Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Identifikasi dan Dominasi Parasit pada Sumber Daya Ikan Hias di Danau Lais Kalimantan Tengah Rosita Rosita
JURNAL ILMU HEWANI TROPIKA (JOURNAL OF TROPICAL ANIMAL SCIENCE) Vol 1, No 2 (2012): Desember 2012
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Kristen Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to identify and inventory of potentially pathogenic species of parasites cause disease in ornamental fish, both caught in the Lais lake and the domestication activities. Beside is to know the relationship between water quality with a prevalence, intensity and dominance of parasites that attack ornamental fish in domestication. The reseach activities were conducted since January 20, 2010 until March 16, 2010. The fish samples collected from the fishermen were identificated and inventoried by means of recording of parasite type, amount and organs attack the fish using the identification book (Kabata, 1985) and the identification key of parasite by Bykhovskaya, et al. (1964) and calculated the value of domination. The results showed four parasitic protozoan species were Myxobolus sp, Glossatella sp, Vorticella sp., Chilodonella sp. and one species of non-protozoan (worms) was Dactylogyrus sp. in Lais lakes and in the domestication.
JENIS ALAT TANGKAP TRADISIONAL DAN KEARIFAN LOKAL SERTA JENIS IKAN YANG TERTANGKAP DI SUNGAI KAHAYAN KELURAHAN KAMELOH BARU Kembarawati Kembarawati; Sweking Gandih; Rosita Rosita
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis alat tangkap tradisional, kearifan lokal perikanan yang digunakan dan jenis ikan yang tertangkap oleh nelayan di sungai Kahayan kelurahan Kameloh Baru. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini terdapat 9 jenis alat tangkap yang digunakan oleh nelayan dan 17 spesies jenis ikan yang tertangkap. Namun bapak sugiarto menyebutkan bahwa dulu ada adat istiadat yang di lakukan dalam menangkap ikan yaitu dengan cara berdoa bersama membuat acara singkat sebelum memulai penangkapan kemudian para nelayan bersama-sama mensusur sekaligus membuka sungai. Adapun jenis ikan yang di larang untuk di tangkap pada zaman dulu adalah ikan arwana (Scleropages formosus) dan Ikan lele sembilang (Plotosidae) yang dagingnya keras dan dapat menvebabkan gatal saat di konsumsi. Ada kebiasaan unik dari masyarakat setelah menangkap ikan yaitu membersihkan ikan kemudian mengeringkannya.
PREVALENSI DAN INTENSITAS EKTOPARASIT PROTOZOA PADA IKAN GABUS (Channa striata) YANG TERTANGKAP DI SUNGAI KAHAYAN Yehuda Saputra; Rosita Rosita; Murrod Chandra Wirabakti; Ricky Djauhari; Shinta Sylvia Monalisa
Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian Vol. 16 No. 1 (2022): Agrienvi : Jurnal Ilmu Pertanian
Publisher : Agrienvi: Jurnal Ilmu Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ikan gabus (Channa striata) memiliki rasa dagingnya yang khas dan harganya yang cukup tinggi, keterjaminan keamanan bahan pangan dari ikan ini yang sebagian besar berasal dari alam dan rentan terhadap serangan ektoparasit protozoa, masih belum terlalu diketahui. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis, jumlah, prevalensi dan intensitas ektoparasit protozoa pada ikan gabus (Channa striata) yang tertangkap di Sungai Kahayan. Penelitian ini dilakukan selama 4 minggu pada bulan November sampai Desember 2020 di lokasi anak sungai dan pinggir sungai Kahayan dari daerah Tanjung Pinang dan Tanjung Taruna dengan sampel ikan gabus yang ditangkap sebanyak 25 ekor perlokasi dengan penyamplingan dilakukan sekali seminggu dengan nelayan di sungai Kahayan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Hasil penellitian ini diperoleh enam jenis ektoparasit , yaitu Apiosoma sp, Chilodonella sp, Epistylist sp, Henneguya sp, Tricodina sp dan Vorticella sp. Prevalensi dan intensitas dari ektoparasit Henneguya sp yang paling mendominasi, dari lokasi AS1 dan PS2 berturut-turut 80% dan 1983 ind/ekor. Prevalensi dan intensitas total tertinggi berasal dari lokasi PS3 daerah Tanjung Taruna yaitu 96% dan 5216 individu parasit per ikan, dengan kondisi kualitas air masih dapat ditoleransi ikan gabus, yaitu 25-26oC, DO 4,1-9 ppm, pH 5,7-6,8, kecerahan terendah 6 cm dan kekeruhan tertinggi 746 NTU.
Identifikasi Endoparasit Pada Ikan Hasil Tangkap Sebagai Kandidat Ikan Domestikasi di Danau Lais Kota Palangka Raya Rosita Rosita; Maryani Maryani; Revika Try Sela Manik; Toto Fransisco
Jurnal Akuakultur Sungai dan Danau Vol 7, No 2 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/akuakultur.v7i2.138

Abstract

The study aimed at determine the type of endoparasites in catch fish in Lake Lais Palangka Raya, Central Kalimantan which will later be used as candidate fish for domestication so that it can be used as a basis for determining attitudes and the next step in overcoming problems encountered in aquaculture activities examined at the Parasitology Laboratory Station. Fish Quarantine Quality Control and Safety of Fishery Products Palangka Raya. Examination of endoparasites is done by observing the internal organs by making a mucus smear which is examined under a microscope. From the results of the study, it was found that the dominant catches from the waters of Lake Lais were Toman fish (Channa micropeltes), Baung fish (Mystusnemurus), Gabus fish (Channa striata), Kerandang fish (Channa pleurophthalma) and 7 types of parasites were found in the caught fish. Dominating the waters of Lake Lais, namely Henneguya sp, Myxobolus sp, Senga sp, Philometra sp, Neoechinorhynchus sp, Cammalanus sp, Echinostoma sp.  The highest prevalence value in captured fish from Lake Lais is found in Toman fish, which is 100%, followed by Kerandang fish 90%, Cork fish 70% and the lowest prevalence value is in Baung fish, namely 50%, as well as the intensity value in fish. Toman is taller than other caught fish.
PERBANDINGAN JUMLAH INDUK JANTAN DAN BETINA TERHADAP JUMLAH PEMBUAHAN DAN PENETASAN IKAN BETOK (Anabas testudineus BLOCH) DI MEDIA AIR GAMBUT Rosita; M. Noor Yasin; Rahmanuddin; Noviarizva P.
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 14 No. 1 (2019): Journal Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v14i1.1213

Abstract

Tujuan penelitian mengetahui perbandingan induk ikan betok jantan dan betina di media air gambut pada pemijahan secarasemi buatan yang dapat menghasilkan jumlah pembuahan dan penetasan telur yang tinggi. Metode Penelitian yang digunakanadalah metode eksperimen. Hasil pengumpulan data diuji dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 Perlakuan (A (1Jantan : 1 betina), Perlakuan B (2 Jantan : 1 betina) dan Perlakuan C (3 Jantan : 1 betina)) dan 3 ulangan. Hipotesis yangdigunakan adalah sex ratio jantan yang berbeda berpengaruh nyata terhadap jumlah pembuahan, dan penetasan telur ikan betok.Data yang digunakan adalah data fekunditas, jumlah pembuahan telur dan jumlah penetasan telur sebagai data utama dan datakualitas air (suhu, oksigen terlarut (DO) dan derajat keasaman (pH) ) sebagai data pendukung. Pengolahan data dilakukandengan program exel 2013, dan untuk mengetahui adanya pengaruh perlakuan dilakukan menggunakan analisis One WayANOVA pada program software SPSS versi 20 for windows. Hasil pengamatan menunjukan rerata jumlah pembuahanperlakuan C (3:1) lebih tinggi dari pada perlakuan B)2;1) dan A (1:1) dimana rerata jumlah pembuahan pada perlakuan A(1:1)dengan rerata jumlah pembuahan pada perlakuan C (3:1) nilai signifikansi 0,02 (p<0,05 ) berbeda sangat nyata, sedangkanPerlakuan A (1;1) dengan B (2:1) dan perlakuan B (2;1) dengan Perlakuan C(3:1) tidak berbeda nyata. Hasil pengamatanterhadap jumlah penetasan menunjukan rerata jumlah penetasan perlakuan C (3:1) lebih tinggi dari pada perlakuan B(2:1) danperlakuan A(1:1) dimana rerata jumlah penetasan perlakuan A(1:1) dengan rerata jumlah penetasan perlakuan B (2:1) (nilaisignifikansi 0,01 (p<0,05 )) dan dengan C (3:1) (nilai signifikansi 0,00 (p<0,05 )) berbeda sangat nyata, sedangkan perlakuan B(2;1) dengan perlakuan C (3:1) (nilai signifikansi 0,21 (p>0,05 )) tidak berbeda nyata. Kisaran parameter kualitas air suhu 26,0oC– 28,4 oC, DO 5,07 -6,9 mg/l dan pH 5,0-5,8 mendukung untuk pembuahan dan penetasan telur ikan betok .
INVENTARISASI PENYAKIT PADA IKAN DI TOKO IKAN HIAS YANG BERADA DI KOTA PALANGKA RAYA Permanto Permanto; Rosita Rosita; Shinta Sylvia Monalisa
JOURNAL OF TROPICAL FISHERIES Vol. 15 No. 1 (2020): Journal Tropical Fisheries
Publisher : Jurusan Perikanan Fakultas Pertanian Universitas Palangka Raya (UPR)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36873/jtf.v15i1.7795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis-jenis penyakit yang menyerang di beberapa Toko Ikan Hias yang berada di kota Palangka Raya serta manfaatnya yaitu memberikan wawasan lebih kepada para pembudidaya ikan hias untuk mengetahui lebih jauh apa saja penyakit ikan hias dan cara penanganan nya, apabila sewaktu-waktu ikan peliharaan terserang penyakit. Penelitian ini dilakukan dari tgl 20 april s/d 20 mei 2019 yang meliputi persiapan dan pelaksanaan pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner. Penelitian ini dilakukan di tiga (3) Toko Penjual Ikan Hias yang berada di Kota Palangka Raya. Berdasarkan hasil penelitian penyakit yang mendominasi menyerang ikan hias adalah penyakit bintik/bercak putih (white Spot), sirip busuk, mulut busuk dan luka pada tubuh ikan atau borok (Ulcer) yang menginfeksi hampir semua jenis ikan yang dipelihara. Sedangkan penyakit velvet hanya terdapat pada 2 jenis ikan hias yaitu ikan komet dan ikan platty
Combination of Tofu And Fermented Taro Leaf Midrib on Growth Maggot Black Soldier Fly (Hermetia illucens) Juwita Hutasoit; Ivone Christiana; Shinta Sylvia Monalisa; Rosita Rosita; Yulintine Yulintine; Maryani Maryani
Jurnal Akuakultur SEBATIN Vol. 4 No. 2 (2023): November
Publisher : Jurusan Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Kelautan, Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jas.4.2.10-20

Abstract

This study aims to determine the effect of different combinations of tofu and fermented taro leaf midrib on the growth of Maggot Black Soldier Fly. The research method used is the experimental method using a Completely Randomized Design (CRD) which consists of 4 levels of treatment, namely A (100% tofu); B (75% tofu+ 25% fermented taro leaf midrib); C (50% tofu + 50% fermented taro leaf midrib); D (25% tofu + 75% fermented taro leaf midrib). Parameters observed were BSF maggot length and weight growth, digested feed conversion efficiency (ECD), waste reduction index (WRI), BSF maggot productivity. Analysis of the data used was Analysis of Variance (ANOVA) and to determine the best treatment using a follow-up test in the form of Duncan's test with a significance level of 5%. The results showed that different combinations of tofu and fermented taro leaf midrib had a significant effect on the growth of Maggot BSF. The best combination of tofu and fermented taro leaf midrib on the growth of Maggot BSF was the use of 75% tofu + 25% fermented taro leaf midrib which has a significant effect when compared to other treatments.