Penelitian ini bertujuan untuk menentukan strategi prioritas keberlanjutan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kerajinan rotan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, dengan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Keberlanjutan UMKM kerajinan rotan menghadapi berbagai tantangan, antara lain keterbatasan kelembagaan, tekanan terhadap ketersediaan bahan baku rotan, rendahnya pemanfaatan teknologi, serta belum optimalnya diferensiasi produk berbasis budaya lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kerangka Multi-Criteria Decision Making (MCDM). Data diperoleh melalui expert judgment yang melibatkan sepuluh responden pakar yang terdiri atas pelaku UMKM, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait. Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui perbandingan berpasangan pada tingkat kriteria, subkriteria, dan alternatif strategi menggunakan skala Saaty 1–9, serta dianalisis dengan perangkat lunak Super Decisions. Hasil uji konsistensi menunjukkan seluruh matriks memiliki nilai Consistency Ratio (CR) ≤ 0,10 sehingga penilaian dinyatakan konsisten. Hasil sintesis akhir menunjukkan bahwa strategi penguatan pola kemitraan berkelanjutan menjadi prioritas utama dengan bobot 0,088481, diikuti oleh strategi pengelolaan sumber daya dan pengolahan limbah sebesar 0,078869 serta branding berbasis budaya lokal sebesar 0,061171. Temuan ini mengindikasikan bahwa dimensi kelembagaan dan lingkungan memiliki peran dominan dalam menjaga keberlanjutan UMKM kerajinan rotan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar perumusan kebijakan pengembangan UMKM kerajinan rotan yang terarah, terukur, dan berkelanjutan di tingkat daerah