Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

INNOVATION IN USING BETEL LEAVES IN PERSONAL HYGIENE EDUCATION TO IMPROVE BOYS' HEALTH AT PAUD AL-WALIDAH, GARUT DISTRICT Nurjaman, Iman; Rinjani , Santi; Dewi, Winasari; Ainurrahmah, Yusni; Jinan, Ridwan Riadul; Yulianie, Rany; Sutrisno, Nisa Wening Asih; Bastian, Yani Annisa Fauziah
Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Inspirasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This program focuses on personal hygiene education for boys at PAUD Al-Walidah, Sukajaya, Garut Regency. Through innovation in the use of betel leaves as a natural antiseptic ingredient by involving parents, this program aims to increase awareness and clean living behavior in children. Apart from that, this program is also designed to empower the community by opening business opportunities based on local innovation. The results of this activity show an increase in the ability and knowledge of parents of uncircumcised boys regarding the importance of keeping personal areas clean. Therefore, parents can use natural media using betel leaves which are processed into an antiseptic spray and the ingredients are available around the house to clean the scalp area of ​​their child's penis to prevent phimosis.
Pengaruh Perawatan Kulit dengan Minyak Zaitun Terhadap Gangguan Integritas Kulit Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Ainurrahmah, Yusni; Winasari Dewi; Annisa Fauziah Bastian, Yani
Nursing Care and Health Technology Journal (NCHAT) Vol. 5 No. 1 (2025): Nursing and Health Care Technology-January to June Period
Publisher : Progres Ilmiah Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/nchat.v5i1.101

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) Tipe 2 adalah gangguan metabolik kronis yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi kulit, seperti pruritus dan xerosis, akibat neuropati diabetik dan angiopati. Di RSUD dr. Slamet Garut, kejadian gangguan integritas kulit pada pasien DM mengalami peningkatan, namun penelitian mengenai penggunaan minyak zaitun sebagai intervensi perawatan kulit alternatif masih terbatas. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perawatan kulit menggunakan minyak zaitun terhadap integritas kulit pada pasien DM tipe 2 di RSUD dr. Slamet Garut. Metode penelitian ini menerapkan desain quasi eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest control group. Sampel sebanyak 22 pasien DM tipe 2 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan mengaplikasikan minyak zaitun pada area kulit yang bermasalah dua kali sehari selama 7 hari. Analisis data dilakukan dengan Paired Sample T- Test. Hasil: Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan integritas kulit yang signifikan setelah aplikasi minyak zaitun (p < 0.05). Sebanyak 50% partisipan mengalami peningkatan kondisi kulit menjadi tidak terganggu setelah intervensi. Rata-rata skor pretest adalah 3.18, sedangkan skor posttest adalah 2,00, dengan selisih rata-rata 1.18. Kesimpulan penelitian bahwa minyak zaitun efektif dalam meningkatkan integritas kulit pada pasien Diabetes Mellitus tipe 2 di RSUD dr. Slamet Garut melalui mekanisme hidrasi, peningkatan sirkulasi mikro, dan aktivitas antioksidan.
Edukasi Kesehatan (Hipertensi) Dalam Meningkatkan Kesadaran Kepada Masyarakat di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul Kabupaten Garut Yani Annisa Fauziah Bastian; Winasari Dewi; Santi Rinjani; Yusni Ainurrahmah; Iman Nurjaman; Ridwan Riadul Jinan
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.176

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular dengan prevalensi tinggi di Indonesia dan sering disebut sebagai silent killer karena banyak penderitanya tidak menyadari kondisi yang dialami. Kelompok lansia menjadi populasi yang rentan karena risiko komplikasi lebih besar, sementara pengetahuan mereka mengenai pencegahan dan pengendalian hipertensi masih terbatas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader serta lansia dalam upaya promotif dan preventif melalui media booklet dan demonstrasi pembuatan minuman herbal daun salam. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 21 Agustus 2025 di GOR Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 40 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman faktor risiko, pencegahan hipertensi, keterampilan membuat minuman herbal, serta kesadaran melakukan kontrol rutin. Kesimpulan pengabdian kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan kesadaran, perubahan sikap menuju pola hidup sehat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat.
Peningkatan Kesiapsiagaan Keluarga dalam Penanganan Pertama Kegawatdaruratan Anak di Rumah melalui Edukasi Kesehatan dan Simulasi Digital di Kelurahan Sukajaya Fauziah Bastian, Yani Annisa; Ainurrahmah, Yusni; Rinjani, Santi; Jinan, Ridwan Riadul
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.23882

Abstract

ABSTRAK Kondisi kegawatdaruratan tidak hanya terjadi di lingkungan Rumah Sakit, melainkan dapat juga terjadi dalam lingkungan rumah tangga terutama pada kelompok anak usia balita, diantaranya kejadian tersedak, luka bakar dan kejang demam. Adapun Faktor yang menjadi penentu keselamatan anak saat kejadian gawat darurat seperti pengetahuan, akses informasi dan keterampilan praktis anggota keluarga khususnya ibu mengenai identifikasi tanda bahaya, pertolongan pertama dan kapan harus merujuk ke layanan darurat masih terbatas. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan kader serta Ibu Rumah Tangga dengan anak usia 0-5 tahun dalam penanganan pertama kejadian kegawatadaruratan melalui edukasi dan simulasi digital. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, pelaksanaan, evaluasi, dan monitoring. Kegiatan dilaksanakan pada 26 November 2025 di RW 16 Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut dengan jumlah peserta 50 orang. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang signifikan berdasarkan hasil pre-test dan post-test, antara lain pemahaman kegawatdaruratan dirumah dan penanganan pertama. Kesimpulan kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pengetahuan dan kesiapsiagaan keluarga dalam menangani kondisi gawat darurat, dan pemberdayaan kader sebagai agen perubahan di masyarakat. Kata Kunci: Edukasi, Kegawatdaruratan,Anak, Keluarga, Simulasi Digital.  ABSTRACT Emergency conditions do not only occur in hospital settings but can also arise within households, particularly among children under five years old, such as choking, burns, and febrile seizures. Factors that determine a child’s safety during emergencies—such as knowledge, access to information, and practical skills of family members, especially mothers, regarding the identification of danger signs, first aid, and when to seek emergency services—remain limited. Purpose: This community service program aims to improve the knowledge and preparedness of community health volunteers and mothers with children aged 0–5 years in providing initial management of emergency events through education and digital simulation. The implementation method included preparation, execution, evaluation, and monitoring. The activity was conducted on November 26, 2025, in RW 16, Sukajaya Village, Tarogong Kidul District, Garut Regency, with a total of 50 participants. The results showed a significant increase in participants’ knowledge and skills based on pre-test and post-test findings, including understanding of home emergencies and first-response actions. Conclusion: This activity had a positive impact by increasing families’ knowledge and preparedness in handling emergency conditions and empowering community health volunteers as agents of change within the community. Keywords: Education, Emergency, Children, Family, Digital Simulation.
Association Between Daily Gadget Use and Anxiety Levels Among Indonesian Elementary School Children: A Cross-Sectional Study Rinjani, Santi; Fauziah, Yani Annisa; Winasari Dewi
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 8 No. 1 (2026): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v8i1.536

Abstract

Background: Background: The use of digital gadgets among school-aged children has increased substantially and may contribute to psychological problems, particularly anxiety. However, empirical evidence examining the association between daily gadget use duration and anxiety levels among elementary school children in Indonesia remains limited. Therefore, this study aimed to examine the association between daily gadget use duration and anxiety levels among elementary school children in Garut, Indonesia using a cross-sectional design. Methods: This cross-sectional study was conducted among elementary school children aged 6–12 years in Garut, Indonesia. Participants were recruited using stratified random sampling. Inclusion criteria were students aged 6–12 years who consented to participate, while students with diagnosed neurological or psychiatric disorders were excluded. The independent variable was daily gadget use duration, and the dependent variable was anxiety level measured using the Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS), which showed good reliability (Cronbach’s alpha = 0.938). Spearman correlation analysis was performed. This study adhered to the STROBE guidelines. Results: The median daily gadget use duration was 3.0 hours (IQR 2.0–4.0), and the median anxiety score was 51.0 (IQR 40.0–60.0), with a mean of 49.65 (SD 17.17). Spearman correlation analysis revealed a significant positive association between daily gadget use duration and anxiety level among elementary school children (r = 0.215, 95% CI 0.01–0.40, p = 0.040), indicating a weak but statistically significant correlation. This finding suggests that longer gadget use duration was associated with slightly higher anxiety levels among children. Conclusion: Higher daily gadget use duration was associated with increased anxiety levels among elementary school children. These findings underscore the importance of monitoring gadget use and implementing early mental health screening to identify anxiety symptoms. School-based and community-based interventions may help promote healthy digital habits and support child mental health, particularly in resource-limited settings.