Nasrullah
Poltekkes Kemenkes Makassar

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGGUNAAN E-BOOK SEBAGAI EDUKASI PERAWATAN BAYI BARU LAHIR PADA IBU PRIMIPARA DI RSKDIA PERTIWI MAKASSAR: The Use of E-books as Education for Newborn Care for Primiparous Mothers at Pertiwi Women and Children Hospital Makassar Agusti Fauziah; Hariani; Sudirman; Abdul Kadir Ahmad; Nasrullah; Nuralamsyah; Laurensius
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.2283

Abstract

Perawatan bayi baru lahir yang tepat sangat penting bagi ibu primipara yang baru menjalani peran sebagai orang tua. Kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam merawat bayi dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan pada neonatus. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu primipara tentang perawatan bayi baru lahir melalui media edukasi berbasis e- book. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga responden ibu primipara yang melahirkan di RSKDIA Pertiwi Makassar. Data dikumpulkan melalui wawancara pre-test dan post-test menggunakan pedoman terstruktur setelah pemberian e-book edukatif. Proses edukasi dilakukan melalui distribusi e-book digital yang dapat diakses melalui perangkat smartphone. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kepercayaan diri pada ketiga responden dalam hal perawatan bayi, termasuk pemahaman tentang ASI eksklusif, kebersihan bayi, tanda bahaya, dan cara mempererat ikatan ibu-bayi. Selain itu, para ibu menyatakan bahwa e-book mudah diakses dan dipahami, meskipun terdapat masukan untuk perbaikan tampilan visual. Kesimpulannya, e-book terbukti efektif sebagai media edukasi dalam meningkatkan pengetahuan ibu primipara mengenai perawatan bayi baru lahir. Penggunaan e-book direkomendasikan sebagai metode pembelajaran yang modern dan praktis, baik di lingkungan rumah sakit maupun sebagai materi ajar institusi pendidikan keperawatan
PENERAPAN STIMULASI KETERLAMBATAN BICARA PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BERBICARA DI PAUD SEKOLAH ALAM INSAN KAMIL SAMATA: Application Of Speech Delay Therapy For Children With Speech Disorders At The INSAN KAMIL SAMATA NATURAL SCHOOL PAUD Simunati; Amar Mansyur; Ruslan Hasani; Nasrullah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 17 No 01 (2026): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v17i01.1655

Abstract

Latar Belakang : perkembangan bahasa pada setiap anak pastilah berbeda. Hal ini di pengnaruhi oleh stimulus yang di berikan oleh orang terdekat yang ada di sekelilingnya. Pada anak usia dini berusia 5-6 tahun, tahap perkembangan bahasa dapat juga kita amati dari kelancaran saat anak berbicara apakah anak sudah lancar berbicara atau belum. Tujuan Penelitian : untuk mengetahui penerapan terapi keterlambatan bicara pada anak dengan gangguan berbicara di PAUD Sekolah Alam Insan Kamil Samata. Metode Penelitian : Penelitiana ini merupakan deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yang melibatkan 1 responden sebagai sampel dalam penelitian ini. Hasil Penelitian : pada hasil kegiatan penjaringan di temukan 1 orang anak yang mengalami gangguan bicara (Speech Delay), dimana hasil kegiatan penjaringan di temukan anak mampu mengucapkan artikulasi dengan benar namun terebata-bata serta pengucapanya yang kurang percaya diri dan anak mampu menjawab jenis hewan dan buah-buahan. Pada hasil kegiatan stimulasi pada hari pertama yaitu 40% anak hanya mampu menyebutkan 4 nama hewan dengan artikulasi yang benar, hari kedua yaitu 50% anak hanya mampu menyebutkan 5 nama hewan dengan artikulasi yang benar, hari ketiga yaitu 60% anak mampu menyebutkan 6 nama hewan dengan artikulasi yamg benar, untuk hari keempat yaitu anak mampu menyebutkan 7 nama hewan dengan artikulasi yang benar, dan hari kelima anak mampu menyebutkan 9 nama hewan dengan artikulasi yang benar, selanjutnya metode tanya jawab didapatkan hasil pada hari pertama yaitu 50% anak hanya mampu menjawab 5 nama buah, hari kedua yaitu 50% anak hanya mampu menjawab 5 nama buah, hari ketiga yaitu 60% anak mampu menjawab 6 nama buah, hari keempat yaitu 70% anak mampu menjawab 7 nama buah dan hari kelima yaitu 90% anak mampu menjawab 9 nama buah.Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang telah di lakukan, yaitu penerapan terepi keterlambatan bicara pada anak dengan gangguan berbicara di PAUD Sekolah Alam Insan Kamil Samata dapat di simpulkan, Penerapan melatih artikulasi yang benar pada anak yang dari awalnya anak tidak mampu mengucap atau meniru apa yang di katakan, dan setelah di lakukan stimulasi dengan menggunakan artikulasi yang jelas dan tanya jawab seperti (nama hewan dan buah-buahan) anak mampu mengucapkan namun masih terbata-bata. Penerapan melatih bicara dapat meningkatkan kemampuan secara verbal dan non-verbal sehinggah tumbuh kembangnya dapat di katakan sesuai dengan anak seusianya.
ANALISIS KEBUGARAN JASMANI CALON JAMAAH HAJI INDONESIA DENGAN METODE ROCKPORT: Analysis of Physical Fitness Level of Prospective Indonesian Hajj Pilgrims: Rockport Method Ismail; Muhammad Basri; Sitti Rahmatia; Nasrullah; Sukriyadi
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 15 No 2 (2024): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Faktor kebugaran jasmani merupakan masalah fenomenal yang dialami oleh setiap calon jamaah haji. Sayangnya, kebugaran jasmani mereka belum menjadi prioritas dalam mempersiapkan diri menjelang keberangkatan ke tanah suci. Tujuan: Penelitian ini mengidentifikasi tingkat kebugaran jasmani calon jamaah haji dengan pendekatan metode Rockport. Metode: Kami merekrut 388 calon jamaah haji yang akan berangkat tahun 2023 (laki-laki 143 dan perempuan 245), berusia 211 - 91 tahun, yang tidak memiliki riwayat hipertensi, asma, dan jantung koroner. Analisis data menggunakan uji chi square SPSS versi 22 dan regresi logistik untuk mengetahui estimasi tingkat risiko kebugaran jasmani peserta. Hasil: Lebih dari separuh (59,3%) calon jamaah haji dalam kondisi baik, sisanya kurang sehat. Faktor-faktor yang berperan yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), kebiasaan merokok, tingkat kebugaran jasmani (p value 0,000, 0,035, 0,000, 0,000 OR Ci 95% : 18,403, 1,216, 0,148, 4,389). Kesimpulan: Beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan tingkat kebugaran calon jemaah haji yang berhasil diidentifikasi yaitu usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok. Faktor-faktor determinan yang disebutkan di atas menunjukkan adanya hubungan yang bermakna. Faktor usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, kebiasaan olahraga dan kebiasaan merokok berperan dalam meningkatkan kebugaran jasmani calon jemaah haji. Pengendalian faktor risiko sangat penting dilakukan melalui upaya pembinaan kesehatan calon jemaah haji selama masa tunggu dan menjelang keberangkatan ke tanah suci.
ANALISIS PERBEDAAN KEPUASAN MAHASISWA MENGGUNAKAN MEDIA VIDEO ANIMASI DALAM PEMBELAJARAN KEPERAWATAN GAWAT DARURAT: Comparison of Student Satisfaction Using Animated Video Media in Emergency Nursing Learning Andi Sudirman; Andi Aridhasari Sudirman; Nasrullah; Sukma Saini; Firda Dwi Anugrah; Agusti Fauziah
Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar Vol 16 No 2 (2025): Media Keperawatan: Politeknik Kesehatan Makassar
Publisher : Jurusan Keperawatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32382/jmk.v16i2.1716

Abstract

ABSTRACT Background: Nursing triage education in Indonesia still faces challenges, particularly related to students’ knowledge and satisfaction with the learning process. Less effective learning media, such as PowerPoint, which tends to be static, may affect student engagement and learning outcomes. An innovative alternative is the use of animated video, which provides a more visual, interactive, and engaging learning experience. This study aimed to compare the effectiveness of PowerPoint and animated video on students’ satisfaction in triage nursing education. Methods: This study employed a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. The subjects were 36 fifth-semester students of the Diploma in Nursing Program at Poltekkes Kemenkes Makassar, divided into two groups: 18 students in the control group (PowerPoint) and 18 students in the experimental group (animated video). Data were collected using a satisfaction questionnaire before and after the intervention, and analyzed using paired sample t-test and independent sample t-test with a significance level of α = 0.05. Results: The findings showed that student satisfaction in the PowerPoint group increased from a mean of 71.06 ± 4.24 to 71.28 ± 4.32 (p = 0.042). In the animated video group, a greater increase was observed from 71.94 ± 6.88 to 79.38 ± 7.91 (p = 0.018). The comparison of mean differences between groups indicated a significant difference, with the PowerPoint group increasing by only 0.22 ± 0.43, while the animated video group increased by 8.33 ± 7.79 (p = 0.000). Conclusion: Animated video is more effective than PowerPoint in enhancing students’ satisfaction with triage nursing education. It is recommended that nursing education institutions integrate animated videos as innovative learning media to create a more interactive, engaging, and effective learning process. Keywords: Triage Animated video; PowerPoint; Student satisfaction; Emergency nursing education ABSTRAK Pendahuluan: Pendidikan triase keperawatan di Indonesia masih menghadapi tantangan, terutama terkait pengetahuan dan kepuasan mahasiswa terhadap proses pembelajaran. Media pembelajaran yang kurang efektif, seperti PowerPoint yang cenderung statis, dapat memengaruhi keterlibatan mahasiswa dan hasil belajar. Salah satu alternatif inovatif adalah penggunaan video animasi yang menawarkan pengalaman belajar lebih visual, interaktif, dan menarik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas media PowerPoint dan video animasi terhadap kepuasan mahasiswa dalam pembelajaran triase keperawatan. Metode: Penelitian menggunakan desain quasi-eksperimen dengan pendekatan pretest-posttest with control group. Subjek penelitian adalah 36 mahasiswa semester 5 Program Studi D3 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Makassar, yang dibagi menjadi dua kelompok: 18 mahasiswa kelompok kontrol (PowerPoint) dan 18 mahasiswa kelompok eksperimen (video animasi). Data dikumpulkan melalui kuesioner kepuasan sebelum dan sesudah intervensi, kemudian dianalisis menggunakan paired sample t-test dan independent sample t-test dengan taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa kepuasan mahasiswa pada kelompok PowerPoint meningkat dari rata-rata 71,06 ± 4,24 menjadi 71,28 ± 4,32 (p = 0,042). Pada kelompok video animasi, peningkatan lebih besar terjadi dari 71,94 ± 6,88 menjadi 79,38 ± 7,91 (p = 0,018). Perbandingan selisih rata-rata kepuasan antar kelompok menunjukkan perbedaan signifikan, di mana kelompok PowerPoint hanya meningkat 0,22 ± 0,43, sedangkan video animasi meningkat 8,33 ± 7,79 (p = 0,000). Kesimpulan: video animasi lebih efektif dibandingkan PowerPoint dalam meningkatkan kepuasan mahasiswa terhadap pembelajaran triase keperawatan. Disarankan agar institusi pendidikan keperawatan mengintegrasikan video animasi sebagai media pembelajaran inovatif untuk menciptakan proses belajar yang lebih interaktif, menarik, dan efektif. Kata kunci : Video animasi; PowerPoint; Kepuasan Mahasiswa; Pembelajaran keperawatan gawat darurat