Agustina Tri Widyani
Universitas Sebelas Maret

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PGSD Student Perceptions Analysis of the Importance of the Entrepreneurship Skills in the Industrial Revolution 4.0 Agustina Tri Widyani; Azizah Neysa Ar Rizky; Dessy Az-Zahra Putri Riyanti; Murwani Dewi Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 7, No 3 (2024): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v7i3.91505

Abstract

Di era 4.0, keterampilan kewirausahaan semakin krusial bagi mahasiswa untuk mempersiapkan mereka menghadapi tantangan dalam dunia kerja yang semakin berkembang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi mahasiswa PGSD terhadap pentingnya keterampilan kewirausahaan dalam menghadapi tantangan di era revolusi 4.0. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik sampling yang dilaksanakan yaitu imanaen sampling dengan sampel yang diambil yaitu sebanyak 20 mahasiswa PGSD UNS. Data dianalisis menggunakan imanaen deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa PGSD UNS memiliki persepsi positif dengan frekuensi sebesar 70% (14 mahasiswa dari 20 mahasiswa). Persepsi mahasiswa ditinjau dari indikator pengetahuan dan minat diklasifikasikan memiliki persepsi positif dengan frekuensi masing-masing 70% (14 mahasiswa) dan 65% (13 mahasiswa). Oleh karena itu, peran perguruan tinggi di era revolusi imanae 4.0 tidak hanya mencetak lulusan yang berkualitas, tetapi juga menghasilkan wirausahawan muda yang kreatif dan inovatif untuk mendorong tumbuhnya perekonomian Indonesia.
Studi Literatur: Evaluasi Ragam Model Pembelajaran dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Sekolah Dasar pada Mata Pelajaran Matematika Adiratna Dwi Utami; Agustina Tri Widyani; Dika Ristiningsih; Murwani Dewi Wijayanti
Social, Humanities, and Educational Studies (SHES): Conference Series Vol 8, No 3 (2025): Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/shes.v8i3.107193

Abstract

The advancement of 21st century education demands mastery of higher-order thinking skills, especially critical thinking, but learning in elementary schools is still dominated by conventional approaches that are teacher-centered and lack active student involvement, making it less effective in developing these abilities. This study aims to evaluate learning models that effectively improve critical thinking skills among elementary school students. Using the narrative review method, this study analyzed the literature on the implementation of innovative learning approaches. The results showed that learning models such as Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, and Project-Based Learning (PjBL), as well as cooperative strategies such as Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), Teams Games Tournament (TGT), and Make a Match proved to be effective in learning. These models can increase students' participation, collaboration, and logical and analytical thinking skills. Therefore, the application of diverse and innovative learning models is a strategic approach to strengthen critical thinking in elementary school mathematics education.Kemajuan pendidikan abad ke-21 menuntut penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi, khususnya berpikir kritis, namun pembelajaran di sekolah dasar masih didominasi pendekatan konvensional yang berpusat pada guru dan minim keterlibatan aktif siswa, sehingga kurang efektif dalam mengembangkan kemampuan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi model pembelajaran yang secara efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis di kalangan siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode tinjauan naratif, penelitian ini menganalisis literatur tentang penerapan pendekatan pembelajaran yang inovatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran seperti Problem-Based Learning (PBL), Discovery Learning, dan Project-Based Learning (PjBL), serta strategi kooperatif seperti Jigsaw, Think Pair Share (TPS), Two Stay Two Stray (TSTS), Teams Games Tournament (TGT), dan Make a Match terbukti efektif digunakan dalam pembelajaran. Model-model tersebut dapat meningkatkan partisipasi, kolaborasi, serta kemampuan berpikir logis dan analitis siswa. Oleh karena itu, penerapan model pembelajaran yang beragam dan inovatif merupakan pendekatan strategis untuk memperkuat pemikiran kritis dalam pendidikan matematika sekolah dasar.