Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kebijakan Kesehatan Terhadap Pembangunan Ekonomi di Sumatera Utara Irfan Sazali Nasution; Nabila Andini; Nabila Hasmi; Putri Ukandari; Putri Zahrina Zahra; Silvia Nst; Sofyana Syifa Pane; Syifa Aulia Asri
Journal of Education Transportation and Business Vol 1, No 2 (2024): Desember 2024
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jetbus.v1i2.3206

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memahami pendapat masyarakat terkait Pengaruh Kebijakan Terhadap Pembangunan Ekonomi di lingkungan masyarakat. Melalui survei dan wawancara mendalam, data diperoleh dari sejumlah responden masyarakat. Hasil penelitian mengungkapkan beragam perspektif mahasiswa terhadap kebijakan Kesehatan. Selain itu, penelitian ini juga mempertimbangkan faktor-faktor eksternal yang mempengaruhi persepsi masyarakat terhadap Kebijakan Kesehatan. Implikasi dari temuan ini dalam konteks masyarakat dan pengembangan ekonomi dibahas dalam diskusi. Hasil penelitian ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang Pengaruh Kebijakan Kesehatan.
The Influence of the Use of Audiovisual Animation Media on Student Behavior in Earthquake Mitigation at SMPN 1 Pancur Batu Putri Ulandari; Ajeng Andini; Susilawati Susilawati; Nabila Andini; Wafida Tunnur Siregar
PROMOTOR Vol. 9 No. 3 (2026): JUNI
Publisher : Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/pro.v9i3.2345

Abstract

SMPN 1 Pancur Batu is a school located in an earthquake-prone area, but it does not yet have structured earthquake mitigation facilities and learning programs. This condition can be seen from the students' low understanding of safety measures during an earthquake and the lack of safety promotion media such as posters or other educational tools. Some students also do not understand basic actions such as the Drop, Cover, and Hold On principle, and there are no regular earthquake mitigation education activities conducted at the school. This study aims to examine the effect of audiovisual animation media on earthquake mitigation behavior among ninth-grade students. The research method used an experimental design with a “One Group Pretest–Posttest Design” and involved 50 students selected using purposive sampling. The results of the study showed a significant increase in mitigation behavior, with 48 students (96%) experiencing an increase in scores after being given an intervention in the form of earthquake education animation. Based on the results of the Wilcoxon Signed-Rank Test nonparametric test, a p-value < 0.001 (p < 0.05) was obtained, which means that there is a significant effect between the use of audiovisual animation media and students' earthquake mitigation behavior. Thus, it can be concluded that audiovisual animation media is effective in improving students' knowledge, attitudes, and actions in dealing with earthquakes. The suggestion given is the need for regular disaster education in collaboration with the Regional Disaster Management Agency (BPBD) or related agencies so that students' preparedness can be improved and applied in real situations.
Analisis Dampak Paparan Bahan Kimia Berbahaya terhadap Keselamatan dan Kesehatan Pekerja di Lingkungan Industri Putri Zahrina Zahra; Senja Vellina; Nabila Andini; Abdurrazaq Hasibuan
Journal of Citizen Research and Development Vol. 3 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jcrd.v3i1.8468

Abstract

Paparan bahan kimia berbahaya di lingkungan industri merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya penyakit akibat kerja dan penurunan kualitas kesehatan pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak paparan bahan kimia berbahaya terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja berdasarkan kajian literatur dalam rentang waktu tahun 2020–2025. Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengkaji delapan artikel ilmiah yang relevan dan dapat diakses secara terbuka. Hasil kajian menunjukkan bahwa bahan kimia seperti benzena, hidrogen sulfida (H₂S), amonia, dan logam berat memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan pekerja, baik secara akut maupun kronis, meliputi gangguan sistem pernapasan, saraf, dan hematopoietik. Tingkat risiko paparan dipengaruhi oleh konsentrasi zat, durasi paparan, serta kepatuhan penggunaan alat pelindung diri. Selain itu, kelemahan dalam sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, seperti kurangnya pengendalian teknis dan pengawasan, turut memperburuk kondisi paparan di lingkungan kerja. Oleh karena itu, diperlukan upaya pengendalian yang komprehensif dan berkelanjutan untuk meminimalkan risiko paparan bahan kimia berbahaya di industri.
Analisis Sasaran Advokasi Kesehatan Dalam Mendukung Percepatan Penurunan Stunting: Studi Literatur Nabila Andini; Nurul Hidayah; Putri Zahrina Zahra; Senja Vellina; Miftahurrahmah El Hayati
Journal of Education Religion Humanities and Multidiciplinary Vol. 4 No. 1 (2026): Juni 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jerumi.v4i1.8751

Abstract

Stunting masih menjadi salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penting di Indonesia karena berdampak terhadap pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, produktivitas, serta kualitas sumber daya manusia di masa mendatang. Upaya percepatan penurunan stunting memerlukan pendekatan yang komprehensif melalui advokasi kesehatan yang melibatkan pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi advokasi kesehatan dalam percepatan penurunan stunting di Indonesia melalui metode literature review. Artikel yang dianalisis diperoleh dari Google Scholar berdasarkan kriteria inklusi yang telah ditetapkan. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi advokasi kepada pemerintah dilakukan melalui penguatan komitmen politik, koordinasi lintas sektor, pembentukan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS), pemanfaatan data sebagai dasar kebijakan, serta penguatan dukungan sumber daya kesehatan. Sementara itu, advokasi kepada masyarakat dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, kampanye sosial, konseling gizi, pendampingan keluarga, pemanfaatan media komunikasi, dan pendekatan berbasis budaya lokal. Faktor pendukung keberhasilan advokasi meliputi komitmen pemerintah, keterlibatan kader kesehatan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi informasi. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain rendahnya literasi kesehatan masyarakat, keterbatasan sumber daya manusia, kondisi sosial ekonomi yang rendah, serta belum optimalnya koordinasi antarinstansi. Dengan demikian, advokasi kesehatan yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting di Indonesia.