Nafolion Nur Rahmat
Universitas Hafshawaty Zainul Hasan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Frekuensi dan Jenis Pemberian Makanan Pendamping (MPASI) dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 6-24 Bulan Isvina Fawaidar Rohmah; Nafolion Nur Rahmat; Alwin Widhiyanto
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 11 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Makanan pendamping ASI merupakan makanan selain ASI yang diberikan saat bayi sudah memasuki usia 6 bulan. Pemberian MPASI sangat penting bagi kebutuhan energi dan zat gizinya. Penelitian ini menguji adanya hubungan antara Frekuensi dan Jenis Pemberian MPASI dengan Kenaikan Berat Badan Bayi Usia 6-24 Bulan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan (Cross-sectional Method). Penelitian ini dilakukan di Posyandu Dusun Kebonsari Kabupaten Jember pada 12 Juni 2023 Sampel yang digunakan sebanyak 31 responden diambil dengan Teknik total sampling. Instrumen penelitian menggunakan Kuesioner. Analisa data menggunakan uji Spearman rank. Hasil uji statistik menyimpulkan bahwa terdapat hubungan frekuensi pemberian MPASI dengan kenaikan berat badan bayi usia 6- 24 bulan dengan nilai p value 0.009 <0.05 dan terdapat hubungan jenis pemberian MPASI dengan kenaikan berat badan bayi usia 6-24 bulan dengan nilai p value 0.003 <0.05. Faktor yang paling dominan memengaruhi kenaikan berat badan bayi usia 6-24 bulan adalah jenis pemberian MPASI. Kata Kunci : Frekuensi MPASI, Jenis MPASI, Kenaikan berat badan bayi   ABSTRACT Complementary food which is given when the baby has entered the age of 6 months. Complementary feeding is very important for their energy and nutritional needs. This study examines the correlation between the frequency and type of complementary feeding with weight gain for infants aged 6-24 months. This research was a quantitative study using an approach (Cross-sectional Method). This research was conducted at the Kebonsari Posyandu, Jember on June 12, 2023. The sample used was 31 respondents, taken using the total sampling technique. The research instrument used a questionnaire. Data analysis used the Spearman rank test. The results of the statistical test concluded that there was a correlation between the frequency of complementary feeding and weight gain for infants aged 6-24 months with a p value of 0.009 <0.05 and there was a relationship between the type of complementary feeding and weight gain for infants aged 6-24 months with a p value 0.003 <0.05. The most dominant factor affecting weight gain for babies aged 6-24 months is the type of solid food administration.
Pengaruh Inovasi Halo TB Satap Terhadap Tingkat Kepuasan Pelayanan Di Ruang Pemeriksaan Khusus UPT. Puskesmas Kedungjajang Kabupaten Lumajang Irma Septiani Maulana; Dodik Hartono; Suhari Suhari; Nafolion Nur Rahmat
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 1 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i1.463

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Penanganan TBC memerlukan pelayanan yang cepat, terintegrasi, dan berfokus pada pasien. Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan adalah melalui inovasi “Halo TB Satap”, yaitu sistem pelayanan satu pintu yang dirancang untuk mempermudah proses pemeriksaan, pengobatan, dan pemantauan pasien TBC. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh inovasi Halo TB Satap terhadap tingkat kepuasan pelayanan pada pasien Tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan desain pre eksperimental dengan pendekatan pre–post test design. Jumlah responden sebanyak 52 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan bantuan SPSS. Sebanyak 32 responden mengalami peningkatan kepuasan, 19 responden tidak mengalami perubahan, dan 1 responden mengalami penurunan kepuasan. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -4,959 dan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan antara penerapan inovasi terhadap peningkatan kepuasan pasien. Peneliti menilai bahwa Inovasi Halo TB Satap dapat menjadi solusi praktis dalam meningkatkan kepuasan pelayanan, khususnya pada ruang pemeriksaan khusus. Inovasi yang responsif dan terfokus pada kebutuhan pasien dinilai mampu memperbaiki kualitas layanan secara nyata. Inovasi ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dalam rangka mendukung program eliminasi TBC.