Novenna Citrasari Muria Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pentingnya Asesmen Dalam Menyusun Program Pembelajaran Di Sekolah Inklusi SD Al Firdaus Surakarta Novenna Citrasari Muria Wijaya; Achmad Rasyid Ridha
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/k2sy4550

Abstract

Education in inclusive schools has its own characteristics that distinguish it from regular schools. In inclusive schools, diverse students both regular students and children with special needs—learn together in the same environment. This condition requires teachers to have adaptive learning strategies so that all students can be served well. Therefore, assessment is a crucial step that must be taken, because through assessment, teachers can understand the needs, potential, and learning obstacles of each child. This is in line with the practices implemented at Al Firdaus Elementary School, Surakarta, as one of the inclusive schools that consistently develops equality-based educational services. This study used a descriptive qualitative approach with observation and interview methods. The research subjects included the Inclusion Coordinator, Class Teachers, and Special Assistant Teachers (GPK) at Al Firdaus Elementary School, Surakarta. The results show that assessment is a fundamental aspect in developing learning programs. Through assessment, teachers can design learning activities that are appropriate to the needs of each child, so that learning can be optimally enjoyed by all students, both regular and special needs. Assessments at Al Firdaus Elementary School in Surakarta are conducted twice a year, at the beginning of the new school year and at the beginning of each semester. Assessment results serve a dual purpose: as a guideline for identifying a child's disability and as a basis for developing a Smart Plan for each semester. Thus, assessments serve not only as a measuring tool but also as a key foundation for designing inclusive, adaptive, and equitable learning programs. Abstrak Pendidikan di sekolah inklusi memiliki karakteristik tersendiri yang membedakannya dengan sekolah reguler. Di sekolah inklusi, peserta didik yang beragam—baik siswa reguler maupun anak berkebutuhan khusus—belajar bersama dalam satu lingkungan yang sama. Kondisi ini menuntut guru untuk memiliki strategi pembelajaran yang adaptif agar semua siswa dapat terlayani dengan baik. Oleh karena itu, asesmen menjadi langkah penting yang harus dilakukan, karena melalui asesmen guru dapat memahami kebutuhan, potensi, serta hambatan belajar masing-masing anak. Hal ini sejalan dengan praktik yang diterapkan di SD Al Firdaus Surakarta sebagai salah satu sekolah inklusi yang konsisten mengembangkan layanan pendidikan berbasis kesetaraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode observasi dan wawancara. Subjek penelitian meliputi Koordinator Inklusi, Guru Kelas, dan Guru Pendamping Khusus (GPK) di SD Al Firdaus Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asesmen menjadi aspek fundamental dalam penyusunan program pembelajaran. Melalui asesmen, guru dapat merancang kegiatan belajar yang sesuai dengan kebutuhan setiap anak, sehingga pembelajaran dapat dinikmati secara optimal oleh seluruh siswa, baik reguler maupun berkebutuhan khusus. Asesmen di SD Al Firdaus Surakarta dilakukan dua kali dalam setahun, yaitu pada awal tahun ajaran baru dan awal semester. Hasil asesmen berfungsi ganda: sebagai pedoman untuk mengidentifikasi jenis disabilitas yang dimiliki anak, sekaligus sebagai dasar penyusunan Smartplan pembelajaran untuk setiap semester. Dengan demikian, asesmen tidak hanya berperan sebagai alat ukur, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam merancang program pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan berkeadilan.
Peran Tpq Wijaya Kusuma Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Kampung Srambatan Kota Surakarta Novenna Citrasari Muria Wijaya; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a child's morals cannot be separated from the role of education, both formal education at school and non-formal. Al-Quran Education Park (TPQ) is one of the non-formal educational institutions for children that helps children understand and practice Islamic teachings, including aqidah, worship, and morals. As a non-formal institution that has a role, TPQ certainly requires good management and human resources. As a non-formal institution that has an important role in the education process, in addition there are still many parents who have not been able to educate their children comprehensively with many limitations such as time, knowledge, teaching methods and others. TPQ is expected to take a role in the process of developing children's potential in forming attitudes, knowledge and also skills about religion by using an approach that can adapt to the child's development process based on the Qur'an and AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma in Kampung Srambatan, Surakarta City is a TPQ that is in an environment that is not conducive and risky (High Risk) for children's moral growth. The purpose of this study is to describe the role of TPQ in the formation of children's morals. This study uses a comparative approach with a qualitative type. Data collection techniques are carried out by direct observation to the target TPQ and also open interviews with several research subjects. The results of the study obtained are that there are similarities in both TPQs, namely the personal approach method, giving advice, exemplary behavior and also behavioral habits. While the difference lies in the provision of rewards and punishments in the learning process. Abstrak Pembinaan akhlak seorang anak tidak terlepas dari peran pendidikan, baik pendidikan formal disekolah maupun non formal. Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) merupakan salah satu wadah pendidikan non formal bagi anak yang membantu anak dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama islam, diantaranya aqidah, ibadah, akhlak. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran, TPQ tentu memerlukan manajamen dan sumber daya manusia yang baik. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan, selain itu masih banyak orang tua yang belum mampu mendidik anak secara menyeluruh dengan banyaknya keterbatasan seperti waktu, ilmu pengetahuan, metode mengajar dan lainnya. TPQ diharapkan mengambil peran dalam proses pengembangan potensi anak dalam pembentukan sikap, pengetahuan dan juga keterampilan tentang keagamaan dengan menggunakan pendekatan yang bisa menyesuaikan dengan proses perkembangan anak berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma di Kampung Srambatan Kota Surakarta adalah TPQ yang berada di lingkungan yang tidak kondusif dan risti (Resiko Tinggi) untuk pertumbuhan ahlak anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran TPQ terhadap pembentukan akhlakul karimah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung ke TPQ sasaran dan juga wawancara terbuka terhadap beberapa subjek penelitian. Hasil penelitian yang didapat ialah terdapat kesamaan pada kedua TPQ yaitu metode pendekatan personal, pemberian nasihat, keteladanan dan juga pembiasaan perilaku. Sedangkan perbedaanya terdapat pada pemberian hadiah dan hukuman dalam proses pembelajaran.