Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Parenting Patterns Work in Developing Moral and Religious Values for Children Aged 5-6 at RA Bustanul Ulum Jayasakti Tuha Children, Central Lampung Iffah Mu'arifah; Muhammad Yusuf; Ferdian Utama; Agus Setiawan; Leli Fertiliana Dea
International Journal on Advanced Science, Education, and Religion Vol 7 No 2 (2024): IJoASER (International Journal on Advanced Science, Education)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Furqan, Makassar - Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33648/ijoaser.v7i2.526

Abstract

The aim of this research is to describe and determine the parenting patterns of parents working with a permissive method in developing the religious moral values of children aged 5-6 in RA Bustanul Ulum Jayasakti, Anak Tuha District, Central Lampung 2023-2024. This research is field research with a qualitative descriptive approach using the case study method. This research concluded that the parenting style applied by working parents mostly uses a mixed parenting pattern of democratic and permissive parenting, a parenting pattern that frees children to carry out activities, but parents still supervise and provide direction. Religious moral values should be instilled in children from an early age, even though children cannot yet understand what is being taught, as parents you must be diligent in educating your children, especially in matters of morals and religion. Busy parents to work, parents are less than optimal in educating their children, this lack of maximum results has an impact significant. Parents who have sufficient knowledge in educating, their children's religious morals are able to develop well, such as being easy to manage, being polite to older people and being disciplined, parents think that Children aged 5-6 are still too young to be taught and required to obey the rules with discipline and firmness towards children, so that children do not know their obligations, rules and good habits such as praying, reciting the Koran, speaking well, forgiving which must be done every day and Children will imitate their parents' behavior Everyday life often gets angry, making children prone to it argue and do not want to listen Keywords: Parenting Style, Working Parents, Moral Values and Religion
PENGARUH PENGGUNAAN ALAT PERAGA UANG-UANGAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP NILAI MATA UANG PADA SISWA KELAS II MIS WALISONGO SUKAJADI Agus Abdul Alim Nur; Choirudin Choirudin; Muhamad Saidun Anwar; Agus Setiawan; Leli Fertiliana Dea; Yuli Ani Setyo Dewi
Jurnal Caksana : Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 2 (2024): Jurnal Caksana: Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Prodi PG-PAUD, FKIP, Universitas Trilogi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31326/jcpaud.v7i2.2149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak penggunaan alat peraga uang-uangan terhadap pemahaman siswa kelas II MIS Walisongo Sukajadi mengenai konsep nilai mata uang. Salah satu tantangan utama dalam pembelajaran matematika di kelas rendah adalah keterbatasan siswa dalam memahami konsep abstrak, seperti nilai nominal uang, karena tahap perkembangan kognitif mereka masih berada pada tingkat konkret operasional. Oleh karena itu, diperlukan penggunaan media pembelajaran konkret yang dapat membantu siswa dalam memahami konsep-konsep matematika yang lebih abstrak. Penelitian ini mengadopsi metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experiment) yang menggunakan pretest-posttest control group. Sampel terdiri dari dua kelas yang dipilih secara purposive, dengan total 60 siswa. Kelompok eksperimen diberi perlakuan menggunakan alat peraga uang-uangan, sementara kelompok kontrol mengikuti pembelajaran dengan metode konvensional. Pengumpulan data dilakukan melalui tes, observasi, dan dokumentasi, dengan analisis data menggunakan uji independent samples t-test setelah melalui uji normalitas dan homogenitas. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara hasil posttest kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kelompok eksperimen menunjukkan peningkatan yang lebih tinggi dalam pemahaman konsep nilai mata uang. Temuan ini menunjukkan bahwa penggunaan alat peraga uang-uangan efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep nilai mata uang dan dapat menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, kontekstual, dan menyenangkan.
Efektivitas Model Problem Based Learning dengan Media Papan Multifungsi dalam Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa Alfina Damayanti; Choirudin Choirudin; Muhammad Saidun Anwar; Wawan Wawan; Eka Fitria Ningsih; Agus Setiawan
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.859

Abstract

Kesulitan siswa dalam memahami konsep matematika dasar seperti Kelipatan Persekutuan Terkecil (KPK) dan Faktor Persekutuan Terbesar (FPB) berdampak langsung pada rendahnya hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model Problem Based Learning (PBL) yang dipadukan dengan media papan multifungsi dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep KPK dan FPB. Penelitian menggunakan metode kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada dua kelompok, yaitu kelompok eksperimen (PBL + papan multifungsi) dan kelompok kontrol (metode konvensional). Data dikumpulkan melalui tes tertulis, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan uji-t. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara nilai pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen (p = 0,001), dengan 75% siswa mengalami peningkatan pemahaman. Media papan multifungsi mendorong keterlibatan siswa secara aktif dan membantu visualisasi konsep abstrak matematika. Penelitian ini merekomendasikan integrasi media pembelajaran inovatif berbasis PBL dalam pengajaran matematika untuk meningkatkan pemahaman konseptual secara lebih efektif.
Eksperimentasi Model Pembelajaran Berbasis Proyek berbantuan Aplikasi GeoGebra terhadap Kemampuan Matematika Siswa Danang Saputra; Choirudin Choirudin; Wawan Wawan; Agus Setiawan; Muhammad Saidun Anwar; Eka Fitria Ningsih
Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan) Vol. 6 No. 2 (2025): Ainara Journal (Jurnal Penelitian dan PKM Bidang Ilmu Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Wilayah (elrispeswil)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54371/ainj.v6i2.860

Abstract

Pemahaman siswa terhadap konsep bilangan rasional masih rendah karena sifatnya yang abstrak dan minimnya penggunaan media visual interaktif dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuasi-eksperimental dengan desain Non-equivalent Control Group Design. Sampel terdiri dari dua kelas VII SMP, yaitu kelompok eksperimen (20 siswa) yang diberi perlakuan model Project-Based Learning berbantuan aplikasi GeoGebra dan kelompok kontrol (23 siswa) dengan pembelajaran konvensional. Instrumen tes terdiri dari soal uraian pemahaman konsep dengan validitas isi dan reliabilitas α = 0,82. Hasil post-test menunjukkan peningkatan signifikan pada kelompok eksperimen (rata-rata 83,4) dibandingkan kelompok kontrol (rata-rata 70,2), dengan signifikansi uji-t sebesar 0,000 < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi GeoGebra dalam pembelajaran berbasis proyek efektif meningkatkan pemahaman konsep bilangan rasional, sekaligus mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan partisipasi aktif siswa. Studi ini memberikan kontribusi praktis bagi desain pembelajaran matematika yang inovatif dan berbasis teknologi.
Pemanfaatan Limbah Klobot Jagung Menjadi Produk Ekonomi Kreatif: Upaya Pemberdayaan Masyarakat Desa Simbar Waringin, Lampung Ika Trisnawati Alawiyah; Agus Setiawan; Miftahunnisa’ Igiriza; M. Alwi; Intan Saravina
Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi dan Pengembangan Hasil Pengabdian Masyarakat (Juni)
Publisher : CV. BImbingan Belajar Assyfa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Agricultural waste, such as corn husks, often presents an environmental problem and remains underutilized. This community service initiative aimed to empower community organizations in Simbar Waringin Village, Central Lampung, by transforming corn husk waste into creative economy products. The activity employed the Asset-Based Community Development (ABCD) approach, encompassing stages of preparation, asset identification, program design, workshop implementation, and evaluation. The results indicated that the community successfully processed corn husks into various handicraft products, including ornamental flowers, woven bags, and souvenirs. This activity not only enhanced the skills and creativity of the participants but also strengthened solidarity among village organizations (PKK, Karang Taruna, and Farmers' Groups) and opened alternative economic opportunities. This waste utilization aligns with the principles of a circular and green economy, where environmental problems are converted into economic opportunities. Although marketing remains a challenge, the potential for product development and access to digital markets is wide open for the program's sustainability. In conclusion, community empowerment based on local potential is proven effective as a sustainable development strategy that integrates social, economic, and environmental aspects.