Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Deixis Analysis in Mark Zuckerberg’s Testimony in the United States Congress Nurjannah Nurjannah; Sahur Saerudin
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 15 No. 3 (2025): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v15i3.3108

Abstract

This study analyzes the use of deixis in Mark Zuckerberg’s testimony in the United States Congress, focusing on how deictic expressions contribute to meaning, positioning, and speaker-hearer relations in political discourse. Deixis, a central concept in pragmatics, refers to words and phrases such as pronouns, temporal expressions, and spatial indicators that require contextual information for interpretation. This research employed a qualitative descriptive method with a pragmatic approach. The primary data for this research consists of video recordings of Mark Zuckerberg’s congressional hearings in Youtube channel. The utterances of Mark Zuckerberg and Senators became the object of the research to be investigated. The findings show that the deictic markers employed during testimony in Congress categorized into three types; they are personal, temporal, and spatial deixis. Zuckerberg and Senators skillfully employs deixis to construct an image of accountability, collaboration, and respect, while subtly shifting responsibility through strategic pronoun use. By examining how deixis functions in Zuckerberg’s testimony, the research contributes to broader insights in political linguistics, discourse analysis, and pragmatics.
Analisis Bahasa Muna di Sulawesi Tenggara Nurjannah Nurjannah; Sahur Saerudin; Ansor Putra
JURNAL PENDIDIKAN BAHASA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN BAHASA
Publisher : STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpb.v14i1.1717

Abstract

Bahasa Muna merupakan salah satu bahasa daerah yang dituturkan oleh Masyarakat suku Muna yang ada di Sulawesi Tenggara. Bahasa Muna tergolong sebagai Bahasa vokalis karena setiap kata dalam bahasa tersebut selalu diakhiri dengan huruf vokal. Jika mengadopsi kosakata dari bahasa lain yang berakhiran fonem konsonan maka kosakata tersebut akan ditambahkan fonem vokal diakhir kata tersebut. Berdasarkan hal itu, usaha untuk menginventarisasi fonem bahasa Muna sangat penting untuk dilakukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan menggunakan 200 kosakata dasar Swadesh. Langkah ini dilakukan untuk menginventarisasi fonem vokal yang ada dalam bahasa Muna di semua posisi, baik itu posisi, awal, tengah, maupun posisi akhir. Berdasarkan hasil analisis, ditemukan bahwa fonem vokal bahasa Muna ditemukan pada semua posisi yaitu awal. tengah, dan akhir. Bahasa Muna tidak mengenal diftong namun, bahasa Muna mengenal vokal rangkap. Setiap kosaka kata dengan suku tertutup jika diserap dalam bahasa Muna akan diubah menjadi suku terbuka dengan cara menambahkan fonem vokal diakhir kata atau menghilangkan fonem konsonan di akhir kata itu.
Analisis Pragmatik Kesantunan Imperatif dalam Masyarakat Tutur Kendari Nurjannah; Nirmalasari; Mariani; Sahur Saerudin
Cakrawala Listra: Jurnal Kajian Sastra, Bahasa, dan Budaya Indonesia Vol 8 No 2 (2025): Volume 8, Nomor, 2 Desember 2025
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/4jn92k98

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dan strategi kesantunan dalam tindak tutur imperatif yang digunakan oleh masyarakat Kendari. Tindak tutur imperatif merupakan jenis tuturan yang berfungsi untuk memerintah, meminta, melarang, mengajak, atau mengarahkan mitra tutur agar melakukan suatu tindakan, serta memiliki potensi tinggi mengancam muka mitra tutur. Oleh karena itu, penerapan strategi kesantunan menjadi aspek penting dalam menjaga keharmonisan interaksi sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap. Data berupa tuturan imperatif yang digunakan dalam interaksi sehari-hari masyarakat Kendari, yang selanjutnya dianalisis berdasarkan bentuk dan strategi kesantunannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Kendari merealisasikan kesantunan imperatif melalui berbagai tipe kalimat, yaitu imperatif langsung, imperatif halus, imperatif permintaan, imperatif larangan, imperatif ajakan atau anjuran, kalimat interogatif bernada perintah, serta kalimat deklaratif bernada perintah. Pemilihan tipe kalimat tersebut dipengaruhi oleh faktor sosial seperti usia, status sosial, hubungan kekerabatan, kedekatan sosial, serta konteks situasi tutur. Temuan ini menunjukkan bahwa kesantunan imperatif dalam masyarakat Kendari tidak hanya berfungsi sebagai strategi linguistik, tetapi juga sebagai cerminan nilai budaya, norma sosial, dan struktur sosial yang berlaku. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya kajian pragmatik, khususnya dalam bidang kesantunan berbahasa, serta memberikan kontribusi empiris terhadap pemahaman praktik berbahasa masyarakat Kendari.
Constructing meaning and emotional intimacy through deixis in Rosé’s song lyrics Nurjannah, Nurjannah; Sahur Saerudin
EnJourMe (English Journal of Merdeka) : Culture, Language, and Teaching of English Vol. 10 No. 2 (2025): December 2025
Publisher : Universitas Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/enjourme.v10i2.16554

Abstract

This study investigates deixis in selected songs from Rosé’s Rosie album by identifying deictic types and analyzing their pragmatic functions. Five songs, namely Number One Girl, Toxic Till the End, Two Years, Drinks or Coffee, and APT, were intentionally chosen for their rich emotional content and contextual diversity. The research shows that deixis serves as a discourse strategy that creates emotional closeness, narrative viewpoint, and interpersonal bonds in modern song lyrics. Using a descriptive, qualitative approach with a pragmatic focus, data collection involved stages such as selecting songs, identifying deictic expressions, coding, and interpretive analysis. Results identified five types of deixis: person, spatial, temporal, social, and discourse. A total of 119 expressions were found: 68 person, 17 spatial, 19 temporal, 8 social, and seven discourse deixis. Person deixis is most prominent, indicating the singer’s personal engagement and emotional perspective as they portray love, loss, and relationships. Overall, the findings emphasize the vital role of deixis in shaping meaning, emotional depth, and interpersonal connections in song lyrics.