Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perlindungan Hukum terhadap Tenaga Kerja yang Terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) Akibat Force Majeure Saat Pandemi Covid 19 thalib, sabrina; Adyuanas, Affan; Tri Hartana, Alan
VISA: Journal of Vision and Ideas Vol. 4 No. 3 (2024): VISA: Journal of Vision and Ideas
Publisher : IAI Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/visa.v4i3.3260

Abstract

The COVID-19 pandemic has had far-reaching impacts on the world in various aspects, including the economy. In Indonesia, the business ecosystem is one of the aspects that have been significantly affected by the pandemic. This has led many companies to implement mass layoffs (Pemutusan Hubungan Kerja or PHK) for employees who have been retrenched due to force majeure reasons. The purpose of this research is to understand the legal protection given to employees who have been retrenched, focusing on the Labor Law, specifically the UU No. 13 Year 2003 on Employment. Additionally, it aims to examine the role of the government in supporting the fulfillment of employees' rights and obligations during and after the COVID-19 pandemic, using a legal normative approach and a case study of the ruling No. 59/Pdt.Sus-PHI/2020/PN Gto.
Perlindungan Hak Konsumen E-Commerce Dalam Kasus Wanprestasi: Barang Tidak Sesuai Deskripsi Produk Erianto, Fanny Cathelia; Adyuanas, Affan; Syaharani, Zevanya Praja; Mulyana, Dian; Thalib, Sabrina Riyadh
Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan Vol 11 No 12.A (2025): Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan
Publisher : Peneliti.net

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan e-commerce di Indonesia memudahkan transaksi, namun menimbulkan masalah perlindungan konsumen, terutama terkait ketidaksesuaian produk dengan deskripsi. Meskipun UUPK mengatur hak konsumen, pelaksanaannya masih lemah, sehingga banyak konsumen kesulitan mendapatkan ganti rugi atas kerugian akibat produk yang tidak sesuai. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan yuridis normatif yang berfokus pada telaah terhadap peraturan perundang-undangan, doktrin hukum, serta putusan pengadilan yang relevan dalam konteks perlindungan konsumen pada transaksi e-commerce dalam hal terjadinya wanprestasi. Fokus utamanya adalah pada kajian norma hukum yang berlaku sebagai pedoman perilaku, sesuai dengan pemahaman dari Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Perdagangan e-commerce mempermudah transaksi, namun menimbulkan risiko wanprestasi seperti barang tidak sesuai deskripsi. Perlindungan konsumen diatur dalam UUPK dan UU ITE, namun implementasinya masih lemah. Tanggung jawab hukum ada pada pelaku usaha dan platform. Untuk melindungi konsumen dalam ekosistem e-commerce, diperlukan sistem pengawasan yang optimal, edukasi hukum yang memadai, serta penyelesaian sengketa yang efisien. Landasan hukum perlindungan tersebut tercantum dalam UUPK dan UU ITE, namun implementasinya masih lemah. Diperlukan peningkatan literasi hukum, penguatan pengawasan platform, optimalisasi peran BPSK, serta penegakan hukum terhadap wanprestasi dan klausula baku untuk menciptakan transaksi digital yang adil dan aman.