Nurhudawi
Universitas Islam Sumatera Utara

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PENGGUNAAN QRIS DAN PEMASARAN ONLINE TERHADAP PENDAPATAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH HALAL FOOD DI KELURAHAN GEDUNG JOHOR Dhea Alpina Giawa; Arifa Pratami; Ismail; Syamsul Effendi; Nurhudawi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dan pemasaran online terhadap pendapatan UMKM halal food di Kelurahan Gedung Johor. Perkembangan teknologi digital mendorong pelaku usaha untuk menyesuaikan sistem pembayaran dan strategi pemasaran agar mampu bersaing serta meningkatkan omzet usaha. Menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap 7 informan yang terdiri dari pelaku usaha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan QRIS memberikan kemudahan dalam proses transaksi, mempercepat pelayanan kepada konsumen, meningkatkan keamanan pembayaran, serta membantu pencatatan pemasukan usaha secara lebih tertata. Sementara itu, pemasaran online melalui media sosial dan platform digital terbukti mampu memperluas jangkauan pasar, memperkenalkan produk kepada calon konsumen baru, serta meningkatkan intensitas penjualan. Sinergi antara penggunaan QRIS dan pemasaran online memberikan dampak pertumbuhan terhadap pendapatan usaha karena konsumen memperoleh kemudahan sejak proses promosi hingga pembayaran. Secara simultan, penggunaan QRIS dan pemasaran online berpengaruh signifikan terhadap peningkatan pendapatan UMKM halal food di Kelurahan Gedung Johor. Dengan demikian, digitalisasi pembayaran dan pemasaran menjadi strategi penting dalam mendukung pertumbuhan serta daya saing UMKM di era modern.Kata kunci : QRIS, Pemasaran Online, Pendapatan UMKM, Halal Food,
Halal Certification Issues-Solutions in Indonesia: An Exploratory Study Ismail; Nurhudawi; Kamaruddin; Jufri Naldo; Syahrial Arif Hutagalung
EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic Studies Vol. 9 No. 1 (2025): June 2025
Publisher : Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30983/es.v9i1.9163

Abstract

This study aims to explore the problems and formulate solutions related to the implementation of halal certification for MSMEs in Indonesia. Employing a qualitative content analysis approach, ten articles published between 2019 and 2024 were analyzed using a mind map chart to identify key issues and integrated solutions. The findings highlight five major areas of concern: regulations, business actors, support systems, implementation processes, and public outreach. Key challenges include an underdeveloped legal structure, high certification costs, low awareness among business actors, and inadequate infrastructure and support. Proposed solutions involve offering free halal certification, enhancing outreach efforts, digitizing the certification system, strengthening institutional support, and providing technical assistance. This research offers a comprehensive mapping of problems and solutions, an approach not previously undertaken. It underscores the need for synergy between the government, support institutions, and MSMEs to build a more inclusive and effective halal certification ecosystem in Indonesia.   Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi problematika dan merumuskan solusi dalam pelaksanaan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dengan pendekatan analisis konten kualitatif, 10 artikel terpilih dari tahun 2019-2024 dianalisis menggunakan alat pemetaan mind maps chart untuk mengidentifikasi tantangan utama dan solusi yang terintegrasi. Hasil penelitian mengungkapkan lima aspek problematika utama: regulasi, pelaku usaha, sistem pendukung, implementasi, dan sosialisasi. Tantangan meliputi ketidaksiapan struktur hukum, biaya yang memberatkan, rendahnya kesadaran pelaku usaha, serta keterbatasan infrastruktur dan pendampingan. Solusi yang diusulkan meliputi program sertifikasi halal gratis, peningkatan sosialisasi, digitalisasi sistem, penguatan dukungan kelembagaan, dan pendampingan teknis. Penelitian ini berkontribusi dengan menyajikan pemetaan komprehensif problematika dan solusi tentang pelaksanaan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM di Indonesia. Dalam implikasinya diperlukan sinergi antara pemerintah, lembaga pendukung, dan UMKM untuk menciptakan ekosistem sertifikasi halal yang lebih inklusif dan efisien di Indonesia.
The Impact of PAD and TKDD on Regional Expenditure in South Sumatra Roni Juliansyah; Sugiharto Sugiharto; Riza Syahputera; Yancik Syafitri; Nurhudawi
Jurnal Ilmiah Ekonomi Global Masa Kini Vol. 17 No. 1 (2026): Vol. 17 No. 1
Publisher : Universitas Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36982/jiegmk.v17i1.7071

Abstract

This study aims to analyze the effect of Local Own-Source Revenue (PAD) and Transfers to Regions and Village Funds (TKDD) on local government expenditures in regencies and cities in South Sumatra Province for the 2020–2024 period. The study employs a quantitative approach using secondary data obtained from the Budget Implementation Reports of the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance of the Republic of Indonesia. The research sample is determined through purposive sampling, resulting in 17 regencies/cities, including Palembang City, Prabumulih City, Lahat Regency, Banyuasin Regency, and Musi Banyuasin Regency, with a total of 85 observations analyzed by multiple linear regression. The results indicate that PAD and TKDD simultaneously have a positive and significant effect on local government spending, explaining 43.1% of the model's variance. Partially, PAD has a positive and significant effect, but TKDD exerts a far more dominant influence, confirming the flypaper effect due to high local fiscal dependence on central government transfers. The practical implications highlight the critical need for local governments to optimize PAD independently through intensification, extensification, and digitalization of local tax systems. Furthermore, local governments must enhance management efficiency by prioritizing budget allocation toward productive expenditures that support public services. For the central government, these findings imply the necessity of periodic evaluations of transfer fund formulas to ensure better targeting, promote local fiscal autonomy, and minimize the risk of spending inefficiencies at the regional level.  Keywords: Local Own-Source Revenue (PAD), Transfers to Regions and Village Funds (TKDD), Local Government Expenditures, Fiscal Autonomy.
Peran Teknologi Informasi dalam Penguatan Akuntabilitas dan Transparansi Lembaga Pengelola Wakaf Nurhudawi; Ismail; Arifa Pratami; Tony Hidayat; Salman Nasution
Al-Hisbah Jurnal Ekonomi Syariah Vol 6 No 1 (2026): Jurnal AL Hisbah
Publisher : Institute Agama Islam Tafaqquh Fiddin Dumai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57113/his.v6i1.564

Abstract

Waqf is an instrument in Islamic finance which functions as a means of realizing the benefit of society. Waqf practices require improvements in various aspects of management so that all the muwafiks' hopes can be realized. One effort to achieve good waqf management is by having good management accountability practices. The development of information technology has brought about a significant transformation in the governance of non-profit organizations, including waqf management institutions. In the midst of increasing public demands for accountability and transparency, the use of digital systems has become a strategic necessity to ensure waqf management is professional, credible and sustainable. This article aims to analyze the role of information technology in strengthening the accountability and transparency of waqf management institutions. This research uses qualitative methods through a literature study approach. The data obtained was then analyzed in stages, starting from the selection process, preparation, to drawing conclusions. Research findings show that information technology has a significant role in strengthening the accountability and transparency of waqf management institutions. The collection and distribution of waqf becomes more effective, efficient, transaction recording is more accurate by utilizing information technology, one of which is blockchain and digitalization of the waqf system. Increasing accountability and transparency will also increase community participation in waqf. Thus, information technology not only functions as an administrative tool, but also as a strategic instrument in building public trust in waqf management institutions. The integration of technology that is designed systematically and adaptively is an important prerequisite for realizing waqf management that is transparent, accountable and responsive to the dynamics of community needs. Keywords: Waqf, Information Technology, Blockchain, Digitalization, Accountability, Transparency
PERAN BUDAYA INDIA MUSLIM DAN MELAYU TERHADAP PERTUMBUHAN USAHA MIKRO KECIL MENENGAH MAKANAN HALAL DI KAMPUNG MADRAS MEDAN Wahyuni Sirait; Eli Agustami; Nurhudawi
IKRAITH-EKONOMIKA Vol. 9 No. 2 (2026): IKRAITH-EKONOMIKA Vol 9 No 2 Juli 2026
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran budaya India Muslim dan Melayu dalam pengembangan UMKM makanan halal di Kampung Madras, Kota Medan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini berjumlah 12 orang yang dipilih secara purposive, terdiri dari pelaku UMKM dari latar belakang budaya India Muslim dan Melayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya India Muslim berperan dalam menjaga keaslian produk, terutama pada cita rasa dan konsistensi prinsip kehalalan, sedangkan budaya Melayu berperan dalam kemampuan adaptasi terhadap selera pasar dan memperluas jaringan konsumen. Interaksi kedua budaya tersebut menciptakan sinergi yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan daya saing UMKM. Selain itu, keberadaan UMKM juga memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi lokal melalui peningkatan pendapatan dan penciptaan lapangan kerja. Namun, pelaku UMKM masih menghadapi kendala seperti keterbatasan modal dan persaingan usaha. Oleh karena itu, diperlukan upaya penguatan strategi usaha berbasis budaya agar keberlanjutan UMKM tetap terjaga.Kata Kunci :Budaya India Muslim, Melayu, UMKM, Makanan Halal, Kampung Madras