Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan dan Pelatihan Budidaya Maggot sebagai Alternatif Pakan Bernutrisi Tinggi di POKMAS Barokah Jaya Mandiri Nastiti, Kunti; Rahmadani, Rahmadani; Novianty, Nadya; Chintia, Avrensya Eka; Fitriani, Noor; Lydia T, Ni Gitta Putri; hadi, samsul; Hermawan, Afreza Rizky; Fatmala, Ella Mauli
Indonesia Berdaya Vol 5, No 4 (2024)
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2024935

Abstract

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh mitra POKMAS Barokah Jaya Mandiri adalah harga pakan pellet yang mahal sehingga tidak dapat menutupi biaya budidayanya. Hal inipun pasti dirasakan juga oleh para ternak ikan. Mitra POKMAS ini bertempat di Kelurahan Landasan Ulin, Kecamatan Liang Anggang, Banjarbaru, Kalimantan Selatan dengan bidang fokus pengembangan di ternak ikan lele. Terdapat alternatif pakan ikan yang dapat dikembangbiakkan dan mengandung protein yang tinggi yaitu Maggot dari lalat Black Soldier Fly. Adanya pakan Maggot dapat mengurangi kebutuhan pakan ikan pellet sehingga pengeluaran dapat ditekan. Maggot merupakan predator dari sampah organik bahkan sisa makanannya bisa dijadikan pupuk organik. Kegiatan dilakukan dengan sosialisasi, pemberian materi, pelatihan, pendampingan dalam budidaya Maggot, analisis stok pakan dan manajerialnya serta pengisian kuisioner kepuasan mitra terhadap pelaksanaan kegiatan. Dilakukan pretes dan postes untuk mengetahui pengetahuan mitra tentang budidaya Maggot. Hasil kegiatan didapatkan bahwa terdapat peningkatan keterampilan mitra dalam proses budidaya Maggot sebagai pakan ikan, dan peningkatan manajerial mitra. Hasil peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai proses budidaya Maggot meningkat sebesar sebesar 100% dikarenakan mitra belum mengenal dan mengetahui Maggot untuk pakan ikan. Selain itu, tersedia pakan Maggot bernutrisi tinggi yang dapat diperjualbelikan. Mitra sangat antusias dalam melaksanakan kegiatan ini dengan tingkat kepuasan “Sangat Puas”. Abstract. One of the problem by POKMAS Barokah Jaya Mandiri is the pellet price is so expensive. This must also be felt by fish farmers. This POKMAS is located in Landasan Ulin Village, Liang Anggang District, Banjarbaru, South Kalimantan with a focus on catfish farming. There is an alternative fish feed that can be bred and contains high protein, namely Maggot from the Black Soldier Fly. Activities are carried out through socialization, providing materials, training, assistance in Maggot cultivation, analysis of feed stocks and their management, and filling out a partner satisfaction questionnaire regarding the implementation of activities. Pretests and posttests were carried out to determine partner knowledge about Maggot cultivation. The results of the activity showed that there was an increase in partner skills in the process of cultivating Maggot as fish feed, and an increase in partner management. The results of the increase in knowledge and skills regarding the Maggot cultivation process increased by 100% because partners did not know and were not familiar with Maggot for fish feed. In addition, there is a high-nutrient Maggot feed that can be traded. Partners are very enthusiastic in carrying out this activity with a satisfaction level of "Very Satisfied".
Edukasi Pembakaran Sampah Dengan Smokeless Burn Barrel Rahman, Luthfia Hidayati; Ayu, Putri; Tonik, Retha Utara; Ningtyas, Diah Rahayu; Arta, Dimaz Bertrand Alfredo; Sabrina, Dini Eka; Anggreni, Egi; Apriliany, Eli; Putra, Aditya Augusta Christian; Chintia, Avrensya Eka; Azura, Muhammad Syawal; Arsha, Nahda Mutiara; Nurfitriyani, Dhea; Junianti, Rini; Izzati, Najwa; Hidayati; Maretmy, Angella; Yanti, Hardi; Putri, Meisa Gresia; Auliandra, Hermalia; Purnama, Angel
Jurnal Pengabdian Masyarakat Wadah Publikasi Cendekia Vol 3 No 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat WPC
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/jpmwpc.v3i1.931

Abstract

Sampah masih menjadi isu lingkungan yang banyak dijumpai di wilayah pedesaan, termasuk di Desa Pembantanan, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar. Masyarakat Desa Pembantanan juga belum memiliki pemahaman yang memadai mengenai alternatif pengelolaan sampah yang lebih aman dan ramah lingkungan. Sampah masih dipandang sebagai limbah yang tidak bernilai, sehingga belum banyak warga yang melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik ataupun memanfaatkan sampah sebagai sumber nilai ekonomi. Padahal, pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berdampak pada kebersihan dan kesehatan lingkungan, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengolahan sampah menjadi kompos, barang daur ulang, atau kegiatan wirausaha berbasis lingkungan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya upaya edukasi dan pendampingan kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah yang aman, sehat, dan ekonomis. Salah satu solusi yang dapat diterapkan adalah penggunaan smokeless burn barrel, yaitu alat pembakaran sampah yang dirancang untuk meminimalkan asap dan emisi berbahaya. Melalui edukasi dan demonstrasi penggunaan alat ini, diharapkan masyarakat dapat mengubah pola pengelolaan sampah yang sebelumnya berisiko menjadi lebih aman dan berkelanjutan.