Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Program Penguatan Akhlak Islami melalui Kegiatan Sosial dan Dakwah Komunitas Siti Istianah; Solikhin
Jurnal Ragam Pengabdian Vol. 2 No. 2 (2025): Mei-Agustus "The Role of Community Service in Increasing Children's Educational
Publisher : Lembaga Teewan Journal Solutions

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62710/ypspqr44

Abstract

This community service program aims to strengthen Islamic morality among youth through social activities and community-based da’wah organized by the Youth of Al-Ikhlas Mosque (RDM). The implementation method consisted of preparation, execution of moral studies and da’wah activities, mentoring of social practices, and program evaluation. The results indicated a significant improvement in understanding Islamic moral values, increasing from 60% in the pre-test to 85% in the post-test. Furthermore, active involvement of the youth in social activities such as charity events, assistance for the needy, and environmental care initiatives facilitated the internalization of Islamic values in their daily lives. The program not only focused on spiritual development but also emphasized community empowerment and organizational capacity building of RDM. Thus, the community service program conducted by RDM Al-Ikhlas has proven to be an effective model in shaping a morally upright and socially responsible young generation, which can be replicated in other mosque-based youth communities.  
Strategi Penguatan Ekonomi Lokal melalui Pendampingan Usaha Mikro Berkelanjutan Wahyu Utama; Siti Istianah; Danang Sutrisno
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2026): JANUARI-FEBRUARI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xgq07651

Abstract

Pengabdian masyarakat ini bertujuan menganalisis efektivitas strategi penguatan ekonomi lokal melalui pendampingan usaha mikro berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan intensif, fasilitasi akses sumber daya, serta monitoring dan evaluasi. Hasil menunjukkan adanya peningkatan kapasitas manajerial, literasi keuangan, keterampilan pemasaran, serta perubahan pola pikir kewirausahaan peserta. Dampak program juga terlihat pada peningkatan indikator kinerja usaha, seperti omzet, jumlah pelanggan, produksi, dan pemanfaatan teknologi digital. Selain itu, terbentuknya jejaring kolaborasi antar pelaku usaha memperkuat modal sosial dan ketahanan ekonomi komunitas. Meskipun terdapat kendala seperti keterbatasan literasi digital dan resistensi terhadap perubahan, pendekatan pendampingan adaptif terbukti mampu mengatasinya. Temuan ini menegaskan bahwa pendampingan berkelanjutan merupakan strategi efektif dalam meningkatkan daya saing usaha mikro sekaligus memperkuat struktur ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan.
Efektivitas Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Pemahaman Nilai Akhlak pada Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Sumiah Nasution; Siti Istianah
Educational Journal Vol. 1 No. 3 (2026): FEBRUARI-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/6bpar498

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of the Problem-Based Learning model in improving students’ understanding of moral values in Islamic Religious Education. The research employed a quantitative approach using a quasi-experimental pretest–posttest design with a sample of 30 students. The instrument used was a moral value comprehension test. Data were analyzed using descriptive statistics, normality testing, and the Wilcoxon test. The results showed that the mean score increased from 60.20 to 78.93. The Wilcoxon test produced a significance value of < 0.001, indicating a significant difference between pretest and posttest scores. These findings demonstrate that the Problem-Based Learning model effectively improves students’ understanding of moral values. This learning model encourages active participation, critical thinking, and reflective moral reasoning. Therefore, Problem-Based Learning can be used as an innovative instructional strategy to enhance the quality of Islamic Religious Education.
Analisis dan Peramalan Minat Masyarakat terhadap Dakwah di Indonesia Menggunakan Google Trends dan Model ARIMA Tahun 2015–2025 Siti Istianah; Sumiah Nasution
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1236

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan meramalkan minat masyarakat terhadap dakwah di Indonesia berdasarkan data pencarian digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari Google Trends menggunakan kata kunci “Dakwah” pada periode Januari 2015 hingga Desember 2025. Data dianalisis menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average untuk mengidentifikasi pola pergerakan data dan menghasilkan prediksi pada periode mendatang. Tahapan analisis meliputi uji stasioneritas menggunakan Augmented Dickey-Fuller, identifikasi model, estimasi parameter, pemilihan model terbaik, dan peramalan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kata kunci “Dakwah” mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun selama periode pengamatan. Hasil uji stasioneritas menunjukkan bahwa data tidak stasioner pada tingkat level, namun menjadi stasioner setelah diferensiasi orde pertama. Berdasarkan perbandingan beberapa model, model terbaik yang diperoleh adalah ARIMA(1,1,1) dengan nilai Akaike Information Criterion dan Schwarz Criterion terendah. Hasil peramalan periode 2026–2030 menunjukkan kecenderungan penurunan minat pencarian terhadap kata kunci “Dakwah” pada mesin pencari. Temuan ini mengindikasikan adanya perubahan perilaku masyarakat dalam mengakses informasi keagamaan di era digital. Oleh karena itu, lembaga dakwah dan para dai perlu mengoptimalkan pemanfaatan berbagai platform digital untuk meningkatkan efektivitas penyebaran pesan-pesan keislaman sesuai dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Edukasi Literasi Digital Berbasis Nilai Karakter untuk Membangun Perilaku Digital yang Bertanggung Jawab Sumiah Nasution; Siti Istianah; Indah Pangesti; Vinandri Hapsari; Wahyu Utama; Rini Sriyanti
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/xndtke47

Abstract

Perkembangan teknologi digital memberikan kemudahan dalam mengakses informasi, berkomunikasi, dan mendukung aktivitas pembelajaran, namun juga menghadirkan berbagai tantangan dalam penggunaannya, seperti penyebaran hoaks, pelanggaran privasi, cyberbullying, dan komunikasi yang tidak etis. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kecakapan teknologi, tetapi juga mengintegrasikan nilai-nilai karakter. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan edukasi literasi digital berbasis nilai karakter untuk membangun pemahaman mengenai perilaku digital yang aman, kritis, etis, dan bertanggung jawab. Kegiatan dilaksanakan di Pesantren Darut Tafsir Al Husaini melalui tahapan pra pelaksanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Metode yang digunakan berupa edukasi partisipatif, diskusi, dan pembahasan studi kasus, dengan evaluasi secara deskriptif terhadap keterlaksanaan dan ketercapaian materi. Hasil kegiatan menunjukkan ketercapaian enam aspek edukasi literasi digital, meliputi keamanan dan privasi digital, identifikasi hoaks, etika komunikasi, tanggung jawab terhadap konten, pencegahan cyberbullying, dan kemampuan berpikir kritis terhadap informasi. Keenam aspek tersebut diintegrasikan dengan enam nilai karakter, yaitu kejujuran, tanggung jawab, disiplin, rasa hormat, kepedulian, dan berpikir kritis. Hasil evaluasi deskriptif menunjukkan bahwa seluruh materi dan nilai karakter yang direncanakan dapat diterapkan dalam diskusi dan penyelesaian kasus digital. Kegiatan ini menghasilkan model edukasi yang menghubungkan kecakapan digital dengan nilai karakter sebagai dasar penggunaan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab.