Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Halal Certification Issues-Solutions in Indonesia: An Exploratory Study Ismail; Nurhudawi; Kamaruddin; Jufri Naldo; Syahrial Arif Hutagalung
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i1.9163

Abstract

This study aims to explore the problems and formulate solutions related to the implementation of halal certification for MSMEs in Indonesia. Employing a qualitative content analysis approach, ten articles published between 2019 and 2024 were analyzed using a mind map chart to identify key issues and integrated solutions. The findings highlight five major areas of concern: regulations, business actors, support systems, implementation processes, and public outreach. Key challenges include an underdeveloped legal structure, high certification costs, low awareness among business actors, and inadequate infrastructure and support. Proposed solutions involve offering free halal certification, enhancing outreach efforts, digitizing the certification system, strengthening institutional support, and providing technical assistance. This research offers a comprehensive mapping of problems and solutions, an approach not previously undertaken. It underscores the need for synergy between the government, support institutions, and MSMEs to build a more inclusive and effective halal certification ecosystem in Indonesia.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika dan merumuskan solusi dalam pelaksanaan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan pendekatan analisis konten kualitatif, 10 artikel terpilih dari tahun 2019-2024 dianalisis menggunakan alat pemetaan mind maps chart untuk mengidentifikasi tantangan utama dan solusi yang terintegrasi. Hasil penelitian mengungkapkan lima aspek problematika utama: regulasi, pelaku usaha, sistem pendukung, implementasi, dan sosialisasi. Tantangan meliputi ketidaksiapan struktur hukum, biaya yang memberatkan, rendahnya kesadaran pelaku usaha, serta keterbatasan infrastruktur dan pendampingan. Solusi yang diusulkan meliputi program sertifikasi halal gratis, peningkatan sosialisasi, digitalisasi sistem, penguatan dukungan kelembagaan, dan pendampingan teknis. Penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan pemetaan komprehensif problematika dan solusi tentang pelaksanaan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dalam implikasinya diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendukung, dan UMKM untuk menciptakan ekosistem sertifikasi halal yang lebih inklusif dan efisien di Indonesia.
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI CALON JAMAAH HAJI INDONESIA DENGAN METODE ROCKPORT: Analysis of Physical Fitness Level of Prospective Indonesian Hajj Pilgrims: Rockport Method Ismail; Muhammad Basri; Sitti Rahmatia; Nasrullah; Sukriyadi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Faktor kebugaran jasmani merupakan masalah fenomenal yang dialami oleh setiap calon jamaah haji. Sayangnya, kebugaran jasmani mereka belum menjadi prioritas dalam mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke tanah suci. Tujuan: Penelitian ini mengidentifikasi tingkat kebugaran jasmani calon jamaah haji dengan pendekatan metode Rockport. Metode: Kami merekrut 388 calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2023 (laki-laki 143 dan perempuan 245), berusia 211 - 91 tahun, yang tidak memiliki riwayat hipertensi, asma, dan jantung koroner. Analisis data menggunakan uji chi square SPSS versi 22 dan regresi logistik untuk mengetahui estimasi tingkat risiko kebugaran jasmani peserta. Hasil: Lebih dari separuh (59,3%) calon jamaah haji dalam kondisi baik, sisanya kurang sehat. Faktor-faktor yang berperan yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), kebiasaan merokok, tingkat kebugaran jasmani (p value 0,000, 0,035, 0,000, 0,000 OR Ci 95% : 18,403, 1,216, 0,148, 4,389). Kesimpulan: Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan tingkat kebugaran calon jemaah haji yang berhasil diidentifikasi yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok. Faktor-faktor determinan yang disebutkan di atas menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani calon jemaah haji. Pengendalian faktor risiko sangat penting dilakukan melalui upaya pembinaan kesehatan calon jemaah haji selama masa tunggu dan menjelang keberangkatan ke tanah suci.