Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pemanfaatan Management Dashboard Dalam Pengambilan Keputusan Strategis Pada Perusahaan Bisnis Konstruksi (Studi Kasus PT. XYZ) Ernawan, Ernawan
Jurnal Mirai Management Vol 9, No 2 (2024)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v9i2.7174

Abstract

Introduction/Main Objectives: Penelitian ini mengeksplorasi pemanfaatan Dashboard Manajemen dalam pengambilan keputusan strategis di PT. XYZ, sebuah perusahaan konstruksi. Background Problems: Studi ini bertujuan untuk meneliti dampak dashboard manajemen terhadap proses pengambilan keputusan strategis di PT. XYZ. Secara khusus, penelitian ini ingin memahami bagaimana dashboard membantu mengidentifikasi tren, meramalkan skenario masa depan, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan meningkatkan kinerja proyek secara keseluruhan. Studi ini juga akan mengeksplorasi tantangan dan keterbatasan yang terkait dengan implementasi dan pemanfaatan dashboard, memberikan perspektif seimbang tentang efektivitasnya. Novelty: implementasi Dashboard Management sebagai Expert Systems and Decision Support Systems memberikan dampak positif yang signifikan bagi perusahaan dalam berbagai aspek, termasuk biaya, mutu, dan waktu. Research Methods: Metode penelitian adalah studi kasus dengan pendekatan kualitatif, yang melibatkan wawancara mendalam dengan eksekutif perusahaan, observasi langsung, dan analisis dokumen internal. Finding/Results: Pertama, dashboard membantu eksekutif dalam memantau indikator kinerja utama (KPI) secara real-time, memungkinkan identifikasi cepat terhadap area yang memerlukan perhatian. Kedua, dashboard meningkatkan akurasi dan keterandalan data, mendukung keputusan yang lebih berbasis data. Ketiga, dashboard memfasilitasi komunikasi dan kolaborasi antar departemen dengan menyediakan platform bersama untuk pemantauan dan pelaporan kinerja. Conclusion: Tantangan dalam implementasi dashboard, seperti kesenjangan keterampilan teknis di antara pengguna dan perlunya adaptasi budaya organisasi terhadap teknologi baru. Rekomendasi mencakup peningkatan pelatihan, integrasi sistem, dan dukungan manajemen untuk mengatasi resistensi terhadap perubahan. Kesimpulannya, dashboard manajemen efektif dalam pengambilan keputusan strategis dengan pendekatan holistik. Keywords: Dashboard Manajemen, Pengambilan Keputusan Strategis, Perusahaan Konstruksi, Indikator Kinerja Utama (KPI)
Penerapan Good Corporate Governance Melalui Core Values Akhlak Badan Usaha Milik Negara Pengaruhnya Terhadap Kesiapan Menghadapi Industri 4.0 Ernawan, Ernawan; Zuswana, Aries
YUME : Journal of Management Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Pascasarjana STIE Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/yum.v7i2.7538

Abstract

AbstrakNilai-nilai perusahaan merupakan elemen penting dalam mendukung kesuksesan jangka panjang Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi hubungan antara penerapan Good Corporate Governance (GCG) dan nilai-nilai utama (Core Values) AKHLAK—yang mencakup Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif—dalam kesiapan PT. XYZ menghadapi tantangan Industri 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei yang melibatkan manajemen dan karyawan PT. XYZ, serta berfokus pada data selama tiga tahun terakhir (2021-2023). Analisis dilakukan untuk mengukur pengaruh penerapan GCG melalui nilai-nilai AKHLAK terhadap kesiapan perusahaan dalam bertransformasi ke Industri 4.0, menggunakan indeks INDI 4.0 sebagai alat ukur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan GCG yang efektif secara signifikan memperkuat implementasi nilai-nilai AKHLAK, yang pada gilirannya meningkatkan kesiapan PT. XYZ dalam mengadopsi teknologi dan sistem yang diperlukan dalam Industri 4.0. Selain itu, nilai-nilai AKHLAK juga berperan dalam membangun budaya perusahaan yang konsisten dengan prinsip-prinsip GCG, serta meningkatkan keunggulan kompetitif dan reputasi perusahaan di era digital. Temuan ini memberikan kontribusi berharga bagi literatur manajemen dan kebijakan BUMN, khususnya dalam konteks penerapan GCG dan nilai-nilai perusahaan sebagai strategi dalam menghadapi disrupsi industri. Penelitian ini juga menawarkan panduan praktis bagi BUMN lain untuk memperkuat implementasi GCG dan nilai-nilai perusahaan guna meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnis di tengah tantangan Industri 4.0, serta mengoptimalkan kontribusi mereka terhadap pembangunan ekonomi nasional.Kata Kunci: Nilai-nilai Perusahaan, Good Corporate Governance, AKHLAK, Industri 4.0, Transformasi Digital, BUMNAbstractCorporate values are an important element in supporting the long-term success of State-Owned Enterprises (BUMN). This study aims to explore the relationship between the implementation of Good Corporate Governance (GCG) and the core values AKHLAK—which include Amanah, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, and Kolaboratif—in the readiness of PT. XYZ to face the challenges of Industry 4.0. This study uses a quantitative approach with a survey method involving the management and employees of PT. XYZ and focuses on data for the last three years (2021-2023). The analysis was conducted to measure the effect of GCG implementation through AKHLAK values on the company's readiness to transform to Industry 4.0, using the INDI 4.0 index as a measuring tool. The results of the study indicate that effective GCG implementation significantly strengthens the implementation of AKHLAK values, which in turn increases PT. XYZ's readiness to adopt the technology and systems needed in Industry 4.0. In addition, AKHLAK values also play a role in building a corporate culture that is consistent with GCG principles, as well as improving the competitive advantage and reputation of companies in the digital era. These findings provide valuable contributions to the literature on BUMN management and policies, especially in the context of implementing GCG and corporate values as strategies in facing industrial disruption. This study also offers practical guidance for other BUMNs to strengthen the implementation of GCG and corporate values in order to improve competitiveness and business sustainability amidst the challenges of Industry 4.0 and optimize their contribution to national economic development.Keywords: Corporate Values, Good Corporate Governance, AKHLAK, Industry 4.0, Digital Transformation, BUMN.
PERAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM MENINGKATKAN STRATEGI EKONOMI SIRKULAR PADA LEAN CONSTRUCTION (STUDI KASUS PT. XYZ) Ernawan, Ernawan; Franciskus Antonius Alijoyo
OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 10 No 1 (2025): OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi digital mempunyai peran penting dalam meningkatkan strategi ekonomi sirkular pada Lean Construction. Teknologi blockchain, robotics, dan artificial intelligence (AI) dapat digunakan untuk mengelola dan memantau material yang digunakan serta menganalisis data guna meningkatkan efisiensi produksi dan mengurangi waste. Teknologi Internet of Things (IoT) dan digital fabrication dapat membantu mengurangi konsumsi energi dengan cara mengawasi dan mengelola sumber daya serta mengurangi biaya dan waktu produksi. IoT untuk pengawasan sumber daya yang lebih efektif dengan sensor dan data real-time, sedangkan digital fabrication, memungkinkan produksi material yang lebih presisi dan efisien sehingga dapat mengurangi pemborosan energi. Sistem manajemen data dan peningkatan proses juga merupakan kontribusi signifikan dari teknologi digital. Sistem ini dapat mengelola dan memantau material yang digunakan serta mengurangi waste dengan cara melacak penggunaan material dari awal hingga akhir, memastikan tidak ada pemborosan atau penyalahgunaan. Peningkatan proses dapat dilakukan dengan menggunakan teknologi digital untuk mengidentifikasi dan mengeliminasi langkah-langkah yang tidak efisien dalam produksi, sehingga meningkatkan nilai produk akhir.
Analisis Keterampilan Digital Aparatur Sipil Negara dalam Proses Bisnis Era Industri 4.0: Studi Kualitatif pada Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ernawan, Ernawan; Azie Nur Sidik Muchidin; Franciskus Antonius Alijoyo
OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi Vol 10 No 1 (2025): OIKOS: Jurnal Kajian Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Ekonomi
Publisher : Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fourth Industrial Revolution has brought significant changes to various aspects of life, including the workplace and business processes. This era is characterized by the integration of advanced technologies such as the Internet of Things (IoT), artificial intelligence (AI), big data, and blockchain into daily operations. According to the World Economic Forum (2020), approximately 50% of all jobs worldwide will experience significant changes due to technological advancements. Digital transformation not only affects the private sector but also the public sector, including Civil Servants (ASN) who play a crucial role in public service delivery. This study aims to analyze the digital skills of Civil Servants (ASN) in business processes during the Fourth Industrial Revolution, with a focus on the Institute of Public Administration (IPDN). The study also aims to identify the challenges and barriers faced by ASN in developing digital skills and strategies that can be applied to enhance digital competence. The results show that the digital skills of ASN at IPDN need to be enhanced, particularly in the use of advanced technologies and data analysis. Although most ASN are familiar with using basic hardware and software, there is still a gap in their mastery of more advanced technologies. ASN have a crucial role in business processes during the Fourth Industrial Revolution, particularly in digitalizing public services and making data-driven decisions. However, limitations in digital skills can hinder the efficiency and effectiveness of business processes. The challenges and barriers faced by ASN in developing digital skills include skill gaps, resistance to change, and the availability of digital infrastructure. Strategies for developing digital skills of ASN should focus on competence enhancement through training, the development of a digital work culture, and policy and leadership.