Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER SISWA MELALUI PERAN WALISONGO DALAM KEARIFAN LOKAL DAN BUDAYA NUSANTARA Sukari; Uswatun Khasanah; Septian Nur Ika Trisnawati; Muhammad Jafar Nashir
Jurnal Indonesia Mengabdi Vol. 1 No. 1 (2022): Jurnal Indonesia Mengabdi (JIM)
Publisher : Tahta Media Grup

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55080/jim.v1i1.10

Abstract

Pendidikan karakter merupakan upaya mencegah tumbuhnya karakter yang kurang baik bagi generasi muda, khususnya melalui pengenalan nilai-nilai budaya berkearifan lokal. Nilai-nilai karakter yang harus ditanamkan pada peserta didik di era perkembangan teknologi yang sangat pesat saat ini yaitu dengan memberikan pendidikan karakter yang meliputi pengetahuan, kesadaran dan tindakan untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk memberikan penguatan Pendidikan karakter siswa SMA N 1 Karanganyar melalui peran walisongo dalam kearifan lokal dan budaya nusantara. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah partisipastif peserta didik. Dari hasil diskusi selama pengabdian, masih banyak peserta didik yang memahami kearifan lokal/kebudayaan yang ada disekitarnya. Hal ini terlihat dari peserta didik yang mampu menjelaskan, mendiskusikan, dan merefleksikan materi dengan kehidupan sehari-harinya. Pendidikan karakter yang dikuatkan atau dikembangkan oleh tim pengabdi adalah karakter yang bersumber dari olah pikir antara lain cerdas, kritis, ingin tahu, dan reflektif tentang kebudayaan yang dekat dengan peserta didik.
Penguatan Moderasi Beragama Bagi Mahasiswa Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum dan Aktivis Masjid di Kota Surakarta Mukhlis Fathurrohman; Viki Bayu Mahendra; Abbas, Ngatmin; Meti Fatimah; Sukari
Jurnal Pengabdian Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Pengabdian Multidisiplin
Publisher : Kuras Institute & Scidac Plus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51214/00202303714000

Abstract

Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman moderasi beragama bagi mahasiswa Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum dan aktivis masjid di Kota Surakarta melalui penyelenggaraan workshop. Fokusnya mencakup pemahaman moderasi beragama, dialog antarumat beragama, dan pembangunan toleransi. Hasilnya mencakup peningkatan pemahaman moderasi beragama, terjalinnya dialog antarumat beragama, dan peningkatan toleransi di lingkungan kampus dan masjid. Dampaknya tercermin dalam peningkatan kesadaran dan praktik moderasi beragama peserta, dengan pendirian dialog antarumat beragama dan peningkatan toleransi berkontribusi pada menciptakan lingkungan yang lebih harmonis dan inklusif. Ini membina budaya pemahaman dan penghargaan di antara individu dengan latar belakang keagamaan yang beragam.
Pengelolaan Kegiatan Kewirausahaan Dalam Pengembangan Kreativitas  Peserta Didik  Di Mts Negeri 2 Surakarta Pada Program Market Day Indah Kurniawati; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was motivated by the management of entrepreneurial activities in the development of creativity of students MTs Negeri 2 Surakarta through the market day program which is a program with a new term used to be in the lessons of local content and now created a new program called market day. This study aims to determine the management of entrepreneurial activities in the development of creativity of students at MTs N 2 Surakarta on market day program. Schools play an important role in shaping the creativity of learners, by having a Market Day program makes a concrete example of the school's efforts in applying the values of character education in a real context. Character education programs such as Market Day are not only about learning theory, but also about practical experience. By engaging in activities such as these, learners have the opportunity to develop character values such as hard work, creativity, responsibility, confidence, and so on in real-life situations. Through the character education program implemented in MTs Negeri 2 Surakarta, students are expected not only to develop academically but also as individuals who have creativity. This study is a qualitative research with a case study approach because in this study including the type of Field Research. Data collection techniques using interviews, and documentation. Therefore, in the analysis of research data will use four main steps in this study, namely: data collection, data reduction, data presentation, conclusion. the results of research and discussion on the management of entrepreneurial activities in the development of students ' creativity in MTs N 2 Surakarta can be concluded that: 1. The management of entrepreneurial activities in the development of students ' creativity through the “Market Day” program at MTs Negeri 2 Surakarta has been well managed starting from the planning stage, creativity development and marketing techniques. 2. The planning of entrepreneurial activities is well planned 3. Implementation of “Market Day " activities in developing creativity in the form of providing information, reviewing theories from various information, seeing market opportunities, determining themes and production procedures, marketing and bookkeeping. 4. The barriers faced are ability barriers, psychological barriers, personal barriers, resource barriers, and habitual viewing barriers.   Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pengelolaan kegiatan kewirausahaan dalam pengembangan kreativitas siswa MTs Negeri 2 Surakarta melalui program market day yang merupakan program dengan istilah baru dulunya berada dalam pelajaran muatan lokal dan sekarang tercipta program baru yang dinamakan market day. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kegiatan kewirausahaan dalam pengembangan kreativitas peserta didik di MTs N 2 Surakarta pada program market day. Sekolah memainkan peran penting dalam membentuk kreativitas peserta didik, dengan memiliki program Market Day menjadikan contoh konkret dari upaya sekolah dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam konteks nyata. Program-program pendidikan karakter seperti Market Day bukan hanya tentang pembelajaran teori, tetapi juga tentang pengalaman praktis. Dengan terlibat dalam kegiatan-kegiatan seperti ini, peserta didik memiliki kesempatan untuk mengembangkan nilainilai karakter seperti kerja keras, kreativitas, tanggung jawab, percaya diri, dan sebagainya dalam situasi kehidupan nyata. Melalui program pendidikan karakter yang diimplementasikan di MTs Negeri 2 Surakarta, diharapkan peserta didik tidak hanya berkembang secara akademik tetapi juga sebagai individu yang memiliki kreativitas. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan case study karena dalam penelitian ini termasuk jenis penelitian lapangan. Teknik pengumpulan datanya menggunakan wawancara, dan dokumentasi. Oleh karena itu, dalam analisis data penelitian akan menggunakan empat langkah utama dalam penelitian ini, yaitu: Pengumpulan data, Reduksi data, Penyajian data, Penarikan kesimpulan. hasil penelitian dan pembahasan tentang pengelolaan kegiatan kewirausahaan dalam pengembangan kreativitas peserta didik di MTs N 2 Surakarta dapat disimpulkan bahwa: 1. Pengelolaan kegiatan kewirausahaan dalam pengembangan kreativitas peserta didik melalui program “Market Day” di MTs Negeri 2 Surakarta sudah dikelola dengan baik mulai dari tahap perencanaan, pengembangan kreativitas dan teknik pemasaran. 2. Perencanaan kegiatan kewirausahaan sudah direncanakan dengan baik 3. Pelaksanaan kegiatan “Market Day” dalam mengembangkan kreativitas berupa pemberian informasi, mengkaji teori dari berbagai informasi, melihat peluang pasar, menentukan tema dan prosedur produksi, pemasaran dan pembukuan. 4. Hambatan yang dihadapi adalah hambatan kemampuan, hambatan psikologis, hambatan personal, hambatan sumber daya, dan hambatan kebiasaan memandang.
Analisis Kritis Isu-Isu Pendidikan Islam Dalam Kompetisi Negara Asean (Studi Kasus Di Indonesia, Brunei Darussalam Dan Malaysia) Dwi Listiani; Fitri Ariyanto; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The three countries of Indonesia, Brunei Darussalam, and Malaysia have unique histories and developments in Islamic education, facing various challenges and opportunities in the context of modernization and globalization. This analysis is conducted by examining the structure and curriculum of Islamic education, government policies, and the main issues faced by each country. In Indonesia, the main challenges include the quality of education, accessibility, and integration with the national education system. In Brunei Darussalam, the primary focus is on resource limitations and curriculum modernization. Meanwhile, in Malaysia, the dualism of the education system, political influences, and teacher quality are the main concerns. This research aims to critically analyze the issues of Islamic education in three ASEAN countries: Indonesia, Brunei Darussalam, and Malaysia. Through comparison and critical analysis, this research finds that cultural factors, government policies, and regional competition significantly influence the form and effectiveness of Islamic education in these three countries. Additionally, this research highlights the positive and negative impacts of competition in the Islamic education sector in ASEAN and provides policy recommendations that can improve the quality and accessibility of Islamic education regionally. The results of this research are expected to provide insights for policymakers, educators, and researchers in developing more effective and sustainable strategies for Islamic education in ASEAN..  Abstrak Ketiga negara Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia ini memiliki sejarah dan perkembangan pendidikan Islam yang unik serta menghadapi berbagai tantangan dan peluang dalam konteks modernisasi dan globalisasi. Analisis ini dilakukan dengan menelaah struktur dan kurikulum pendidikan Islam, kebijakan pemerintah, serta isu-isu utama yang dihadapi masing-masing negara. Di Indonesia, tantangan utama termasuk kualitas pendidikan, aksesibilitas, dan integrasi dengan sistem pendidikan nasional. Di Brunei Darussalam, keterbatasan sumber daya dan modernisasi kurikulum menjadi fokus utama. Sementara itu, di Malaysia, dualisme sistem pendidikan, pengaruh politik, dan kualitas guru menjadi perhatian utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis isu-isu pendidikan Islam di tiga negara ASEAN: Indonesia, Brunei Darussalam, dan Malaysia. Melalui perbandingan dan analisis kritis, penelitian ini menemukan bahwa faktor budaya, kebijakan pemerintah, dan kompetisi regional sangat mempengaruhi bentuk dan efektivitas pendidikan Islam di ketiga negara. Selain itu, penelitian ini menyoroti dampak positif dan negatif dari kompetisi dalam sektor pendidikan Islam di ASEAN, serta memberikan rekomendasi kebijakan yang dapat meningkatkan kualitas dan aksesibilitas pendidikan Islam secara regional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pembuat kebijakan, pendidik, dan peneliti dalam mengembangkan strategi yang lebih efektif dan berkelanjutan untuk pendidikan Islam di ASEAN
Peran Literasi Informasi Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Islam: literasi informasi; pendidikan Islam; library research; kualitas pendidikan; teknologi informasi Imam Mahdi; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Information literacy is a critical ability to access, evaluate, and use information effectively. In the context of Islamic education, information literacy plays an important role in deepening the understanding of religious teachings, improving the quality of research, and developing students' ability to think critically. The study uses a library research approach to identify challenges, such as resource constraints and lack of training, and recommends policies to improve the integration of information literacy in Islamic educational institutions. The findings highlight the need for collective efforts to strengthen information literacy as a strategy to improve the quality of Islamic education in the digital age. Abstrak Literasi informasi merupakan kemampuan kritis dalam mengakses, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara efektif. Dalam konteks pendidikan Islam, literasi informasi memainkan peran penting dalam memperdalam pemahaman terhadap ajaran agama, meningkatkan kualitas penelitian, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan library research untuk mengidentifikasi tantangan, seperti keterbatasan sumber daya dan pelatihan yang kurang, serta merekomendasikan kebijakan untuk meningkatkan integrasi literasi informasi di institusi pendidikan Islam. Temuan penelitian ini menyoroti perlunya upaya kolektif dalam memperkuat literasi informasi sebagai strategi untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam di era digital.
Peran Tpq Wijaya Kusuma Dalam Pembinaan Akhlak Anak Di Kampung Srambatan Kota Surakarta Novenna Citrasari Muria Wijaya; Sukari
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2024): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of a child's morals cannot be separated from the role of education, both formal education at school and non-formal. Al-Quran Education Park (TPQ) is one of the non-formal educational institutions for children that helps children understand and practice Islamic teachings, including aqidah, worship, and morals. As a non-formal institution that has a role, TPQ certainly requires good management and human resources. As a non-formal institution that has an important role in the education process, in addition there are still many parents who have not been able to educate their children comprehensively with many limitations such as time, knowledge, teaching methods and others. TPQ is expected to take a role in the process of developing children's potential in forming attitudes, knowledge and also skills about religion by using an approach that can adapt to the child's development process based on the Qur'an and AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma in Kampung Srambatan, Surakarta City is a TPQ that is in an environment that is not conducive and risky (High Risk) for children's moral growth. The purpose of this study is to describe the role of TPQ in the formation of children's morals. This study uses a comparative approach with a qualitative type. Data collection techniques are carried out by direct observation to the target TPQ and also open interviews with several research subjects. The results of the study obtained are that there are similarities in both TPQs, namely the personal approach method, giving advice, exemplary behavior and also behavioral habits. While the difference lies in the provision of rewards and punishments in the learning process. Abstrak Pembinaan akhlak seorang anak tidak terlepas dari peran pendidikan, baik pendidikan formal disekolah maupun non formal. Taman Pendidikan Al-qur’an (TPQ) merupakan salah satu wadah pendidikan non formal bagi anak yang membantu anak dalam memahami dan mengamalkan ajaran agama islam, diantaranya aqidah, ibadah, akhlak. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran, TPQ tentu memerlukan manajamen dan sumber daya manusia yang baik. Sebagai lembaga non formal yang memiliki peran penting dalam proses pendidikan, selain itu masih banyak orang tua yang belum mampu mendidik anak secara menyeluruh dengan banyaknya keterbatasan seperti waktu, ilmu pengetahuan, metode mengajar dan lainnya. TPQ diharapkan mengambil peran dalam proses pengembangan potensi anak dalam pembentukan sikap, pengetahuan dan juga keterampilan tentang keagamaan dengan menggunakan pendekatan yang bisa menyesuaikan dengan proses perkembangan anak berlandaskan Al-Qur’an dan AsSunnah. TPQ Wijaya Kusuma di Kampung Srambatan Kota Surakarta adalah TPQ yang berada di lingkungan yang tidak kondusif dan risti (Resiko Tinggi) untuk pertumbuhan ahlak anak. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peran TPQ terhadap pembentukan akhlakul karimah anak. Penelitian ini menggunakan pendekatan komparatif dengan jenis kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung ke TPQ sasaran dan juga wawancara terbuka terhadap beberapa subjek penelitian. Hasil penelitian yang didapat ialah terdapat kesamaan pada kedua TPQ yaitu metode pendekatan personal, pemberian nasihat, keteladanan dan juga pembiasaan perilaku. Sedangkan perbedaanya terdapat pada pemberian hadiah dan hukuman dalam proses pembelajaran.
Tantangan Pendidikan Islam di MI Tempursari Anggraini, Nur Fitria; Sukari
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 1 No. 3 (2024): October 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v1i3.126

Abstract

Pendidikan Islam di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tempursari memiliki tantangan tersendiri dalam upaya memberikan pendidikan agama yang berkualitas dan relevan dengan zaman. Tulisan ini membahas beberapa tantangan utama yang dihadapi oleh MI Tempursari, termasuk kurangnya sumber daya, perubahan dalam paradigma pendidikan, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi. Diskusi ini juga menyoroti upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi tantangan tersebut, seperti peningkatan kualifikasi guru, integrasi kurikulum yang berbasis teknologi, dan penguatan nilai-nilai keislaman dalam pendidikan. Kata kunci: Tantangan pendidikan Islam
PELATIHAN MANAJEMEN CLASSROOM BAGI GURU TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DI DESA DUWET WONOSARI KLATEN Sukari; Abdullah Khoir, Mulyanto; Fajrul Kautsar Rifai
Jurnal Al Basirah Vol. 4 No. 2 (2024): Al Basirah
Publisher : LPPM STAIMAS WONOGIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58326/jab.v4i2.213

Abstract

Latar belakang pengabdian ini dilatarbelakangi oleh tantangan yang dihadapi oleh guru-guru di TPQ Al-Hidayah Duwet Wonosari Klaten dalam pengelolaan kelas. Meskipun antusiasme masyarakat, terutama anak-anak dan remaja, tinggi dalam mengikuti kegiatan belajar mengaji, banyak guru yang belum memiliki pengalaman dan keterampilan yang memadai dalam manajemen kelas. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru TPQ dalam mengelola kelas secara efektif melalui pelatihan manajemen classroom yang berbasis partisipasi masyarakat. Metode yang digunakan adalah Community Based Research (CBR), di mana para guru terlibat aktif dalam proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan. Kegiatan pelatihan ini dipimpin oleh narasumber berpengalaman dan dibantu oleh mahasiswa sebagai tenaga lapangan. Hasil dari pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan manajemen kelas guru TPQ, yang tercermin dalam suasana belajar yang lebih kondusif dan efektif. Dengan penerapan metode pengajaran yang lebih bervariasi, pembelajaran Al-Qur'an di TPQ Al-Hidayah juga menjadi lebih menarik dan interaktif bagi siswa. Diharapkan, keberhasilan program ini tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan di TPQ Al-Hidayah, tetapi juga menjadi model bagi TPQ lain di Kabupaten Klaten.
Isu Pendidikan Di Luar Sekolah (Keluarga Dan Masyakarat) Sukari; Sabila Nurul Azizah; Nur Ali Rahmatullah
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 2 No. 2 (2025): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/0jhw4b07

Abstract

Pendidikan di luar sekolah, terutama dalam konteks keluarga dan masyarakat, memiliki peranan yang sangat signifikan dalam pembentukan karakter serta peningkatan kompetensi individu. Selain pendidikan formal yang diperoleh di sekolah, keluarga bertindak sebagai lingkungan pertama yang membentuk nilai-nilai moral, etika, dan keterampilan sosial anak-anak. Peranan orang tua sebagai pendidik utama memiliki dampak yang krusial terhadap perkembangan intelektual dan emosional anak. Di sisi lain, masyarakat juga memberikan kontribusi dalam mendukung proses pendidikan melalui berbagai aktivitas sosial, budaya, dan teknologi yang dapat memperkaya pengalaman belajar. Namun, terdapat sejumlah isu yang dihadapi dalam pendidikan di luar sekolah, di antaranya kurangnya perhatian orang tua dalam mendampingi anak-anak, keterbatasan akses terhadap sumber daya pendidikan di komunitas tertentu, serta dampak negatif dari perkembangan teknologi dan lingkungan sosial yang mungkin tidak mendukung. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang baik antara keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif dan berkelanjutan, demi mendukung perkembangan anak secara optimal. Penelitian ini bertujuan membahas tentang isu pendidikan di luar sekolah yang terdapat pada keluarga dan masyarakat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). AbstractOut-of-school education, especially in the context of family and community, plays a very important role in building character and enhancing individual competencies. In addition to the formal education received at school, the family is the first environment that shapes children's moral values, ethics and social skills. The role of parents as primary educators has a crucial impact on the intellectual and emotional development of children. On the other hand, the community also contributes to the educational process through various social, cultural and technological activities that can enrich the learning experience. However, there are a number of problems in out-of-school education, including lack of parental attention in accompanying children, limited access to educational resources in certain communities, as well as the negative impact of technological developments and social environments that may not be supportive. Therefore, a good synergy between families, communities and educational institutions is needed to create an effective and sustainable learning environment to support the optimal development of children. This research aims to discuss the issue of out-of-school education in families and communities. The method used in this research is a qualitative approach with the type of library research.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membina Akhlak Siswa Pada Era Globalisasi di Madrasah Ibtidaiyah Tempursari Azizah, Nailan Aqidatul; Sukari
Indonesian Journal of Islamic Educational Review Vol. 1 No. 2 (2024): June 2024
Publisher : South Sulawesi Education Development

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/ijier.v1i2.127

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan karakter siswa di MI Tempursari, program kegiatan yang dilakukan untuk pembinaan karakter siswa, implementasi program yang dilakukan oleh guru Pendidikan Agama Islam dalam pembinaan karakter siswa, serta faktor pendukung dan penghambat dalam pembinaan karakter siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian lapangan dengan menggunakan metode kualitatif, dengan pendekatan deskriptif, yaitu mendeskripsikan secara mendalam secara obyektif berdasarkan data yang telah dikumpulkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran guru pendidikan agama Islam dalam pengembangan akhlak adalah guru Pendidikan Agama Islam telah berperan aktif dalam pengembangan akhlak siswa di MI Tempursari. Hal ini terlihat dari upaya yang dilakukan oleh para guru di MI Tempursari khususnya guru Pendidikan Agama Islam yang dilakukan secara intensif setiap hari dan setiap minggunya. Kewajiban menyapa guru di pagi hari adalah dengan mencium tangan, merapikan pakaian, memungut sampah yang terlihat, dan memasukkannya ke dalam kantong plastik. Kemudian dilanjutkan dengan menunaikan shalat duha. Saat memulai pembelajaran, berdoa lalu menghafalkan ayat-ayat Alquran yang harus dihafal siswa sesuai dengan tingkat kelasnya. Saat waktunya pulang, siswa diwajibkan membacakan doa penutup dan berjabat tangan dengan guru. Kendala yang dialami guru pendidikan agama Islam MI Tempursari dalam mengembangkan karakter siswa berdasarkan observasi adalah menurunnya akhlak anak yang disebabkan oleh berbagai faktor. Faktor eksternal yang mempengaruhi anak terkontaminasi media sosial, seperti handphone, internet, game, dll. Faktor internal Pendekatan metodologi sebagian guru pendidikan agama Islam masih terfokus pada orientasi tradisional, sehingga belum mampu menarik minat siswa. dalam pelajaran pendidikan agama islam. Kata Kunci: Peran Guru, Karakter, Siswa