Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Maritime Defense Diplomacy Strategy Cultural Approach of Gunung Padang Site Facing Problems in the North Natuna Sea Prakoso, Lukman Yudho; Alman, Fariel Zulfikar; Alman, Gabriel Choirul; Rianto, Rianto; Patmi, Sri; Habibie, Sri Yaumil; Soemantri, Asep Iwa; Prasetyo, Heru
Indonesian Journal of Applied and Industrial Sciences (ESA) Vol. 3 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/esa.v3i4.10157

Abstract

This study analyzes the maritime defense diplomacy strategy with the cultural approach of the Gunung Padang Site in dealing with problems in the North Natuna Sea. The cultural approach was chosen as the basis for the strategy to assert Indonesia's sovereignty over its maritime territory which is threatened by claims from other countries. With a focus on the Gunung Padang Site as a symbol of Indonesia's rich cultural heritage, this study explores the potential for cultural diplomacy in strengthening Indonesia's claim to the North Natuna Sea. The research method used is qualitative descriptive with a literature study approach, collecting data from primary and secondary sources related to history, culture, and maritime diplomacy. The results of the analysis show that the integration of culture in maritime defense diplomacy provides a stronger and more convincing dimension in voicing Indonesia's national interests. The recommendations produced include strengthening cultural diplomacy, developing communication infrastructure and diplomatic capabilities, more intensive international collaboration, and increasing research and analysis on the relationship between culture and maritime interests. It is hoped that the results of this study can provide a positive contribution in efforts to maintain Indonesia's maritime sovereignty and security in the North Natuna Sea.
The Urgency of Indonesian Public Policy in Facing a War Situation in the Peace of Global Economic Competition Rianto, Rianto; Prakoso, Lukman Yudho; Alman, Fariel Zulfikar; Soemantri, Asep Iwa; Patmi, Sri; Bermana, Seftiandra; Habibie, Sri Yaumil; Al-Mujaddid, Toriq Furqon
Indonesian Journal of Interdisciplinary Research in Science and Technology Vol. 2 No. 7 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/marcopolo.v2i7.10450

Abstract

This article discusses the urgency of Indonesian public policy in facing the situation of "war in peace" amidst global economic competition. Competition between countries now includes economics, technology, and politics. Indonesia must adopt adaptive and proactive policies to maintain stability and advance national interests. Through qualitative analysis, this article explores strategies such as strengthening economic infrastructure, economic diversification, human resource development, economic diplomacy, and bureaucratic reform. National security policy must also include economic, cyber, and energy aspects. This research provides insights for policymakers, academics, and practitioners in formulating effective strategies to face the challenges of globalization.
Strategi Indonesia dalam Mendorong Diplomasi Maritim ASEAN untuk Membangun Stabilitas Keamanan Regional di tengah Dinamika Konflik Laut China Selatan Habibie, Sri Yaumil
Indonesian Perspective Vol 10, No 2 (2025): (Juli-Desember 2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v10i2.76361

Abstract

Konflik Laut China Selatan (LCS) menjadi tantangan keamanan maritim yang kompleks di Asia Tenggara, melibatkan klaim teritorial antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pendiri ASEAN, Indonesia berperan strategis dalam mendorong diplomasi maritim untuk menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat keberhasilan Indonesia dalam diplomasi maritim ASEAN, serta merumuskan strategi peningkatan stabilitas keamanan regional di LCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan NVivo 12 Plus, penelitian ini menemukan bahwa diplomasi maritim Indonesia didukung oleh posisi geografis strategis dan peran historisnya di ASEAN. Inisiatif seperti East Asia Summit Statement dan ASEAN Seaport Interdiction Task Force mencerminkan kepemimpinan regional Indonesia. Namun, upaya ini terkendala oleh lemahnya kepemimpinan kolektif ASEAN dan rivalitas Tiongkok-Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia menekankan pendekatan non-konfrontatif berbasis hukum internasional dan prinsip bebas aktif, dengan peran sebagai mediator netral dalam dialog ASEAN-Tiongkok, termasuk penyusunan Code of Conduct (CoC). Diplomasi ini perlu diperluas untuk mencakup pengelolaan konflik, kerja sama ekonomi biru, dengan melakukan konvergensi kebijakan dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia. Pendekatan kooperatif ini diharapkan memperkuat pengaruh Indonesia sekaligus menjaga stabilitas dan sentralitas ASEAN.
Strategi Indonesia dalam Mendorong Diplomasi Maritim ASEAN untuk Membangun Stabilitas Keamanan Regional di tengah Dinamika Konflik Laut China Selatan Habibie, Sri Yaumil
Indonesian Perspective Vol 10, No 2 (2025): (Juli-Desember 2025)
Publisher : Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/ip.v10i2.76361

Abstract

Konflik Laut China Selatan (LCS) menjadi tantangan keamanan maritim yang kompleks di Asia Tenggara, melibatkan klaim teritorial antara negara-negara ASEAN dan Tiongkok. Sebagai negara kepulauan terbesar dan pendiri ASEAN, Indonesia berperan strategis dalam mendorong diplomasi maritim untuk menjaga stabilitas kawasan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor pendukung dan penghambat keberhasilan Indonesia dalam diplomasi maritim ASEAN, serta merumuskan strategi peningkatan stabilitas keamanan regional di LCS. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan NVivo 12 Plus, penelitian ini menemukan bahwa diplomasi maritim Indonesia didukung oleh posisi geografis strategis dan peran historisnya di ASEAN. Inisiatif seperti East Asia Summit Statement dan ASEAN Seaport Interdiction Task Force mencerminkan kepemimpinan regional Indonesia. Namun, upaya ini terkendala oleh lemahnya kepemimpinan kolektif ASEAN dan rivalitas Tiongkok-Amerika Serikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Indonesia menekankan pendekatan non-konfrontatif berbasis hukum internasional dan prinsip bebas aktif, dengan peran sebagai mediator netral dalam dialog ASEAN-Tiongkok, termasuk penyusunan Code of Conduct (CoC). Diplomasi ini perlu diperluas untuk mencakup pengelolaan konflik, kerja sama ekonomi biru, dengan melakukan konvergensi kebijakan dengan negara anggota ASEAN lainnya seperti Malaysia. Pendekatan kooperatif ini diharapkan memperkuat pengaruh Indonesia sekaligus menjaga stabilitas dan sentralitas ASEAN.