Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH TERINTEGRASI KECERDASAN EMOSIONAL DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMP Naimah Naimah; Sirwanti Sirwanti
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 3 No. 7: Desember 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu alternatif pembelajaran yang memberikan peluang tercapainya tujuan pembelajaran matematika, yang mampu melibatkan siswa secara aktif adalah pembelajaran berbasis-masalah. Fase-fase pembelajaran matematika berbasis masalah terintegrasi kecerdasan emosional yang ditempuh yaitu (a) Orientasi siswa pada masalah otentik, (b) Mengorganisasikan siswa dalam belajar, (c) Membimbing penyelidikan individual maupun kelompok, (d) Mengembangkan dan menyajikan hasil karya (e) Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah. Penelitian ini diharapkan dapat mengurangi rasa cemas siswa terhadap mata pelajaran matematika dan memungkinkan siswa lebih bersemangat belajar matematika dengan menggunakan contoh-contoh masalah dalam kehidupan sehari- hari serta diharapkan dapat dijadikan acuan bagi peneliti yang ingin melakukan penelitian lanjutan demi kesempurnaan model Pembelajaran berbasis masalah yang melibatkan kecerdasan emosional di masa yang akan datang. Selanjutnya model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi kecerdasan emosional dinyatakan efektif, jika ketuntasan belajar klasikal telah tercapai, aktivitas sesuai yang diharapkan, kemampuan guru mengelola pembelajaran sangat baik, dan respons siswa terhadap pembelajaran sudah positif, dengan demikian tujuan model pembelajaran berbasis masalah terintegrasi kecerdasan emosional akan tercapai.
IMPLEMENTASI PHENOMENON-BASED LEARNING BERBASIS ETNOMATEMATIKA MABBILANG WETTU DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN KONSEP GEOMETRI DUA DIMENSI Sukmawati Sukmawati; Naimah Naimah; Sirwanti Sirwanti; Andi Muhammad Irfan Taufan Asfar; Andi Muhamad Iqbal Akbar Asfar; Andi Nurannisa
Pedagogy: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 11 No. 2 (2026): Pedagogy : Jurnal Pendidikan Matematika
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ame81326

Abstract

Rendahnya pemahaman konsep geometri dua dimensi pada peserta didik sekolah dasar disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat abstrak dan minim mengintegrasikan konteks budaya lokal. Kondisi ini menyebabkan peserta didik mengalami kesulitan dalam mengenali bentuk, sifat, serta hubungan antarbangun datar secara bermakna. Penelitian ini bertujuan mengembangkan dan mengimplementasikan Phenomenon-Based Learning berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu untuk meningkatkan pemahaman konsep geometri dua dimensi peserta didik. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analyze, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian sebanyak masing-mmasing 20 peserta didik dari kelas VI UPT SD Inpres 5/81 Tompong Patu dan UPT SD Inpres 5/81 Ponre-Ponre. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, tes pemahaman konsep matematika, angket, dan validasi ahli. Validator ahli terdiri atas ahli materi matematika, ahli media pembelajaran, dan ahli budaya Bugis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran berbasis etnomatematika Mabbilang Wettu memenuhi kriteria valid berdasarkan penilaian ahli materi, ahli media, dan ahli budaya dengan kategori valid hingga sangat valid. Implementasi pembelajaran juga menunjukkan kategori praktis berdasarkan respons positif guru dan peserta didik. Hasil efektivitas menunjukkan adanya peningkatan pemahaman konsep geometri dua dimensi yang ditandai oleh peningkatan rata-rata hasil posttest dan nilai N-Gain 0,70 atau kategori tinggi. Temuan penelitian membuktikan bahwa integrasi simbol budaya Mabbilang Wettu melalui pendekatan Phenomenon-Based Learning mampu menciptakan pembelajaran geometri yang lebih kontekstual, bermakna, dan mendukung penguatan literasi budaya peserta didik.