Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Introduction to Evacuation Routes for Tsunami Earthquake Disaster Threats at SMKN 1 Meureubo: Sosialisasi Pengenalan Jalur Evakuasi Terhadap Ancaman Bencana Gempa Tsunami di SMKN 1 Meureubo Cut Liliiza Yusra; Hilma Erliana; Kusmira Agustian; Santi Septiana Zarita; Luthfi; Andi Mustari; Rahmad Nuthihar; Chaira; Yunita Arafah; Keumala Fadhiela ND
JATI EMAS (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat) Vol. 8 No. 3 (2024): Jati Emas (Jurnal Aplikasi Teknik dan Pengabdian Masyarakat)
Publisher : DPD Jatim Perkumpulan Dosen Indonesia Semesta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This community service aims to identify and enhance the awareness and understanding of students at SMKN 1 Meureubo regarding evacuation routes in the face of earthquake and tsunami threats. Meureubo, located on the west coast of Aceh, is in a high-risk zone for tsunamis, making comprehension of evacuation routes crucial to minimizing the risk of casualties. This outreach involves participatory methods including counseling, evacuation drills, questionnaire distribution, and the dissemination of educational materials on the steps to be taken during a disaster. The evacuation routes introduced consist of five routes. The results of this activity show a significant increase in students' knowledge and preparedness for emergency evacuation procedures. Regarding the ease of access to the provided evacuation routes, 44.4% of respondents agreed, while 48.5% disagreed due to the lack of evacuation signs leading to the designated assembly points. Therefore, it is hoped that this activity will continue and be disseminated to the entire community of West Aceh Regency, especially in Meureubo sub-district, so that it can serve as a model to be implemented in other schools in disaster-prone areas to enhance the safety and well-being of the community.
Persepsi Petani terhadap Infrastruktur Pendukung Kawasan Agropolitan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Yunita Arafah; Rahmatul Ulia; Winda Hanifah
JPPE : Jurnal Perencanaan & Pengembangan Ekonomi Vol 8, No 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jppe.v8i2.5291

Abstract

Pembangunan kawasan agropolitan merupakan strategi pengembangan regional yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor pertanian dan peningkatan integrasi antardaerah. Distrik Tangse di Kabupaten Pidie telah ditetapkan sebagai kawasan agropolitan karena potensi produksi pertaniannya yang tinggi; namun, kawasan ini masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar yang mempengaruhi efektivitas sistem agribisnisnya. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi infrastruktur pendukung di kawasan agropolitan dan menganalisis persepsi petani terhadap fungsionalitasnya. Metode deskriptif kuantitatif digunakan, dengan sampel 100 responden yang dipilih melalui sampling probabilitas. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner skala Likert, serta dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan perhitungan indeks persepsi. Hasil menunjukkan bahwa Kabupaten Tangse memiliki produksi pertanian yang tinggi, terutama dalam komoditas jagung, padi, cabai, durian, kopi, dan kakao, yang mendukung potensinya sebagai kawasan agropolitan. Namun, persepsi petani terhadap kondisi infrastruktur bervariasi secara signifikan. Sistem irigasi mendapatkan skor tertinggi sebesar 85,8% (sangat baik), menunjukkan jaringan irigasi yang berfungsi dengan baik. Jalan desa dinilai baik dengan skor 64,4%, meskipun persepsi positif tidak merata di seluruh desa. Jalan antar desa dan jalan desa ke kota dinilai moderat (55,0%) akibat kerusakan jalan yang parah. Infrastruktur pasar dan gudang penyimpanan mendapatkan skor terendah sebesar 37,0% dan 34,4% (buruk), disebabkan oleh ketidakhadiran pasar yang aktif dan penggunaan fasilitas penyimpanan yang minim. Temuan ini menunjukkan bahwa pengembangan kawasan agropolitan di Kabupaten Tangse masih menghadapi tantangan signifikan dalam infrastruktur distribusi dan pemasaran. Oleh karena itu, meningkatkan kualitas jalan, mendirikan pasar lokal yang dikelola dengan baik, dan merevitalisasi gudang penyimpanan merupakan hal yang esensial untuk memperkuat rantai agribisnis, meningkatkan daya tawar petani, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.