Dina Ferdiani
Prodi D3 Analis Kesehatan, Universitas Bakti Tunas Husada

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENINGKATAN PENGETAHUAN HIV PADA REMAJA SMA MELALUI PENYULUHAN INTERAKTIF, LEAFLET, DAN DEMONSTRASI PEMERIKSAAN ICT HIV Meri Meri; Dina Ferdiani; Meti Kusmiati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 3 (2026): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i3.39300

Abstract

Abstrak: HIV masih menjadi masalah kesehatan yang memerlukan penguatan edukasi sejak usia remaja, terutama terkait penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan tentang HIV pada anak setara SMA di wilayah Tasikmalaya melalui penyuluhan interaktif, penggunaan leaflet, dan demonstrasi pemeriksaan ICT HIV. Metode kegiatan meliputi pemberian pre-test, pelaksanaan edukasi dengan ceramah interaktif, pembagian leaflet, demonstrasi pemeriksaan ICT HIV, serta pemberian post-test setelah kegiatan. Hasil evaluasi pada 67 responden yang datanya dapat dicocokkan menunjukkan peningkatan rata-rata nilai dari 67,46% sebelum kegiatan menjadi 88,96% setelah kegiatan, atau meningkat sebesar 21,49 poin persentase. Sebagian besar responden, yaitu 65,67%, mengalami peningkatan nilai. Peningkatan juga tampak pada seluruh butir pertanyaan, terutama pada materi pencegahan HIV dan interpretasi hasil rapid test HIV. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi penyuluhan interaktif, leaflet, dan demonstrasi ICT HIV efektif meningkatkan pengetahuan remaja mengenai HIV di wilayah Tasikmalaya.Abstract: HIV remains a public health issue that requires strengthened education from adolescence, particularly regarding transmission, prevention, and the importance of early detection. This community service activity aimed to improve HIV knowledge among high school–equivalent adolescents in the Tasikmalaya area through interactive education, leaflets, and demonstration of HIV ICT testing. The activity methods included pre-test administration, interactive educational sessions, leaflet distribution, HIV ICT testing demonstration, and post-test administration after the intervention. Evaluation of 67 matched respondents showed that the average score increased from 67.46% before the activity to 88.96% after the activity, reflecting an improvement of 21.49 percentage points. Most respondents, namely 65.67%, showed improved scores. Improvement was also found across all question items, especially in HIV prevention and rapid HIV test interpretation. These findings indicate that the combination of interactive education, leaflets, and HIV ICT testing demonstration was effective in improving adolescents’ knowledge about HIV in the Tasikmalaya area.
DETEKSI DINI RISIKO DIABETES MELALUI PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH SEWAKTU PADA ORANG TUA SISWA Dewi Peti Virgianti; Ummy Mardiana; Korry Novitriani; Hendro Kasmanto; Dina Ferdiani; Annisa Nurhasanah; Suci Dhiya Ulhaque
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.31544

Abstract

Abstrak: Pemeriksaan glukosa darah sewaktu merupakan langkah penting dalam deteksi dini risiko diabetes melitus, terutama di tingkat komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kadar gula darah serta memberikan edukasi mengenai dampak hiperglikemia, salah satunya meningkatnya risiko infeksi. Sasaran kegiatan adalah para orang tua siswa dari salah satu sekolah taman kanak-kanak (TK) yang berperan strategis dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga. Metode kegiatan meliputi pemeriksaan glukosa darah secara gratis, pencatatan data usia, jenis kelamin, dan hasil pemeriksaan, serta pemberian edukasi kesehatan. Dari total 18 responden, sebagian besar (66,7%) memiliki kadar glukosa darah dalam kategori normal (<140 mg/dL), 22,2% dalam kategori prediabetes (140–199 mg/dL), dan 11,1% masuk kategori diabetes (≥200 mg/dL). Visualisasi data melalui grafik batang, boxplot, dan scatter plot menunjukkan variasi kadar glukosa darah lebih tinggi pada kelompok perempuan dan kecenderungan nilai GDS ekstrem pada usia 40–54 tahun. Kegiatan ini tidak hanya berhasil mendeteksi beberapa kasus risiko diabetes, tetapi juga memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat tentang pentingnya pengendalian glukosa darah untuk mencegah komplikasi, termasuk infeksi. Evaluasi pengetahuan dilakukan langsung tanya jawab lisan kepada peserta yang melakukan pemeriksaan. Peserta mengalami peningkatan pengetahuan 100% dan terdokumentasi pada logbook pencatatan hasil. Keterlibatan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan turut mendukung peningkatan kapasitas profesional dan kontribusi nyata dalam bidang kesehatan masyarakat. Kesimpulannya, kegiatan ini efektif sebagai upaya promotif dan preventif dalam deteksi dini diabetes melitus serta meningkatkan literasi kesehatan masyarakat mengenai pengelolaan gula darah.Abstract: Intermittent blood glucose testing is an important step in early detection of diabetes mellitus risk, especially at the community level. This community service activity aims to increase public awareness of the importance of checking blood sugar levels and provide education about the impact of hyperglycemia, one of which is the increased risk of infection. The targets of the activity were parents of students from one kindergarten school who play a strategic role in making family health decisions. Methods included free blood glucose testing, recording data on age, gender, and test results, and providing health education. Of the total 18 respondents, most (66.7%) had blood glucose levels in the normal category (<140 mg/dL), 22.2% in the prediabetes category (140-199 mg/dL), and 11.1% in the diabetes category (≥200 mg/dL). Visualization of the data through bar graphs, boxplots, and scatter plots showed a higher variation in blood glucose levels in the female group and a tendency for extreme GDS values at the age of 40-54 years. This activity not only successfully detected several cases of diabetes risk, but also provided direct understanding to the community about the importance of blood glucose control to prevent complications, including infection. Evaluation of knowledge was done directly by oral question and answer to participants who did the examination. Participants experienced a 100% increase in knowledge and documented in the logbook recording the results. The involvement of students in the implementation of activities also supports professional capacity building and real contributions in the field of public health. In conclusion, this activity is effective as a promotive and preventive effort in early detection of diabetes mellitus and increasing public health literacy regarding blood sugar management.
DETEKSI DINI HIPERTENSI: PEMBERDAYAAN GURU DAN ORANG TUA SISWA UNTUK HIDUP SEHAT Yayah Syafariah; Dina Ferdiani; Annisa Nurhasanah; Rianti Nurpalah; Meti Kusmiati; Hendro Kasmanto; Meri Meri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26587

Abstract

Abstrak: Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi perhatian global dalam bidang kesehatan masyarakat. Penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak penderita tidak menyadari kondisinya hingga terjadi komplikasi serius seperti stroke atau serangan jantung. Diperkirakan, hipertensi menyebabkan sekitar 9,4 juta kematian setiap tahun secara global dan akan mempengaruhi lebih dari 1,56 miliar orang pada tahun 2025. Di Indonesia, prevalensi hipertensi tercatat mencapai 34,1% pada tahun 2018, dengan kota Tasikmalaya melaporkan 38.466 kasus pada tahun 2021. Namun, kesadaran dan pengobatan terhadap hipertensi masih rendah, termasuk di lingkungan SDN Mancogeh, Tasikmalaya, yang menjadi lokasi kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan deteksi dini hipertensi melalui pemberdayaan guru dan orang tua siswa merupakan langkah penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan mendukung kesehatan jangka panjang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softkill guru, orang tua, dan masyarakat sekitar tentang hipertensi melalui pemeriksaan tekanan darah dan edukasi terkait pencegahan. Metode berupa penyuluhan dan praktek pemeriksaan. Peserta adalah guru SD dan Masyarakat sekitar sebanyak 50 orang. Proses evaluasi secara observasi dibantu pada daftar absen dan analisis deskripisi. Hasil sebesar 82% mengalami peningaktan hardskill dan softskill. Sedangkan hasil pemeriksaan dini, mayoritas peserta (65,9%) memiliki tekanan darah normal, sementara 34,1% peserta mengalami hipertensi Diharapkan, dengan keterlibatan aktif masyarakat, program ini dapat mendorong kesadaran akan pentingnya deteksi dini dan pengelolaan hipertensi untuk mencegah komplikasi serius.Abstract: Hypertension, or high blood pressure, is one of the non-communicable diseases that has become a global public health concern. This condition often presents without clear symptoms, leading many sufferers to be unaware of their condition until serious complications, such as stroke or heart attack, occur. It is estimated that hypertension causes around 9.4 million deaths globally each year and is projected to affect more than 1.56 billion people by 2025. In Indonesia, the prevalence of hypertension was recorded at 34.1% in 2018, with the city of Tasikmalaya reporting 38,466 cases in 2021. However, awareness and treatment of hypertension remain low, including at SDN Mancogeh in Tasikmalaya, the location of this community service activity. Early detection of hypertension through the empowerment of teachers and parents is an important step in creating a healthy school environment that supports long-term health. This program aims to improve the hard and soft skills of teachers, parents, and the surrounding community on hypertension through blood pressure checks and educational activities related to prevention. The methods include counseling and practical blood pressure examinations. Participants consist of 50 elementary school teachers and local community members. The evaluation process was conducted through observation, assisted by attendance records and descriptive analysis. The results showed that 82% of participants experienced an improvement in both hard and soft skills. Regarding early hypertension screening, the majority of participants (65.9%) had normal blood pressure, while 34.1% were found to have hypertension. It is hoped that with the active involvement of the community, this program can raise awareness of the importance of early detection and management of hypertension to prevent serious complications.