Kana Safrina Rouzi
Alma Ata University

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Community Empowerment Through PPK Ormawa To Strengthen Interest In Reading Rural Communities Endi Rochaendi; Kana Safrina Rouzi; Eliza Dwinta; Nur Kholik; Indah Perdana Sari; Mahfud Mahfud; Baiq Ismiati
To Maega : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7, No 3 (2024): Oktober 2024
Publisher : Universitas Andi Djemma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35914/tomaega.v7i3.2711

Abstract

Community service is a key activity of student organizations (Ormawa) to foster social awareness, empathy, and solidarity through science, technology, arts, and culture. The Student Organization Capacity Strengthening Program (PPK Ormawa), funded by the Directorate General of Higher Education, Research, and Technology, aims to enhance Ormawa's quality and develop students' soft skills and competencies. In 2023, HIMA PGSD/HIMMI of Alma Ata University received a grant to implement PPK Ormawa in Kalurahan Muntuk-Dlingo, Bantul Regency, focusing on boosting reading interest in rural communities. The activities included learning guidance to strengthen literacy and numeracy, utilizing the Service-Learning (S-L) method. Over four months, the program created a reading-friendly environment, formed regular reading groups, and developed STEAM-based learning modules. Post-test results showed significant improvement, with mastery levels increasing from 35% to 96% and the class average score rising from 64.28 to 89.96. PPK Ormawa successfully enhanced participants' literacy and numeracy understanding and built a lifelong learning environment. Future recommendations include updating literacy content, providing continuous training, conducting literacy campaigns, collaborating with educational institutions and local communities, and regular evaluations.
Pembelajaran Berbasis Kearifan Lokal Di Madrasah Ibtidaiyah: Analisis Literatur Model Penerapannya Farida Musyrifah; Kana Safrina RouzI; Ika Tri Susilowati
Salam Institute Islamic Studies Vol. 3 No. 1 (2026): Salam Institue Islamic Studies (SIIS)
Publisher : Elsalima (Salam Institute)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.67716/a597vd87

Abstract

Pendidikan memiliki peran fundamental dalam kehidupan manusia karena menjadi sarana utama untuk mengembangkan potensi intelektual, wawasan, sistem nilai, serta kepribadian. Lebih dari itu, pendidikan juga berfungsi sebagai instrumen pelestarian warisan budaya dari generasi ke generasi. Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Sumber data diperoleh dari berbagai artikel ilmiah dalam jurnal terakreditasi, buku-buku akademik yang relevan, serta dokumen kebijakan pendidikan yang membahas tentang pembelajaran berbasis budaya lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kontekstual dan pendekatan pengajaran yang responsif terhadap budaya (culturally responsive teaching) terbukti efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal ke dalam kegiatan belajar mengajar. Integrasi semacam ini memberikan dampak positif yang signifikan, antara lain meningkatnya motivasi belajar siswa, terbentuknya karakter yang lebih baik, serta menguatnya identitas budaya mereka. Meski demikian, implementasi di lapangan masih menghadapi sejumlah hambatan. Dua tantangan utama yang teridentifikasi adalah keterbatasan sumber daya belajar yang bermuatan kearifan lokal dan minimnya pelatihan bagi guru dalam merancang serta melaksanakan pembelajaran berbasis budaya. Inovasi utama yang ditawarkan oleh penelitian ini adalah penegasan akan pentingnya kolaborasi yang erat antara tiga pihak: lembaga pendidikan (khususnya Madrasah Ibtidaiyah), pemerintah daerah, dan komunitas masyarakat setempat. Dengan sinergi tersebut, diharapkan tercipta lingkungan pembelajaran berbasis budaya yang berkelanjutan, di mana nilai-nilai lokal tidak hanya diajarkan tetapi juga dihayati dan dipraktikkan secara nyata oleh peserta didik.