Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Implementasi Model Learning Cycle dalam Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Rizki Amalia Nur; Pertiwi Indah Lestari; Nurhidayah; Rika Riyanti; Ernawati
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 13 No. 3 Agustus (2024): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.933

Abstract

Pembelajaran biologi yang mempelajari tentang makhluk hidup mempunyai daya tarik tersendiri yang menarik minat dan perhatian peserta didik saat belajar. Namun banyak siswa yang menganggap biologi adalah mata pelajaran yang sulit dan membosankan. Oleh karena itu, sangat penting bagi guru untuk berperan aktif dalam mengelola pembelajaran di kelas, mengubah persepsi siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menerapkan model learning cycle dalam pembelajaran IPA. Penelitian ini merupakan penelitian Tindakan kelas (PTK) atau Classroom Action Research. Penelitian dengan menggunakan model Learning cycle ini dilakukan sebanyak 2 Siklus yaitu Siklus I dan Siklus II dimana setip siklusnya terdiri dari 3 kali pertemuan. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Mei di MTsS Darul Istiqamah Tahun Ajaran 2023/2024. Sample dalam penelitian ini adalah Siswa Kelas VIII yang terdiri dari 19 Siswa. Dalam penelitian PTK dengan menggunakan model Learning Cycle ini dilakukan beberapa Tahapan yakni Perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi atau pengamatan, evaluasi dan refleksi. Hasil penelitian yang telah dilakukan dengan menerapkan Model Learning Cycle terjadi peningkatan ketuntasan belajar pada siklus I sebanyak 47,37% ke siklus II sebanyak 100%. Pada siklus I dalam implementasi model Learning Cycle dimana siswa belum mampu menerapkan konsep yang akan dipelajari dan masih kurang peduli dengan materi yang diberikan oleh Guru yang menyebabkan siswa kurang memperhatikan penjelasan dari Guru. Pada Siklus II Guru juga sudah menguasai kelas dan menyampaikan materi dengan baik sehingga hasil belajar siswa pada siklus II semuanya Tuntas.
Kesiapan Guru Terhadap Pembelajaran Diferensiasi Fakhirah; Nurul Amaliah; Ernawati
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v2i1.138

Abstract

Differentiated learning is a way of understanding and providing knowledge according to the talents and learning styles of students who have many characters. This research aims to describe the implementation of differentiated learning at SMK 1 Maros and Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI). This research uses qualitative with descriptive research type. The sources of this research are English teachers at SMK 1 Maros and Biology teachers at Sekolah Putri Darul Istiqamah (SPIDI). The data collection methods used were interview, observation, and documentation. Data analysis techniques used in this research are data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that teachers in both schools understand the concept of differentiated learning and its importance to meet students' diverse learning needs. The challenges faced by teachers in both schools include the diversity of student learning, the need for more time to prepare learning materials, and difficulties in managing the classroom. Teachers in both schools have also developed various solutions to overcome these challenges, such as collaboration with stakeholders, using technology, and providing varied tasks. The conclusion from this study is that student-focused differentiated learning is worth implementing as it is an effective strategy to meet students' diverse learning needs.
Transformasi Pembelajaran Melalui Implementasi Kurikulum Merdeka Di Sekolah Dan Era Society 5.0 Windy Septiana; Muhammad Yahya; Ernawati
GENIUS: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pembelajaran Vol. 2 No. 1 (2024)
Publisher : CV. Insight Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58227/gjipp.v2i1.139

Abstract

This study aims to explore the implementation design of the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 1 Maros, identify who is involved in its development, and outline the obstacles and challenges faced in its implementation. This research uses a qualitative method with data collection techniques through in-depth interviews with several teachers at SMK Negeri 1 Maros. The research findings show that the implementation design of the Merdeka Curriculum at SMK Negeri 1 Maros has similarities with the structure of the 2013 Curriculum, with the addition of the Pancasila profile as a compulsory subject. Those involved in developing this design include the principal, subject teachers, and the school curriculum team. This study also found several obstacles and challenges in implementing the Merdeka Curriculum, including the need for adaptation for teachers and limited resources
Model Pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) Melalui Aplikasi Cabri 3D terhadap Pemahaman Siswa Pada Materi Geometri Ruang Makmur; Ernawati; Nirfayanti; Ita Suryaningsih
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 1 (2025): Kesalahan, Kognisi, dan Pendekatan Kontekstual dalam Pembelajaran Matematika
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v8i1.2767

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya pemahaman konsep siswa terhadap geometri ruang, khususnya dalam memvisualisasikan bangun tiga dimensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh model Realistic Mathematics Education (RME) yang didukung oleh aplikasi Cabri 3D terhadap pemahaman konsep siswa. Pendekatan kuantitatif digunakan dengan desain kuasi-eksperimen tipe kelompok kontrol non-ekivalen. Subjek penelitian adalah dua kelas VIII, masing-masing terdiri dari 28 siswa, yang dibagi menjadi kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Instrumen penelitian terdiri dari tes awal (pretest) dan tes akhir (posttest). Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pretest kelompok eksperimen meningkat dari 60,36 menjadi 83,57, sedangkan kelompok kontrol meningkat dari 59,21 menjadi 73,18. Skor gain pada kelompok eksperimen sebesar 0,59 (kategori sedang), lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok kontrol yang sebesar 0,42 (kategori sedang). Peningkatan pada lima indikator pemahaman konsep juga lebih signifikan terjadi pada kelompok eksperimen. Uji t sampel independen menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok dengan nilai p sebesar 0,004 < 0,05. Oleh karena itu, model RME yang didukung oleh Cabri 3D terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep siswa pada materi geometri ruang.
Etnomatematika Berbasis Kecerdasan Artifisial melalui Proyek Kolaboratif Berbantuan Media Sosial Ernawati; Aryanti; Mawar Citra Lestari
EQUALS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol. 8 No. 2 (2025): Inovasi Pembelajaran Matematika Berbasis Teknologi, Kognitif, dan Etnomatematik
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/equals.v8i2.3098

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi konsep matematika dalam budaya lokal Kabupaten Maros berbasis Artificial Intelligence (AI) melalui proyek kolaboratif berbantuan media sosial. Fokus kajian pada tiga tradisi Bugis-Makassar (Makkellu, Mappassili, Mappacci), permainan Dende-dende, serta tradisi Peca Sura. Metode kualitatif dengan pendekatan etnografi digunakan melalui observasi partisipatif, wawancara enam narasumber budaya, dokumentasi visual, dan keterlibatan 15 mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa Makkellu memuat Geometri wajah, rasio, simetri, trigonometri sudut estetika; Mappassili terkait volume, suhu, dan pola lingkaran perlengkapan siraman; Mappacci menampilkan simetri, kombinatorika, dan peluang restu; Dende-dende memuat koordinat bidang, sudut, serta peluang permainan; sedangkan Peca Sura mencerminkan volume, proporsi bahan, distribusi merata, dan peluang tambahan. Media sosial berperan strategis dalam diseminasi hasil: unggahan Peca Sura memperoleh interaksi tertinggi (240 like, 46 komentar, 25 share), diikuti Dende-dende dan Makkellu. Respon masyarakat tidak hanya berupa apresiasi, tetapi juga nostalgia, refleksi pendidikan, hingga usulan soal kuis yang memperkaya konten. Hal ini membuktikan bahwa media sosial tidak sekadar medium publikasi, tetapi juga ruang partisipasi publik, literasi digital, serta validasi sosial terhadap etnomatematika.