Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : journal of innovative and creativity

Efektivitas Metode Penyuluhan Berbasis Multimedia terhadap Peningkatan Pengetahuan tentang Penyakit Jantung Koroner pada Kalangan Pelajar Irfan Sazali Nasution; Citra Syahrani; Khansa Kanastri Santoso; Lifira Naila Salsabila; Dea Fadilla; Alysa Rahmadani Hasibuan; Novita Rahmayanti Harahap
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.472

Abstract

This study aimed to evaluate the effectiveness of multimedia-based counseling methods in improving knowledge about Coronary Heart Disease (CHD) among students. Using a pre-experimental one group pre-test and post-test design, 27 students aged 15-17 years participated in the study. The results of the analysis showed a significant increase in participants' knowledge of CHD after the educational intervention, with some statements showing a change from incorrect to correct answers. These findings confirm that multimedia education is effective in delivering health information in an engaging and easy-to-understand manner, and is important for increasing health awareness among adolescents.
Peran Aktor Dalam Kebijakan Kesehatan Mental Di Era Pandemi Covid 19 Irfan Sazali Nasution; Ica Khairunissa; Maymira Inory Harahap; Muchlisin Limbong; Nazwa Nadira Siregar; Natasya Dwi Caudya; Putri Radifah Supardi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1638

Abstract

The COVID-19 pandemic has significantly impacted the mental health of communities worldwide, including in Indonesia. This study aims to explore the role of actors in mental health policy during the pandemic. A qualitative descriptive method was employed, utilizing questionnaires for data collection. Survey results revealed that 63% of respondents experienced anxiety, and 66% experienced depression. The research identifies various key actors, including the government, educational institutions, and healthcare professionals, and provides recommendations for enhancing mental health support. The study concludes that collaboration among actors is crucial for building a responsive and inclusive mental health system in the pandemic era.
KONSEP TEORI KEBIJAKAN KESEHATAN Irfan Sazali Nasution; Aryanda Pangestu Nainggolan; Mutiah Azzifa Azwar Nasution; Naflah Khalila; Nailah Fitriah Lubis; Nova Afsari; Tricia Madina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1641

Abstract

Pemerintah Indonesia telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasi masalah kesehatan ini, seperti melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang bertujuan untuk memberikan akses layanan kesehatan yang lebih merata bagi seluruh penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebijakan kesehatan utama di Indonesia, serta mengevaluasi keberhasilan dan tantangan dalam implementasinya. Metode penelitian menggunakan metode tinjauan literatur untuk menganalisis mengidentifikasi dan menganalisis kebijakan kesehatan utama di Indonesia, serta mengevaluasi keberhasilan dan tantangan dalam implementasinya. Tinjauan literatur merupakan metode yang efektif untuk mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber yang relevan dengan topik penelitian. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pentingnya kebijakan kesehatan di Indonesia untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Melalui identifikasi kebijakan kesehatan utama, evaluasi keberhasilan, dan tantangan dalam implementasinya, penelitian ini memberikan pemahaman yang mendalam tentang dinamika politik yang memengaruhi kebijakan kesehatan.
Gambaran Pengetahuan Dan Sikap Remaja Tentang Hiv Dan Aids Setelah Edukasi Di Sma Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar Irfan Sazali Nasution; Jenni Maia Khalijah Hasibuan; Tri Radia Wiranti; Nazwa Rizkya Salma Pulungan; Khairunnisa Khairunnisa; Mawar davira; Nabila Rahmadhani; Ghefira Syifa Salsabilla; Khairunnisa Br Lubis; Alichia Puteri Rizki Sitindaon; Muhammad Rizqhy Ananda Telaumbanua; Farhan Akbar Lubis
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7047

Abstract

HIV dan AIDS masih menjadi permasalahan kesehatan yang penting bagi masyarakat, terutama di kalangan remaja yang rentan melakukan tindakan berisiko karena kurangnya pengetahuan dan sikap yang belum matang. Salah satu cara yang strategis untuk meningkatkan pemahaman dan membentuk sikap remaja terhadap pencegahan HIV dan AIDS adalah melalui edukasi kesehatan di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengetahuan dan sikap remaja tentang HIV dan AIDS setelah menerima edukasi di SMA Sains Tahfidz Qur’an Al-Ammar. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dan sampel penelitian adalah seluruh siswa laki-laki kelas X, XI, dan XII yang berjumlah 30 orang, dengan metode pengambilan sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner setelah penyuluhan kesehatan yang berlangsung selama 90 menit dan dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua responden memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori cukup, dengan 50% berada di kategori baik dan 50% di kategori cukup. Tidak ada responden yang memiliki tingkat pengetahuan kurang. Dalam hal sikap terhadap orang yang hidup dengan HIV/AIDS, terdapat 53,3% responden yang memiliki sikap positif dan 46,7% masih memiliki sikap negatif. Kesimpulannya, edukasi tentang HIV dan AIDS di sekolah berhasil meningkatkan pengetahuan remaja. Namun, perubahan sikap terhadap orang dengan HIV/AIDS masih perlu diperkuat melalui pendekatan edukasi yang terus-menerus dan berfokus pada pembentukan empati serta pengurangan stigmatisasi.