Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PUSAT BACA “GEROBAK LITERASI “SEBAGAI AKSI NYATA GERAKAN LITERASI SEKOLAH DI SDN KILASAH KECAMATAN KASEMEN Ulinnuha, Ulinnuha; Hamidah , Hamidah; Khoirunnisa, Sri; Nur Pratama , Rizky; Rahuldi, Rahuldi; Kadafiah, Siti
Jurnal Abdimas Bina Bangsa Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Abdimas Bina Bangsa
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46306/jabb.v5i2.1165

Abstract

The Literacy Ranking in Indonesia is a benchmark for the educational progress of the Indonesian nation. Meanwhile, the school literacy movement, which has long been echoed in schools throughout Indonesia, has not been running optimally. This is caused by various factors, one of which is the lack of strategies to maintain a literacy culture and the lack of availability of reading books in schools. So, this community service is carried out to provide contributions related to ideas and initiatives to realize optimal literacy strengthening strategies through literacy carts.  This activity was carried out in three stages, namely the preparation stage including observations at SDN Kilasah, Kilasah sub-district, Kasemen District, coordinating with partners regarding program planning as well as procuring books and designing a reading center in the form of a literacy cart. The second stage of implementation involved bringing a literacy cart to Kilasah Elementary School and providing material and motivation regarding the school literacy movement, reading activities for 15 minutes, then the evaluation stage in the form of reflection, by opening discussions and questions and answers regarding the information and experiences they gained from the reading results. book. The results of the implementation of Community Service went according to expectations, the students at SDN Kilasah showed significant interest in the activities of reading books and processing information as well as practicing the reading content obtained from the Literacy Cart. The PkM team has contributed to strengthening literacy, so it is necessary to provide program assistance so that it is carried out in a sustainable manner, and partners are advised to create more attractive reading centers
Strategi Pengasuhan Anak Usia Dini di Era Teknologi Dengan Berbasis Literasi Digital Sari, Novita; Kadafiah, Siti; Nurhayati, Nurhayati; Gusniati, Gusniati; Purwaningrum, Purwaningrum; Sari, Rahayu Yunita; Safira, Ratu Sella; Umah, Khaerul; Daniati, Daniati; Ikromah, Ikromah; Putihat, Iip; Isnawati, Isnawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 5, No 4 (2025): Abdira, Oktober
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v5i4.963

Abstract

The development of digital technology provides significant opportunities for children to gain new learning experiences, but also presents challenges in parenting. Parents are required to have adequate digital literacy to be able to guide their children wisely in using technology. This Community Service Program (PKM) aims to formulate digital literacy-based early childhood parenting strategies through focus group discussions (FGDs) with parents. Participants included parents who discussed perceptions, obstacles, and practices of digital parenting. The FGD results indicated that most parents recognize the benefits of technology as an educational medium, but face obstacles in implementing digital controls, such as limited understanding of parental control features and difficulty managing screen time. Good practices that emerged included implementing device use schedules, selecting educational apps, and active parental involvement when children use digital media. Effective parenting strategies in the technology era must integrate active mentoring, implementing rules for digital media use, and strengthening parents' digital literacy capacity.
Penerimaan Anak Tipikal Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus di Paud Inklusi Kadafiah, Siti; Nur, Maulida; Risna, Inten
Southeast Asian Journal of Technology and Science Vol. 6 No. 1 (2025): Southeast Asian Journal of Technology and Science
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education, and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/810629800

Abstract

Meskipun Indonesia telah mengadopsi sistem pendidikan inklusif, minimnya pemahaman awal anak tipikal mengenai keberagaman sering menjadi penyebab munculnya respons negatif terhadap Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), seperti diabaikan, dijauhi, atau bahkan diejek. Kondisi ini menegaskan perlunya peran krusial guru dalam memfasilitasi interaksi sehat dan membentuk sikap penerimaan sosial sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerimaan anak tipikal terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK) di lingkungan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) inklusi serta mengidentifikasi hambatan yang dihadapi guru dalam mengelola kelas inklusif. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan telah dilaksanakan di KB Ummatan Wasathon, Kota Serang. Subjek penelitian melibatkan dua orang guru kelas dan sepuluh anak tipikal dari kelompok B. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, dan studi dokumentasi. Analisis data kualitatif deskriptif dilakukan menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari tiga komponen, yaitu Reduksi Data, Sajian Data, dan Penarikan Kesimpulan (Verifikasi). Penarikan kesimpulan dilakukan dengan menggunakan metode induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan anak tipikal terhadap ABK bervariasi, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kemampuan komunikasi, empati, sikap inklusif, dan bimbingan dari guru serta orang tua. Anak-anak yang menerima arahan dan pendampingan sosial-emosional cenderung menunjukkan perilaku yang lebih positif, seperti bermain bersama, membantu, dan menunjukkan kepedulian. Namun, penelitian ini juga menemukan hambatan, yaitu minimnya pemahaman awal anak tentang keberagaman dan tantangan guru dalam mengelola perbedaan perilaku. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan guru berkelanjutan tentang praktik inklusif, peningkatan kolaborasi sekolah-orang tua, dan penguatan nilai-nilai inklusif sejak usia dini untuk menciptakan lingkungan belajar yang ramah, menghargai perbedaan, dan mendukung perkembangan sosial seluruh anak tanpa diskriminasi.