Deswaty Furqonita
Histology Department Of Medical Faculty Universitas Indonesia, Jakarta

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Modifikasi Latihan Peregangan terhadap Fleksibilitas Sendi Lutut dan Sendi Pergelangan Kaki pada Posisi Zenkutsu-dachi Karateka Kelompok Usia Dewasa dan Lanjut dengan Osteoartritis Diana Agustini Purwaning Astuti; Deswaty Furqonita; Nora Sutarina
ANATOMICA MEDICAL JOURNAL | AMJ Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30596/amj.v4i1.5120

Abstract

Abstrak: Osteoartritis (OA) adalah penyakit degeneratif yang berkaitan dengan kerusakan kartilago sendi yang paling sering mengenai sendi lutut dan pergelangan kaki. Semakin bertambah usia meningkat pula risiko terjadinya OA. Survei pra penelitian pada karateka sabuk hitam usia tua di DKI Jakarta menunjukkan karateka memiliki tanda dan gejala OA namun mengaku tidak ada keluhan dan gangguan fungsi dalam melakukan aktivitas sehari-hari walaupun berbagai gerakan karate telah puluhan tahun dijalani. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh modifikasi latihan peregangan terhadap fleksibilitas sendi lutut dan sendi pergelangan kaki  karateka sabuk hitam usia dewasa dan usia tua penderita OA pada posisi zenkutsu-dachi saat melakukan rangkaian gerakan kata jion. Metode penelitian ini adalah eksperimental dengan desain penelitian pre-post test control group yang menganalisis rekaman di dua bidang sagital menggunakan software Kinovea sebelum dan setelah modifikasi latihan peregangan rutin berkelompok dengan frekuensi 3 hari dalam seminggu selama 8 minggu terhadap 20 orang karateka sebagai subyek. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan pada sudut sendi lutut sebelum dan sesudah modifikasi latihan peregangan  pada karateka dengan OA pada kelompok usia dewasa (p = 0.025), namun tidak berbeda pada sudut sendi pergelangan kakinya. Sedangkan kedua sudut sendi tungkai kiri pada kelompok usia lanjut tidak ditemukan perbedaan signifikan sebelum dan sesudah latihan.Kata kunci: Fleksibilitas, sudut sendi lutut, osteoartritis 
Pengaruh Pajanan Auditorik Kombinasi Gelombang Monoton dan Ritmis terhadap Ekspresi Postsynapticdensity-95 Hipokampus Neonatus Ayam Frisca Angreni; DESWATY FURQONITA; AHMAD JUSUF
eJournal Kedokteran Indonesia Vol 9, No. 2 - Agustus 2021
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (987.151 KB) | DOI: 10.23886/ejki.9.64.110

Abstract

Ibu hamil yang terpapar bising akan memengaruhi janin yang dikandungnya bahkan memiliki efek negatif terhadap neurogenesis. Suara dari gelombang ritmis (musik) dapat meningkatkan neurogenesis yang berpengaruh langsung terhadap fungsi memori. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek positif gelombang ritmis untuk meredam atau menjadi terapi bagi bagian otak yang sebelumnya mendapat efek negatif gelombang monoton, dilihat dari peningkatan ekspresi densitas optik protein postsynapticdensity-95 dan waktu uji labirin T. Penelitian eksperimental ini dilakukan di laboratorium Developmental Biologi dan Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia pada bulan September 2018. Penelitian menggunakan 24 telur ayam yang difertilisasi dan dibagi empat kelompok: kelompok suara ritmis, monoton, gabungan (kombinasi suara monoton dan ritmis), dan kontrol. Telur yang sudah difertilisasi diinkubasi selama 21 hari dan dimiringkan secara otomatis tiap 4 jam. Dilakukan proses candling hari ke-3, ke-5, ke-10 dan ke-15 untuk menilai perkembangan embrio ayam. Hasil penelitian ini, terdapat perbedaan bermakna densitas optik protein postsynapticdensity 95 dan waktu uji labirin T antara kelompok gabungan dengan kelompok ritmis dan monoton, namun tidak terjadi perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol. Gelombang ritmis dapat mengurangi efek buruk gelombang monoton dan mengembalikannya menjadi sama dengan normal (kelompok kontrol). Kata kunci: ritmis, monoton, kombinasi suara, memori, postsynapticdensity-95.   Effect of Auditory Exposure combination of Monotonous and Rhythmic Waves on Postsynapticdensity-95 Expression on Neonatal Hippocampus Abstract Pregnant women who are exposed to noise will affect the fetus they contain and even have a negative effect on neurogenesis. Sound from rhythmic waves (music) can increase neurogenesis which directly affects memory function. This study aims to determine the positive effect of rhythmic waves to dampen or become therapy for parts of the brain that previously received the negative effects of monotonous waves, seen from the increase in the expression of the optical density of the postsynapticdensity-95 protein and the labyrint T test time. This experimental study was conducted in the Developmental Biology laboratory and Anatomic Pathology, Faculty of Medicine, University of Indonesia in September 2018. The study used 24 fertilized chicken eggs and divided into four groups: rhythmic, monotonous, combined (a combination of monotonous and rhythmic sounds), and control. Fertilized eggs are incubated for 21 days and automatically tilted every 4 hours. The candling process was carried out on the 3rd, 5th, 10th and 15th days to assess the development of chicken embryos. The results of this study, there was a significant difference in the optical density of the postsynaptic density protein 95 and the time of the T labyrint test between the combined group and the rhythmic and monotonous group, but there was no significant difference with the control group. Rhythmic waves can reduce the bad effects of monotonous waves and return them to normal (control group). Keywords: rhythmic, monotone, sound combination, memory, postsynaptic density-95.
Pengaruh Tekanan Telapak Kaki Bagian Depan terhadap Pemakaian Hak Tinggi dan Indeks Massa Tubuh Mahasiswi FKUI 2011 Handy Winata; Deswaty Furqonita; I Nyoman Murdana
Jurnal Kedokteran Meditek Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v20i53.1013

Abstract

AbstrakPendahuluan. Pada saat berdiri, beban berat badan di titik tumpu telapak kaki akan dibagi rata padabagian depan oleh tulang sesamoid pada kapitulum ossi metatarsal I serta kapituli osseum metatarsalII-IV dan bagian belakang telapak kaki oleh prosessus medialis tuberis kalkanei. Hal ini akan berbedaapabila memakai hak tinggi, pada keadaan seperti ini tekanan akan lebih besar pada kaki bagiandepan. Perbedaan atau adanya masalah IMT pada seseorang juga dapat mengakibatkan perubahanperubahananatomik yang akan mempengaruhi tekanan telapak kaki, ketika berdiri normal ataupunketika memakai hak tinggi, yang akan memberi beban lebih besar pada kaki bagian depan. Tujuan.Menilai tekanan telapak kaki bagian depan pada pemakaian hak tinggi dan menilai tekanan telapakkaki bagian depan pada perbedaan IMT subjek penelitian. Metode. Survei deskriptif analitik denganpendekatan potong lintang. Hasil. Pada pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap IMTnormal dan tinggi didapat hasil uji analisis dengan P = 0,000. Dan pada pada pengaruh tekanantelapak kaki bagian depan terhadap hak tinggi, tanpa hak dengan hak 5 cm, tanpa hak dengan hak 12cm, dan hak 5 cm dengan hak 12 cm didapat hasil uji analisis kesemuanya dengan P = 0,000.Kesimpulan. Terdapat pengaruh tekanan telapak kaki bagian depan terhadap pemakaian hak tinggidan IMT.Kata kunci : tekanan telapak kaki, sepatu hak tinggi, indeks massa tubuh.AbstractIntroduction. While standing, weight load on the pivot foot will be shared equally at the front by asesamoid bone on the metatarsal capitulum ossi osseum capituli metatarsal I and II-V and the backfoot by a medial processus tuberis calcanei. It would be different if wearing high heel, at this positionplantar pressure will be greater on the forefoot. Difference or a problem on someone BMI can resultin anatomic changes that will affect the pressure supported by the pivot foot, when standing normal orwhen wearing high heel, such as the use of high heels which will give greater pressure to forefoot.The aim of this research is to determine, how the effect of wearing high heel and body mass index toforefoot plantar pressure. Methods. Descriptive analytic survey with a cross-sectional design.Results. Effect of forefoot plantar pressure at different BMI acquired from analysis results with P =0.000. and effect of forefoot plantar pressure when wearing high heel, no wearing with high heel 5cm, no wearing with high heel 12 cm, and high heel 5 cm with high heel 12 cm, acquired fromanalysis results with P = 0.000. Conclusion. Forefoot plantar pressure have a effect of different BMIand when wearing high heel.Keywords: plantar pressure, high-heeled shoes, body mass index.
EFFECT OF PRE-NATAL INTERMITTENT MONOTONOUS AND RHYTHMIC AUDITORY EXPOSURES ON BRAINSTEM NUCLEI PLASTICITY OF ONE DAY-OLD CHICK Dodik Nursanto; Isabella Kurnia Liem; Ahmad AuliaJusuf; Deswaty Furqonita
Biomedika Vol 15, No 2 (2023): Biomedika Agustus 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/biomedika.v15i2.3306

Abstract

ABSTRACT Environmental auditory exposure in a form of both enrichment and stressor environmental can differently modulate the development of auditory system Prenatal chronic noise exposure caused neurogenesis and neuroplasticity disorders in the brain's auditory pathway resulting in neurocognitive impairment. Meanwhile exposure to prenatal music positively modifies morphological and biochemical developments in the brain's auditory pathway that supports neurogenesis and neuroplasticity. This study aimed to determine the plasticity of brainstem nuclei after exposure to music, noise, and a combination of both. This research used an experimental method using 24 female chicks as subjects. Subjects were obtained from eggs after incubation, which were divided into 4 groups: control, music, noise, and combined noise and music. Brain stem nuclear plasticity was measured by total number of nuclei, neuronal nuclear area, and synaptophysin expression as parameters. Prenatal music exposure significantly increased the total number of neurons, neuronal nuclear area, and synaptophysin expression in brain stem nuclei (p < 0.001), whereas combined and noise exposure significantly decreased these three plasticity parameters (p < 0.001). In conclusion, prenatal music exposure potential to increase neuroplasticity of brainstem nuclei for better neurocognitive function ABSTRAK Paparan pendengaran lingkungan dalam bentuk enrichment dan stresor lingkungan dapat memodulasi perkembangan sistem pendengaran secara berbeda. Paparan kebisingan kronis prenatal menyebabkan gangguan neurogenesis dan neuroplastisitas pada jalur pendengaran otak sehingga mengakibatkan gangguan neurokognitif. Sementara itu, paparan musik prenatal secara positif mengubah perkembangan morfologi dan biokimia pada jalur pendengaran otak yang mendukung neurogenesis dan neuroplastisitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui plastisitas nucleus batang otak setelah paparan musik, kebisingan, dan kombinasi keduanya. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan 24 ekor anak ayam betina sebagai subjeknya. Subjek diperoleh dari telur setelah diinkubasi, yang terbagi dalam 4 kelompok: kontrol, musik, kebisingan, dan gabungan kebisingan dan musik. Plastisitas nukleus batang otak diukur dengan parameter jumah total nukleus, luas neuronal nuclear area, dan ekpresi synaptophysin. Paparan musik prenatal meningkatkan jumlah total neuron, luas neuronal nuclear area, dan ekspresi synaptophysin di inti batang otak secara signifikan (p< 0,001), sedangkan paparan bising dan kombinasi secara signifikan menurunkan ketiga parameter plastisitas tersebut (p < 0.001). Kesimpulannya, paparan musik prenatal berpotensi meningkatkan neuroplastisitas inti batang otak untuk fungsi neurokognitif yang lebih baik