Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

THE URGENCY OF HUMAN RIGHTS PROTECTION AGAINST NATURAL RESOURCE CONFLICTS IN RAJA AMPAT PAPUA Ikmah Wati; Anis Salsabila; Anissa Nuraeni Maulani; Hilma Hilwana
Jurnal Kewarganegaraan Vol 10 No 1 (2026): Juni 2026
Publisher : UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31316/jk.v10i1.10026

Abstract

The Raja Ampat Islands are famous for the richest marine biodiversity in the world, but in reality the exploitation of natural resources, especially nickel mining has damaged the environment and has become a serious threat to the marine ecosystem and the rights of indigenous peoples. The urgency of human rights protection against natural resources in Raja Ampat Papua, is something that must be done. The purpose of this study is to examine the root of conflict problems in Raja Ampat, analyze the impact of conflict from natural resources that have occurred, and evaluate the role of government in providing human rights protection against natural resource conflicts in Raja Ampat. This study uses a qualitative approach with a case study design to understand the phenomenon of conflict that occurs in Raja Ampat Papua. Secondary data sources are used in this study from various books, journal articles, and policy studies. Natural resource conflicts in Raja Ampat, especially those related to the expansion of nickel mining continue to increase sharply, causing damage to forests, sea sedimentation, and threatening biodiversity, and cause social inequality for people in Raja Ampat. The conflict has a serious impact on social aspects, threatened tourism sectors, and severe ecological damage. There is a gap in government policy related to mining licensing and natural resource governance in Raja Ampat Papua. The government needs to increase the mechanism of law enforcement to ensure the protection of human rights related to the management of natural resources. Supervision and accountability need to emphasize the transparency of natural resource management to prevent the exploitation of natural resources that violate human rights.
ECOLOGICAL CITIZENSHIP SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN LINGKUNGAN BERKELANJUTAN DI INDONESIA Ikmah Wati; Hilma Hilwana; Resultan Aqshal Hafizh Sukamto
Seminar Nasional Pariwisata dan Kewirausahaan (SNPK) Vol. 5 (2026): MEI
Publisher : Sahid University Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36441/snpk.vol5.2026.576

Abstract

Indonesia sebagai negara yang kaya akan keanekaragaman hayati baik di daratan maupun di lautan. Namun, pada faktanya kerusakan lingkungan menjadi sebuah ancaman yang cukup serius bagi kelestarian lingkungan di Indonesia. Tercemarnya air oleh limbah pabrik, deforestasi hutan untuk pertambangan ilegal, global warming menjadi salah satu permasalahan lingkungan yang sangat serius bagi keanekaragaman hayati di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep ecological citizenship dalam membangun kesadaran ekologis warga negara, implementasi ecological citizenship, dan faktor pendorong serta penghambat penerapan ecological citizenship. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang mengacu pada studi literature. Sumber data dalam penelitian ini merujuk pada jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku yang berkaitan, artikel, dan sumber internet terpercaya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa konsep ecological citizenship harus dimiliki oleh tiap warga negara guna membangun kelestarian lingkungan berkelanjutan di Indonesia. Dengan kesadaran ecological citizenship, Indonesia tidak hanya kaya akan sumber daya alam tetapi juga kaya akan sumber daya manusia yang cerdas dalam mengelola, menjaga, dan paham akan tanggung jawab dalam melestarikan lingkungan berkelanjutan. Rekomendasi dari penelitian ini diperlukan kerja sama yang baik antar pemerintah, masyarakat, generasi muda, dan stake holder dalam menjaga kelestarian lingkungan. Serta, konsep ecological citizenship perlu di sosialisasikan dan dipraktikan secara langsung oleh masyarakat guna membangun kelestarian lingkungan berkelanjutan di Indonesia.
The Role of Character Education in the Digital Era Ahmad Ramdani; Asep Mulyana Akbar; Akbar Hidayah; Ikmah Wati
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026): Continued
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.1794

Abstract

The era of digitalization has significantly influenced human life. In reality, the negative impacts of digitalization have become a major concern that must be addressed immediately. This phenomenon can be seen in the decline of character and morality among the younger generation in today’s digital era. Character education, as a moral foundation in everyday life, plays an important role in the digital age. This study aims to analyze the role of character education in the digital era, the values applied within character education, and the integration of education with digital technology. The data sources in this study were descriptive data derived from a literature review approach. The findings indicate that character education makes a significant contribution as a moral foundation in the era of digitalization. The values embedded in character education play an essential role in human life in the digital era, while the integration of education with digital technology must be balanced with responsibility and morality in order to minimize the negative impacts of digitalization. This study recommends the need for strong collaboration among the government, educational institutions, educators, the younger generation, and other stakeholders in implementing character education in the digital era.
The Integration of Artificial Intelligence for Generation Z in the Digital Era Tria Lestari; Ikmah Wati
The Future of Education Journal Vol 5 No 2 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah Yayasan Pendidikan Tumpuan Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61445/tofedu.v5i2.2022

Abstract

Artificial intelligence is a tangible proof of the rapid development of digitalization today. Artificial intelligence has a crucial influence on everyday life. Generation Z is a generation group that is very adept at using artificial intelligence. However, in the current digital era, many Generation Z still have not been able to utilize artificial intelligence wisely and responsibly. The low awareness and digital ethics possessed by Generation Z is a very serious problem and must be addressed immediately. The fading of critical thinking skills in Generation Z and the rise of plagiarism cases are a serious threat in the digital era. This study aims to analyze the integration of artificial intelligence utilization, examine the opportunities and challenges of artificial intelligence for Generation Z, and the impact of artificial intelligence on Generation Z in the digital era. This study uses a descriptive qualitative approach by examining various phenomena occurring in the current digital era. Data sources in this study refer to literature studies that refer to scientific journals, related books, and trusted internet sources. The results of this study indicate that the integration of artificial intelligence for Generation Z in the digital era must be accompanied by comprehensive knowledge and understanding so that Generation Z can utilize artificial intelligence wisely and responsibly. On the other hand, Artificial intelligence also provides considerable opportunities and challenges for Generation Z. Not only that, artificial intelligence also presents positive and negative impacts for Generation Z in the current digital era. The recommendation from this study is that a relevant strategy is needed to integrate artificial intelligence for Generation Z in the digital era. Also, the government, educational institutions, teachers, and the younger generation must collaborate in integrating artificial intelligence in the current digital era.
Membangun Digital Ethics Melalui Literasi Digital Bagi Generasi Z Di SMK Kebangsaan Tangerang Selatan Syahrul Muharom; Ikmah Wati; Irna Wati; Muhamad Ihsan G; Asep Mulyana
JEMTRAMAS: Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2026): JEMTRAMAS Jurnal Pengabdian Mitra Masyarakat
Publisher : PT LABIQA NASHA MULTIKARYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan karakter merupakan aspek fundamental dalam sistem pendidikan nasional yang berperan penting dalam membentuk kepribadian peserta didik, khususnya dalam membangun etika berinteraksi di lingkungan sekolah. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), permasalahan etika berinteraksi antar siswa masih kerap ditemukan, seperti rendahnya sikap saling menghargai, kurangnya empati sosial, lemahnya tanggung jawab, serta pola komunikasi yang kurang santun. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya penguatan pendidikan karakter yang terintegrasi dan aplikatif. Mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai karakter dan etika sosial yang berlandaskan Pancasila, karena memadukan aspek pengetahuan kewarganegaraan, sikap moral, dan perilaku sosial peserta didik. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman, kesadaran, dan sikap siswa terhadap etika berinteraksi melalui pendidikan karakter berbasis PPKn. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif yang menempatkan  siswa sebagai subjek utama pembelajaran. Kegiatan dilaksanakan melalui beberapa tahapan, meliputi perencanaan dan koordinasi dengan pihak sekolah, analisis kebutuhan, penyusunan materi, pelaksanaan seminar interaktif, diskusi kelompok, workshop, serta simulasi peran (role play). Pendekatan ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif siswa sekaligus memfasilitasi proses internalisasi nilai karakter secara reflektif dan kontekstual melalui pengalaman belajar langsung. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa siswa memberikan respons positif dan menunjukkan tingkat partisipasi yang tinggi selama kegiatan berlangsung. Terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep etika berinteraksi, berkembangnya sikap saling menghargai dan empati, serta kemampuan berkomunikasi secara lebih santun dan bertanggung jawab dalam lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan PKM ini turut berkontribusi dalam menciptakan iklim sosial sekolah yang lebih harmonis dan kondusif. Dengan demikian, kegiatan PKM ini dapat menjadi salah satu alternatif model implementasi pendidikan karakter berbasis PPKn yang efektif dalam membangun etika berinteraksi siswa di lingkungan SMK secara berkelanjutan.