Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Borneo Journal of Medical Laboratory Technology

Uji Efektifitas Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata balbisian colla) dan Daun Salam (Syzygium polyanthum) Sebagai Antibakteri Terhadap Pseudomonas aeruginosa: Test the Effectiveness of Banana Peel Extract Kepok (Musa acuminata balbisian colla) and Bay Leaves (Syzygium polyanthum) as an Antibacterial Pseudomonas aeruginosa Putranti, Respatiningtyas Amadea Danfi; Dhanti, Kurnia Ritma; Kurniawan, Kurniawan; Mulyanto, Arif
Borneo Journal of Medical Laboratory Technology Vol. 7 No. 1 (2024): Borneo Journal of Medical Laboratory Technology
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bjmlt.v7i1.8576

Abstract

Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri Gram negatif dari keluarga Pseudomonasadaceae dan terkenal dengan ketahananya yang mampu beradaptasi diberbagai lingkungan, suhu, bersifat aerob dengan mengoksidasi substrat untuk memperoleh energi, dapat bergerak menggunakan flagel dan tahan terhadap berbagai jenis antibiotik. Salah satu tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi resistensi antibiotik yaitu memanfaatkan tanaman yang berkhasiat sebagai obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektifitas antibakteri ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminata balbisian colla) dan ekstrak daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa. Jenis penelitian yang digunakan yaitu true eksperimental post test only with control group design. Metode yang digunakan difusi cakram menggunakan media Nutrient Agar (NA), sampel dibagi menjadi tiga kelompok dengan perbandingan konsentrasi ekstrak kulit pisang kapok dan daun salam (F1 25%:75%) , (F2 50%:50%) , (F3 75%:25%), kontrol positif (kloramfenikol 3ยต), kontrol negatif (DMSO 5%), pengulangan dilakukan sebanyak 3 kali. Hasil pengujian yang telah dilakukan menunjukan pembentukan zona hambat pada ketiga perlakuan dengan hasil rata-rata F1 5,2 mm , F2 4,1 mm, F3 3,2 mm. Zona hambat terbesar terbentuk pada K+ , pada kelompok perlakuan zona hambat terbesar yaitu F1 kategori zona hambat lemah sampai sedang yang artinya kelompok perlakuan tidak efektif dalam menghentikan penyebaran bakteri Pseudomonas aeruginosa.