Fenomena krisis moral yang melanda berbagai lapisan masyarakat menuntut pendekatan pendidikan Islam yang lebih reflektif dan kontekstual. Dalam konteks tersebut, konsep tadabbur alam memiliki urgensi tinggi karena mampu menumbuhkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral melalui perenungan terhadap tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi antara tadabbur alam dan pendidikan moral dalam tafsir Ibnu Katsir terhadap QS. Adz-Dzāriyāt (20–21) dan QS. Luqmān (12–19), serta menggali relevansinya bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research), di mana data primer bersumber dari Tafsir Ibnu Katsir, sedangkan data sekunder diperoleh dari jurnal ilmiah dan literatur pendidikan Islam lima tahun terakhir. Analisis dilakukan melalui teknik content analysis dengan model induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ibnu Katsir menafsirkan tadabbur alam sebagai media pengenalan terhadap kebesaran Allah yang mendorong terbentuknya kesadaran moral, sedangkan nasihat Luqman dalam QS. Luqmān 12–19 merepresentasikan dimensi etis dan pedagogis dari kesadaran tersebut. Integrasi keduanya menghasilkan model pendidikan Qur’ani yang memadukan spiritualitas, rasionalitas, dan moralitas sebagai dasar pembentukan insan beriman dan berakhlak. Penelitian ini berimplikasi pada perlunya penguatan kurikulum pendidikan Islam berbasis refleksi terhadap ayat-ayat kauniyyah dan qauliyyah sebagai strategi pembinaan karakter di era modern.