Petrus Vincentius Parera
Universitas Flores, Ende, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Evaluasi Konsep Arsitektur Tropis Pada Bangunan Perkantoran Pemerintahan di Kota Ende Nusa Tenggara Timur DVX. Deddy Kurniawan; Petrus Jhon Alfred Depa Dede; Petrus Vincentius Parera
TEKNOSIAR Vol. 19 No. 2 (2025): Volume 19 Nomor 2 Oktober 2025
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v19i2.5473

Abstract

Penelitian ini mengevaluasi penerapan konsep arsitektur tropis pada bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende, Nusa Tenggara Timur. Kota Ende yang terletak pada iklim tropis kering dengan karakteristik suhu tinggi, radiasi matahari kuat, dan kelembaban tinggi memerlukan penerapan arsitektur tropis yang tepat untuk menciptakan kenyamanan termal dan efisiensi energi. Melalui pendekatan literatur review, penelitian ini menganalisis penerapan elemen arsitektur tropis seperti orientasi bangunan, desain fasad, ventilasi alami, dan penggunaan material lokal pada bangunan perkantoran pemerintahan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa beberapa bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende belum sepenuhnya mengadopsi konsep arsitektur tropis yang optimal, terutama dalam aspek orientasi bangunan dan sistem penghawaan alami. Penelitian ini merekomendasikan strategi adaptasi dan modifikasi yang memadukan prinsip arsitektur tropis dengan teknologi modern untuk meningkatkan performa bangunan perkantoran pemerintahan di Kota Ende.
Penataan Kawasan Wisata Hutan Mangrove Dengan Pendekatan Arsitektur Vernakuler Di Nangadhero Kabupaten Nagekeo Rizal Ilyas; Dian Fitriawati Mochdar; Fabiola T. A. Kerong; Petrus Vincentius Parera
TEKNOSIAR Vol. 20 No. 1 (2026): Volume 20 Nomor 1 April 2026
Publisher : Program Studi Teknik Sipil dan Program Studi Arsitektur Fakultas Sains & Teknologi Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/teknosiar.v20i1.8029

Abstract

Hutan mangrove yang terletak di kawasan Nangadhero, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, ini menyimpan potensi besar untuk dikembangkan sebagai destinasi ekowisata. Namun, kurangnya penataan kawasan, keterbatasan infrastruktur, dan belum adanya identitas arsitektural yang mencerminkan budaya lokal menjadi tantangan utama. Penelitian ini bertujuan untuk merancang penataan kawasan wisata mangrove dengan pendekatan arsitektur vernacular, yang menyelaraskan budaya lokal, karakter lingkungan sekitar, serta prinsip keberlanjutan. Metode penelitan bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulannya melalui survei lapangan, observasi kondisi eksisting, wawancara, serta dokumentasi visual. Data tambahan diperoleh dari studi pustaka mengenai arsitektur vernakular, konsep perancangan kawasan wisata alam, dan regulasi tata ruang daerah. Analisis ini berupa, analisa topografi, analisa aksebilitas, analisa sirkulasi, analisa view, analisa matahari, analisa angin, analisa kebisingan, analisa vegetasi, analisa parkir, analisa penzoningan, analisa pola penataan massa bangunan, analisa sistem utilitas. Untuk menggali potensi dan permasalahan yang ada, mengidentifikasi ciri khas arsitektur lokal, serta menentukan kebutuhan fasilitas wisata berbasis lingkungan. Rancangan akhir berupa konsep penataan kawasan wisata mangrove yang mengutamakan penerapan prinsip arsitektur vernacular menggunakan bahan bangunan alami, bentuk bangunan yang adaptif terhadap iklim lokal, serta pelibatan masyarakat dalam proses perancangan dan pengelolaan. Diharapkan rancangan ini dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus menjaga kelestarian ekosistem dan memperkuat identitas budaya lokal.  
Alam, manusia dan kepercayaan lokal sebagai inspirasi bagi bentuk, fungsi dan makna beberapa simbol pada rumah adat di Kampung Gurusina, Kabupaten Ngada Petrus Vincentius Parera; Yohanes Djarot Purbadi
ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur Vol 8 No 3 (2023): ARTEKS : Jurnal Teknik Arsitektur | September 2023 ~ Desember 2023
Publisher : Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30822/arteks.v8i3.2740

Abstract

The traditional village of Gurusina is located in the Jerebu'u District, Ngada Regency, Flores, and is inhabited by three major tribes, namely Ago Ka’e, Ago Azi, and Kabe. The traditional houses in the Gurusina village are rich in traditional symbols originating from the traditions of its resident tribes. A fire incident that occurred in August 2018 resulted in the destruction of several traditional houses and the disappearance of symbols that had been preserved for generations. The purpose of this article is to find inspiration from the traditional symbols on the traditional houses in Gurusina village. The research method used is Ethnographic Research, where the researcher approaches the subject qualitatively to discover inspiration or foundations for the emergence of the form, function, and meaning of these symbols. The findings reveal that the symbols on the traditional houses in Gurusina village are inspired by flora, fauna, human and local beliefs. This means that the surrounding nature, human and local beliefs are the primary inspiration for the function, form, and meaning of the traditional symbols in the Gurusina village. This research theme is interesting for further investigation to understand and preserve traditional symbols in Indonesia.