Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

INOVASI SMART ECONOMY DALAM MENDORONG PERTUMBUHAN UMKM DI JAKARTA (STUDI KASUS: JAKPRENUER) Ivan Darmawan; Maygaza Anhara Putra Brata
Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2024): Triwikrama: Jurnal Ilmu Sosial
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.6578/triwikrama.v6i3.8671

Abstract

Program Jakarta Entrepreneur (Jakpreneur) merupakan inisiatif strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang mengadopsi konsep Smart Economy dalam pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Program ini bertujuan mendukung transformasi digital UMKM melalui platform kewirausahaan terintegrasi yang mencakup layanan pelatihan, pendampingan, permodalan, pemasaran, perizinan, dan pelaporan keuangan. Artikel ini menganalisis implementasi Jakpreneur sebagai model kolaboratif dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis teknologi, menggunakan data kualitatif dari laporan pemerintah dan kajian literatur. Jakpreneur memiliki peran dalam pemberdayaan UMKM dan mendukung transformasi digital di Jakarta, meskipun masih memerlukan penguatan dalam pendampingan digital, akses permodalan, dan pengembangan ekosistem yang inklusif. Artikel ini merekomendasikan penguatan sistem monitoring dan evaluasi untuk memastikan keberlanjutan program serta dampak positifnya bagi perekonomian daerah.
Optimization of Guidance and Supervision of Governance in Garut Region: Challenges and Strategies Hamzah, Nabiel Waluya; Maygaza Anhara Putra Brata; Bintang Khoirul Akbar; Pangeran Dirgantara; Ivan Darmawan
Indonesian Journal of Contemporary Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 4 (2024): July 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/modern.v3i4.9949

Abstract

Optimizing the development and supervision of governance in the Garut Region is a strategic effort to improve the effectiveness, transparency, and accountability of governance. This study identifies the main challenges faced, namely limited resources, regulatory complexity, and corrupt and nepotistic practices. In facing these challenges, several strategies are implemented, including strengthening human resource capacity through continuous training, utilizing information technology to improve efficiency and transparency, increasing community participation through online feedback and complaint platforms, and closer cooperation with external supervisory institutions. The implementation of these strategies requires careful planning, adequate resource allocation, effective monitoring and evaluation, and strong political commitment and support. Thus, governance in the Garut Region is expected to run more optimally, provide better public services, and improve community welfare
Desain Organisasi Dalam Mega Proyek Transportasi Perkotaan: Analisis Struktur Proyek MRT Jakarta Fase 1 Marvell Syauqi Rosyad Kairupan¹; Maygaza Anhara Putra Brata; Justin Nabil Alpasha; Muhammad Luthfi Naufal; Rahman Mulyawan; Agus Taryana; Yayan Nuryanto
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 3 No. 11 (2025): GJMI - NOVEMBER
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v3i11.1896

Abstract

Megaproyek transportasi perkotaan seperti MRT Jakarta Fase 1 bukanlah sekadar proyek rekayasa; proyek ini melibatkan lapisan pekerjaan administratif, teknis, dan kelembagaan yang perlu diorganisasikan dengan cermat. Studi ini mengkaji bagaimana tim proyek menyusun organisasinya, apa yang membentuk pilihan-pilihan tersebut, dan model organisasi apa yang sebenarnya digunakan selama proses konstruksi. Untuk melakukan hal ini, penelitian ini memanfaatkan literatur akademis, dokumen proyek, dan laporan resmi MRT Jakarta. Sumber-sumber ini membantu menggambarkan bagaimana berbagai pengaturan proyek seperti kontrak tradisional, sistem turnkey, dan manajemen internal muncul dalam pengembangan Fase 1. Analisis ini juga menggunakan empat pertimbangan umum dalam desain organisasi: arah strategis proyek, skala keseluruhannya, teknologi yang diadopsi, dan orang-orang yang terlibat dalam menjalankannya. Selain itu, studi ini membandingkan struktur proyek dengan jenis manajemen proyek yang umum seperti struktur fungsional, matriks, dan lini-dan-staf. Temuan menunjukkan bahwa pembangunan MRT Jakarta Fase 1 mengandalkan pengaturan hibrida, dengan struktur matriks memainkan peran terbesar. Pilihan ini tampaknya berkaitan erat dengan kompleksitas teknis proyek, jumlah pemangku kepentingan yang terlibat, dan kebutuhan akan koordinasi lintas fungsi yang stabil. Pada akhirnya, studi ini menyoroti bahwa desain organisasi bukan sekadar elemen latar belakang – melainkan faktor kunci yang membentuk keberhasilan proyek infrastruktur publik berskala besar dan menawarkan beberapa wawasan untuk perencanaan proyek publik di masa mendatang di Indonesia.