartmentalization of knowledge into distinct categories. Moreover, since knowledge emanates from the true substance of God, it attains a noble status in Al-Ghazālī's understanding. For Al-Ghazālī, authentic knowledge is what he terms al-ilmu al-yaqini, which can only be achieved through the illumination of the heart or mukasyafah. His concept of al-ilmu al-yaqini arises from his belief that the purpose of his scholarly journey is to uncover the substance of all realities or haqaiq al-umur. His epistemological perspective is characterized by a strong monism, emphasizing that all knowledge ultimately derives from and leads back to the singular divine source.