Catur Yuliani R
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Study On Components Rating Of Gasoline Engine As A Performance Quality Indicator Of Lemigas Formulated Api Sl Lubricant Setyo Widodo; Shinta Sari H; Catur Yuliani R; Subiyanto Subiyanto
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 33 No 3 (2010)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/SCOG.33.3.825

Abstract

Poor lubrication may cause wear on the surface moving parts of engine components such as bearings due to the metal-to-metal contact. Engine components utilized on the road-test of gasoline engine’s lubricating oil API SL showed wear and tear on some parts of them. The sum of wear occurred during the road test were varied. Therefore, an analysis of wear quantity of engine’s components was a necessity in order to get information about lubrication condition on engine. Analysis of wear was conducted by components’ rating based on the standard specifications set out for performance level of lubricant oil API SL and ILSAC GF-3 (SNI 06-7069-2005). Analysis based on Seq. IIIF showed that average value of the piston skirt varnish is 10, low temperature viscosity is 4673 cP, and cam wear lifter is 0.002 mm. It was also showed that the minimum kinematics viscosity increase was managed to be stay-in-grade. Analysis based on Seq. IVA showed that the average value of cam wear is 0.0015 mm. Analysis based on Seq. VII showed that the value of bearing weight loss was 0.010 g and there was no deposit at high temperatures. Shear stability analysis based on Seq. VIII showed that the viscosity of lubricant oil is still in the range of allowed values.
Analisis Tingkat Penguapan pada Minyak Lumas Transmisi Milda Fibria; Catur Yuliani R; M Hanifuddin
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 45 No 1 (2011)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.45.1.683

Abstract

 Proses transmisi roda gigi memungkinkan terjadinya slip yang mengakibatkan terjadinyapemanasan ekstrem di dalam gearbox. Kondisi ini selain dapat mengoksidasi minyak lumasdengan cepat juga akan menyebabkan penguapan berlebih yang berefek pada berkurangnyapelumasan hingga tidak mampu lagi melumasi dengan baik. Untuk mengetahui kehilangan minyaklumas, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa minyak lumas transmisi roda gigi padalaboratorium semi-unjuk kerja minyak lumas. Dengan metode ASTM D 5800, minyak lumasdipanaskan pada suhu 2500C selama satu jam dengan tekanan 2 mbar menggunakan alat ujiNoack evaporation tester. Hasilnya adalah pada beberapa minyak lumas roda gigi SAE 90,penguapan yang terjadi cukup besar bahkan mencapai lebih dari 30%. Sehingga pemilihan terhadapbase oil dari pelumas haruslah diperhatikan.
Pembuatan Gemuk Lumas Bio Menggunakan Thickener Berbasis 12-Hsa Produksi Lokal Milda Fibria; Catur Yuliani R; Tri Purnami
Lembaran publikasi minyak dan gas bumi Vol 50 No 1 (2016)
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/LPMGB.50.1.727

Abstract

Gemuk lumas merupakan kombinasi minyak lumas dan bahan pengental (thickener). Thickener memberikan karakteristik kekakuan terhadap gemuk lumas yang merupakan ukuran resistensi terhadap deformasi oleh gaya yang diberikan. Thickener dibuat dengan mereaksikan asam 12-Hidroksistearat (HSA) dan litium hidroksida untuk menghasilkan gemuk lumas yang memiliki resistensi yang tinggi terhadap air. Kebutuhan terhadap asam 12-hidroksistearat (HSA) sebagai bahan thickener gemuk lumas cukup signifi kan. Namun produk ini belum diproduksi di Indonesia, sehingga industri gemuk lumas masih mengandalkan produk impor. Padahal bahan baku yang digunakan yaitu minyak jarak, justru banyak diproduksi di dalam negeri. Sehingga dibuatlah asam 12-hidroksistearat dari minyak jarak yang diproduksi di laboratorium pelumas PPPTMGB Lemigas. Hal ini imaksudkan untuk mengurangi impor 12-HSA, menggantinya dengan produk lokal. Berdasarkan hasil penelitian mengenai pembuatan gemuk lumas bio menggunakan thickener (lokal) berbasis minyak jarak, dapat disimpulkan bahwa, formulasi gemuk lumas bio menggunakan thickener berbasis minyak jarak produk lokal memiliki performa yang setara dengan produk impor. Bahkan apabila dilakukan treatment dengan baik maka akan dapat menghasilkan gemuk lumas yang lebih unggul dibanding penggunaan thickener dengan bahan baku impor. Pemanfaatan minyak jarak dalam penelitian menghasilkan peningkatan TKDN produk mencapai > 95%.