Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR MAHASISWA PADA MATERI MISI PL & PB Sunggu Sirait
Pengembangan Penelitian Pengabdian Jurnal Indonesia (P3JI) Vol. 2 No. 3 (2024): P3JI - AGUSTUS
Publisher : Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Upaya yang dilakukan guru untuk mengatasi rendahnya hasi belajar peserta didik tersebut adalah dengan cara pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Dalam mengikuti proses pembelajaran Pendidikan Agama Kristen, minat belajar merupakan faktor yang sangat penting yang harus dimiliki oleh mahasiswa. Oleh karena itu, dalam pelaksanaan pengembangan minat belajar, dapat dilakukan dengan pemilihan model pembelajaran yang tepat. Salah satu nya dengan penerapan model pembelajaran discovery learning. Model pembelajaran discovery learning merupakan suatu rangkaian kegiatan proses pembelajaran yang tidak disajikan dalam bentuk final sehingga perlu melibatkan kemampuan intelektual siswa untuk menemukan, menyelidiki, berpikir, bertukar pendapat, mencoba serta mampu memecahkan masalahnya sendiri. Metode penelitian ini berdasarkan penelitian kuantitatif eksperimental yang dilakukan dengan menggunakan angka, proses statistika dan struktur Metode penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur penelitian mencakup langkah-langkah yaitu perencanaan (planning), implementasi Tindakan (implemnetation of the action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Magister Pendidikan Agama Kristen Sekolah Tinggi Teologi Renatus Pematangsiantar. Instrumen pengumpulan data adalah penilaian per siklus. Penilaian per siklus digunakan untuk mengukur variabel yang digunakan dalam penelitian. Dari hasil penelitian, diperoleh hasil terjadi peningkatan persentase kelulusan mahasiswa dengan penerapan metode discovery learning ditandai dengan persentase kelulusan 65% di Siklus I menjadi 80% di Siklus II serta penerapan metode discovery learning efektif dalam membantu peningkatan hasil belajar dari mahasiswa pada materi Misi PL & PB.
Sosialisasi Pengembangan Media Ajar Berbasis ICT terhadap guru SMA Negeri I Batu Onom Insenalia Hutagalung; Ady Frenly Manullang; David Hutahaean; Hisar Marulitua Manurung; Sunggu Sirait
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI) Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jpmi.v1i3.903

Abstract

Guru memiliki peranan yang sangat penting karena mereka merupakan jantung pendidikan dalam menciptakan peserta didik yang memiliki sikap, pengetahuan dan keterampilan yang baik. Untuk mencapai tujuan tersebut, guru harus memiliki kompetensi (profesional, pedagogik, sosial dan kepribadian) dan keterampilan dasar (keterampilan bertanya, memberikan penguatan, mengelola kelas, membimbing kelompok kecil, membuka dan menutup kelas, dan menggunakan variasi stimulus) yang mumpuni (Sanjaya, 2006; Djamarah, 2014). Di abad 21, guru tidak hanya memiliki kompetensi dan keterampilan dasar dalam mengajar saja, tetapi juga harus mampu menggunakan ICT dalam proses pembelajaran karena perkembangan teknologi dan informasi memberikan dampak dalam dalam berbagai aspek kehidupan. Salah satu yang dapat dilihat dalam fenomena sehari-hari adalah penggunakan alat komunikasi berupa telepon genggam (cell phone). Hampir sebagian besar masyarakat Indonesia dimulai dari anak-anak hingga orang dewasa menggunakan telepon genggam dengan berbagai tujuan mulai dari menelepon, mengirim pesan, menjelajahi informsi secara online, menonton video dan mendengarkan musik secara online maupun offline, serta melakukan transaksi perbankan (Koller, Foster, & Wright, 2008) Teknologi dan informasi yang berubah sangat cepat di abad 21 ini menjadi sebuah tantangan bagi guru dan sekolah untuk dapat memberikan bekal kepada peserta didik dalam menjawab tantangan yang akan mereka hadapi di kehidupan mendatang. Untuk menghadapi tantangan tersebut, guru harus melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik di masa depan serta relevan dengan perkembangan zaman. Kompetensi, keterampilan dasar dan penguasaan terhadap penggunaan teknologi di kelas juga perlu didukung oleh kreativitas dan inovasi yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran di kelas. Salah satu kreativitas dan inovasi yang dapat dilakukan adalah mengembangkan media pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan peserta didik.