Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Komunikasi Efektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam Proses Belajar Mengajar di Stikes Intan Martapura Wirandi, Muhammad; Jumiyati, Jumiyati; Prima Afsyah, Lystiana; Mahribdiani, Rizka; Risda, Nor; Maria, Insana; Pefbrianti, Diana
Journal of Intan Nursing Vol. 3 No. 1 (2024): Journal of Intan Nursing
Publisher : STIKES Intan Martapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54004/join.v3i1.173

Abstract

Pendahuluan:. Keberhasilan proses belajar mengajar sangat didukung faktor penting yaitu penggunaan komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif terdapat proses pertukaran ide, pemikiran, pengetahuan dan informasi sedemikian rupa sehingga tujuan atau niat dapat terpenuhi dengan sebaik mungkin. Komunikasi effektif antara dosen dan mahasiswa akan membangun sebuah ikatan emosi yang positif dan hal ini sangat membantu dalam menghadapi berbagai masalah dalam pendidikan serta peningkatan prestasi belajar bagi mahasiswa. Tujuan: Mengetahui hubungan komunikasi effektif dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Metode: analitik korelasional dengan jenis cross sectional, responden mahasiswa semester 1 Tahun Akademik 2023/2024 berjumlah 115 orang dengan teknik total samplin, Instrumen menggunakan kuesioner, analisis univariat dan bivariat menggunakan uji spearman rho. Hasil: Hasil dari penelitian ini menggunakan uji spearman rho diperoleh nilai p = 0,000 yang berarti H) di tolak dan Ha diterima yang berarti ada hubungan antara Komunikasi Effektif dengan Kepuasan Mahasiswa dalam proses belajar mengajar di Stikes Intan Martapura. Kesimpulan: terdapat hubungan yang kuat pada komunikasi effektid dengan kepuasan mahasiswa dalam proses belajar mengajar. Saran:. Penelitian menjadi bahan evaluasi dalam pelaksanaan komunikasi effektif dalam perkuliahan dan pengembangan mata kuliah komunikasi dasar keperawatan.
Exploration of Mother’s Perception of Toddlers About Stunting: Qualitative Study Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Nugraha, Fir'ad Setya; Abdillah, Ahmad Rizqo; Kirana, Cut Ika Anugrah; Wirandi, Muhammad
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 3 (2025): March 2025
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i3.6932

Abstract

Introduction: Stunting is a significant health issue in Southeast Asia, commonly resulting from chronic malnutrition. Mothers play a crucial role in their children’s growth, development, and stunting prevention. Perceptions shape maternal attitudes and behaviors, influencing care for toddlers. This study aims to explore mothers’ perceptions of stunting in the Martapura 1 Health Center work area Methods: A qualitative study with a descriptive phenomenological approach was conducted. Sixteen mothers of stunted toddlers were selected using purposive sampling. Data were collected through observation, interviews, documentation, and audio recordings. Ethical approval was obtained from the Health Research Ethics Commission of the Stikes Intan Martapura. Results: Five themes emerged regarding mothers' perceptions of stunting: Definition of Stunting: Mothers associated stunting with genetic conditions, malnutrition, underweight, short stature, stunted growth and small body size; Causes of Stunting: Perceptions included many factors, malnutrition, cultural beliefs like "buyu" (a local term), and adequate food intake; Symptoms of Stunting: Mothers identified underweight, short stature, delayed development, small body size, and frequent illness; Prevention of Stunting: Properly fed, regular meal schedules, milk provision, attending posyandu (community health services), and provide vitamins; Handling of Stunting: Mothers mentioned consulting healthcare providers, providing nutritious food, improving dietary patterns, providing vitamins, and ensuring adequate sleep. Conclusion: The study provides insights into maternal perceptions of stunting, covering definitions, causes, symptoms, prevention, and management. The study highlights the influence of sociocultural beliefs on maternal perceptions of stunting, which may contribute to misunderstandings and ineffective prevention strategies. Findings emphasize the need for culturally tailored health education to correct misconceptions and promote evidence-based stunting prevention practices. Strengthening community engagement and healthcare interventions is crucial for enhancing maternal awareness and ensuring the successful implementation of stunting prevention programs. Future research should explore broader populations to capture diverse sociocultural perspectives and their impact on child health.
Pemberdayaan Kader Posyandu Dalam Pencegahan Stunting Pada Balita Melalui Posyandu Plus Ikasari, Filia Sofiani; Pusparina, Iis; Reviagana, Kusnindyah Praedevy; Kirana, Cut Ika Anugrah; Wirandi, Muhammad
Idea Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/ipm.v6i01.495

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak jangka panjang terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta daya tahan tubuh anak. Berdasarkan hasil deteksi dini menggunakan tikar pertumbuhan terhadap 24 balita di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, ditemukan bahwa 16,7% (2 balita) berada pada zona merah yang menandakan risiko stunting. Kondisi ini menunjukkan perlunya intervensi berbasis komunitas melalui pemberdayaan kader posyandu sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan masyarakat. Solusi yang ditawarkan adalah program Posyandu Plus: Integrasi Edukasi dan Pendampingan Stimulasi Balita yang berfokus pada peningkatan kapasitas kader dan ibu balita dalam menerapkan pedoman gizi seimbang serta stimulasi tumbuh kembang anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang, pelatihan kader, serta pendampingan stimulasi balita. Kegiatan dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2025 di Posyandu Desa Sungai Tuan Ulu, Kecamatan Astambul, melibatkan 30 peserta yang terdiri atas kader dan ibu balita. Evaluasi pengetahuan dan keterampilan dilakukan melalui pre-test, kuesioner, dan observasi. Hasil kegiatan ini diperoleh peningkatan pengetahuan peserta, di mana pengetahuan peserta saat pre-test tentang gizi seimbang pada balita diperoleh bahwa mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori cukup (56,67%). Setelah diberikan edukasi mengenai gizi seimbang pada balita, hasil post test menunjukkan mayoritas pengetahuan peserta berada pada kategori baik (70%). Hasil pengukuran keterampilan kader saat pre-test tentang stimulasi perkembangan pada balita diperoleh bahwa mayoritas keterampilan kader sebelum pelatihan berada pada kategori kurang (100%). Setelah diberikan pelatihan tentang stimulasi perkembangan pada balita, hasil post-testmenunjukkan mayoritas pengetahuan kader berada pada kategori baik (60%). Kesimpulannya, program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas kader dan ibu balita dalam pencegahan stunting. Disarankan kegiatan ini dilanjutkan secara berkelanjutan dengan dukungan lintas sektor.